Diet & NutrisiGaya Hidup

Emotional Eating: Penyebab dan Cara Mengatasinya

emotional eating

Apa yang biasanya pertama kali kamu cari atau inginkan ketika sedang marah atau sedih? Jika itu makanan, kamu perlu waspada karena itu bisa saja menandakan kalau kamu tengah mengalami emotional eating.

Baca Juga:

Mungkin dengan memakan makanan enak perasaan kalut atau stres yang kamu alami akan teralihkan. Namun itu hanya sejenak karena ketika berhenti makan, kamu akan kembali teringat dengan hal-hal yang membuat kamu sedih atau kecewa. Hal inilah yang biasanya membuat cara dan porsi makan kamu tidak terkontrol karena secara tidak langsung otak kamu memerintahkan untuk terus makan demi melawan stres.

Alhasil, gangguan kesehatan seperti kelebihan berat badan pun tak dapat dihindari. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Apa itu Emotional Eating?

emotional eating

Sebelumnya mari kita bahas mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan emotional eating? Emotional eating adalah kondisi dimana perasaan atau emosi memengaruhi selera atau pola makan seseorang. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya makan bukan dengan tujuan untuk menjadi kenyang, namun untuk mengatasi emosinya.

Ketika mengalami stres, mereka akan berusaha mengalihkan pikirannya dengan cara makan makanan yang paling mereka sukai dengan jumlah yang tak terkontrol. Mereka menganggap jika makan banyak adalah cara yang paling efektif untuk melupakan permasalahan yang mereka alami.

Bukan tanpa alasan, makanan yang dikonsumsi ketika mengalami stres memang bisa membuat seseorang merasakan ‘kenyamanan’ karena pada saat stres, produksi hormon kortisol yang merupakan respon dari stres akan meningkat, dan secara tak langsung otak akan memberi ‘sinyal’ pada tubuh untuk meningkatkan nafsu makan sebagai upaya menyediakan energi yang akan digunakan untuk melawan stres.

Selain itu, makan makanan yang manis seperti coklat, gula-gula, atau semacamnya dapat meningkatkan produksi hormon endorfin dan serotonin yang dapat membuat seseorang merasa rileks dan bahagia, meski hanya sementara.

Itulah mengapa, makanan biasanya menjadi hal yang pertama kali paling dicari oleh orang yang sedang mengalami emosi negatif seperti marah, sedih, kecewa, atau kesepian. Namun tak jarang pula emotional eating dialami oleh seseorang yang sedang berbahagia karena mereka menganggap makanan sebagai ‘self-reward’ untuk pencapaian yang berhasil mereka raih.

Penyebab dan Dampak Emotional Eating

emotional eating

Seperti yang telah disebutkan, penyebab emotional eating adalah emosi penderitanya sendiri yang tidak berhasil dikelola dengan baik. Selain itu, emotional eating juga dapat disebabkan oleh kekeliruan tubuh dalam menerima dan mengendalikan sinyal yang diberikan oleh otak dan karena inilah biasanya emotional eating dapat terbentuk dari kebiasaan hingga menjadi kebiasaan pula. Itulah mengapa kondisi emotional eating bisa berlangsung berkepanjangan.

Dampak emotional eating memang tidak langsung kentara jika baru pertama dialami. Namun ketika sudah berlebihan dan terjadi secara berulang-ulang, emotional eating akan menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, bahkan stroke. Terlebih jika makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tidak sehat seperti junk food, makanan berpengawet, ataupun makanan instan.

Cara Mengatasi Emotional Eating?

emotional eating

Mengingat emotional eating dapat berdampak buruk bagi kesehatan, kamu dapat mengatasinya dengan cara-cara berikut ini.

1. Kenali rasa lapar

Ketika muncul perasaan ingin makan, coba berdiam sejenak dan kenali rasa lapar kamu. Apakah kamu benar-benar lapar, atau rasa lapar itu hanya palsu? Terlebih jika kamu sedang stres, sedih, atau marah lalu mulut terasa ingin mengunyah sesuatu, coba ingat apakah sebelumnya kamu sudah makan?

Jika kamu sudah mengonsumsi cukup makanan sebelum emosi tersebut muncul, itu berarti perasaan lapar yang tengah kamu rasakan adalah palsu dan kamu perlu mengalihkannya.

2. Alihkan perhatian

Alihkan perhatian kamu dari makanan ke hal yang lain seperti buku, musik, atau film. Saat merasa tertekan akan sesuatu, cobalah untuk tidak berada dekat-dekat dengan makanan. Sebaliknya, kamu bisa mengunjungi toko buku atau bioskop agar pikiran teralihkan tanpa harus menambah tumpukan lemak dan kalori dalam tubuh. Kamu juga bisa pergi ke tempat karaoke bersama teman-teman atau sekedar mendengarkan musik melalui earphone dan ikut bersenandung agar tubuh dan pikiran jadi lebih rileks.

Selain kegiatan di atas, kamu juga dapat mengalihkan perhatian dengan cara bermain-main dengan hewan peliharaan yang kamu miliki. Menyentuh, mengelus, ataupun memeluk hewan peliharaan seperti kucing atau anjing telah terbukti ampuh untuk meningkatkan produksi hormon endorfin dan oksitosin yang membuat kamu merasa lebih tenang.

3. Lampiaskan emosi dengan cara positif

Ketika merasa tertekan karena sesuatu, kamu cenderung akan memikirkan hal yang membebani pikiran kamu secara terus menerus. Pada saat seperti inilah kamu bisa melampiaskan emosi kamu dengan cara yang positif seperti berolahraga. Kamu dapat melakukan olahraga seperti muaythai, boxing, atau olahraga dengan ‘keterampilan memukul’ lainnya.

Dengan begitu, tubuh akan merasa lelah dan emosi pun tercurahkan dengan cara yang sehat. Hanya saja penting untuk diingat bahwa kamu harus melakukan olahraga ini dengan ditemani instruktur agar tidak melukai diri kamu sendiri atau orang lain.

Tak hanya itu, jika kamu merupakan orang yang malas atau tidak memiliki cukup ruang dan waktu untuk melakukan kegiatan fisik seperti olahraga, kamu dapat melampiaskan emosi kamu dengan cara bermain games. Dengan cara itu pula, kamu dapat melampiaskan emosi tanpa menyakiti orang lain.

4. Kill the time!

Cara-cara pengalihan dan pelampiasan emosi yang telah disebutkan di atas dapat kamu lakukan untuk ‘membunuh waktu’ hingga jam makan tiba. Berusahalah untuk membuat diri kamu teralihkan dan lupa dengan emosi kamu hingga kamu masuk ke waktu makan berikutnya. Dengan begitu, emotional eating pun dapat dihindari.

5. Meditasi 

Daripada buru-buru pergi ke dapur untuk mengambil makanan saat sedang marah atau kesal, lebih baik lakukan meditasi untuk mengontrol amarah kamu. Cara ini dapat kamu lakukan di manapun dan kapanpun karena kunci untuk melakukan meditasi adalah diri kamu sendiri.

Cobalah berdiam diri dan berkonsentrasi merenungkan peristiwa yang menimpa kamu dan lepaskan segala perasaan negatif dengan menarik nafas panjang dan melepaskannya secara perlahan. Dengan begini, tubuh kamu akan menerima cukup oksigen yang dapat menjernihkan pikiran serta perasaan kamu.

6. Atur menu makanan

Jika kebiasaan makan banyak pada saat emosi benar-benar tidak dapat dihindari, kamu dapat memperkecil resiko terserang masalah kesehatan dengan mengubah menu emotional eating ke makanan yang sehat yaitu makanan segar yang mengandung sedikit gula seperti salad, buah-buahan, atau frozen yogurt sebagai pengganti es krim. Dengan begini, nafsu makan kamu tetap terpenuhi dan tubuh kamu akan tetap sehat. 

7. Konseling

Jika kondisi emotional eating sudah semakin tak terkontrol, ada baiknya kamu segera menemui dokter atau psikolog untuk melakukan konseling. Berkonsultasi dengan ahli akan membantu kamu menemukan penyebab emotional eating yang kamu alami dan menemukan cara untuk mengelola emosi dengan tepat.

Related posts
Gaya HidupKebugaranPria

5 Gerakan Senam Kegel untuk Pria

Diet & NutrisiGaya Hidup

Ini Dia Cara Diet yang Benar!

Diet & NutrisiKesehatan

12 Makanan Pereda Sakit Tenggorokan

Gaya HidupKebugaran

Gerakan Dasar dan Manfaat Senam Aerobik