Diet & NutrisiGaya Hidup

Fakta dan Manfaat Susu Organik

manfaat susu organik

Tren makanan organik memang tengah diminati oleh banyak orang akhir-akhir ini. Makanan organik sendiri didefinisikan sebagai bahan makanan yang bebas dari kandungan bahan kimia. Jenis makanan ini menjadi populer sebab dinilai lebih baik bagi kesehatan. Minimnya kandungan bahan kimia tentu akan meminimalisir pula resiko tubuh terkena penyakit.

Baca Juga:

Saat ini, produk organik tidak hanya sekedar hasil pertanian melainkan merambah pula ke jenis makanan dan minuman lainnya. Salah satunya ialah susu organik. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan susu organik?

Kriteria Susu Organik

manfaat susu organik

Tidak sembarang susu bisa dikategorikan sebagai jenis susu organik. Berikut beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh susu organik. 

1. Kondisi hidup sapi penghasil susu

Susu organik bukan sekedar berarti susu yang tidak melewati proses pengolahan dan penambahan bahan kimia apapun. Kondisi hidup sapi yang menghasilkan susu pun harus melewati proses bebas bahan kimia agar susu yang dihasilkan dapat digolongkan sebagai susu organik.

Misalnya, udara di tempat peternakan haruslah memiliki kualitas yang baik, bersih dan segar, bebas dari polusi udara. Air yang diminum oleh si sapi pun begitu, harus steril dan tidak terkena cemaran baik mikroba ataupun limbah bahan kimia.

Sapi penghasil susu organik tidak boleh diberikan makanan sembarangan, harus rumput, tumbuhan, atau bahan-bahan alami non kimiawi lainnya. 

2. Proses yang dilalui susu hingga siap konsumsi

Selain kondisi hidup sapi penghasil susu, hal lain yang perlu diperhatikan terkait susu organik ialah apakah susu tersebut melalui proses-proses pengolahan yang melibatkan kontaminasi bahan kimia.

Susu yang dihasilkan oleh sapi dengan kondisi memenuhi syarat menjadi tidak bisa disebut susu organik apabila melalui proses penambahan bahan kimia seperti misalnya pengawet, pewarna, dan lain sebagainya. Biasanya, susu organik hanya melalui proses pasteurisasi saja sehingga tidak mengandung bahan kimia sedikitpun.  

3. Berasal dari hewan, khususnya sapi

Banyak orang yang salah mengira bahwa susu organik adalah jenis susu yang berasal dari unsur nabati seperti misalnya almond, kedelai, dan lain sebagainya. Padahal, definisi susu sendiri adalah berasal dari unsur hewani.

Apabila ada tumbuhan atau biji-bijian yang dalam proses pengolahannya dapat menghasilkan cairan yang mirip dengan susu, maka sebenarnya hal ini tidak bisa dikategorikan dalam susu organik meskipun terbuat dari bahan alami yang bebas bahan kimia.  

Cara Menghasilkan Susu Organik

manfaat susu organik

Berikut ini adalah beberapa cara yang dilakukan oleh peternak untuk menghasilkan produk susu organik. 

1. Pemberian pakan ternak yang terencana

Yang dimaksud dari terencana dalam hal ini adalah dengan cara membuat daftar jenis makanan khusus. Jenis makanan ini disortir berdasarkan tingginya nilai gizi supaya produk susu yang dihasilkan nanti akan semakin baik kualitasnya.

Sehingga, pakan ternak yang diberikan pada hewan sapi penghasil susu organik tidak dilakukan secara sembarangan. Peternak sapi harus memastikan bahwa bahan pangan tersebut terbebas dari kandungan bahan-bahan kimia.

2. Menghindari berbagai macam suntik injeksi

Hal ini dikarenakan adanya pertimbangan bahwa zat kimia yang masuk melalui suntikan tersebut rentan menyebabkan tubuh sapi penghasil susu organik menjadi tercemar. Akan tetapi, sebagai gantinya, peternak sapi organik akan secara konsisten melakukan pemeliharaan terhadap sapi tersebut supaya senantiasa hidup sehat.

3. Melakukan kegiatan pembersihan kandang secara berkala

Poin ini memiliki tujuan agar tempat yang ditinggali oleh sapi organik akan menjadi lebih higienis serta terhindar dari bakteri. Harus dipastikan pula bahwa sapi tersebut tidaklah menderita stress. Dengan melakukan metode pemeliharaan ini, peternak sapi dapat memperoleh produk susu organik dengan kualitas tinggi secara optimal.

Manfaat Susu Organik

manfaat susu organik

Susu organik populer karena memiliki manfaat yang berbeda dibanding susu biasa. Berikut beberapa manfaatnya. 

1. Mengandung asam lemak sehat yang seimbang

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di British Journal of Nutrition, ditemukan perbedaan antara susu organik dengan non organik berupa kandungan asam lemak omega 3 yang lebih banyak 56%, kandungan asam alfa-linoleat yang 69% lebih banyak, serta perbandingan asam lemak omega 3 dan omega 6 yang jumlahnya seimbang.

Asam omega 3 dan asam alfa linoleat adalah jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel dalam tubuh khususnya sel yang berperan dalam perkembangan otak anak.

Senyawa ini juga dapat membantu menunjang produksi horman yang mengatur proses pembekuan darah, kontraksi & relaksasi pada dinding arteri, juga mencegah terjadinya peradangan. Dengan begitu, resiko seseorang mengalami serangan jantung, lupus, eksim, stroke, serta rheumatoid arthritis atau yang kerap disebut rematik pun menurun.

Selain itu, susu organik juga mengandung asam lemak omega 6 yang salin bekerja sama dengan asam lemak omega 3 agar kesehatan tubuh selalu terjaga. Kadar kedua asam lemak ini harus seimbang yakni 4 omega 6 banding 1 omega 3. Hebatnya, susu organik memiliki kadar dua asam lemak ini secara seimbang. 

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kandungan pada susu organik dengan perbandingan asam lemak yang seimbang ini membantu anak-anak untuk melindungi mereka dari resiko terkena penyakit eksim secara lebih optimal dibanding anak-anak yang mengonsumsi susu non organik. Hal ini karena susu organik memiliki potensi berupa efek antialergi.

2. Bebas antibiotik dan hormon tambahan

Susu biasa atau non organik pada umumnya diperoleh dari sapi yang telah diberi suntikan antibiotik. Pemberian injeksi antibiotik ini sebenarnya memiliki tujuan untuk mencegah terjadinya mastitis, yaitu infeksi yang terjadi pada jaringan kelenjar susu. Adanya mastitis tentu akan mengurangi kuantitas susu yang dihasilkan.

Oleh sebab itu, penyuntikan hormon pada sapi dilakukan agar produksi susu dari sapi menjadi lebih banyak jumlahnya. Berbeda pada susu sapi organik, sapi tidak diberikan injeksi antibiotik atau hormon tambahan.

Produsen sapi organik sangat selektif mengamati kondisi hewan ternaknya. Apabila sapi atau kambing ternak diketahui membutuhkan antibiotik, maka hewan tersebut akan ditarik dan tidak lagi digunakan untuk memproduksi susu.

Tidak digunakannya antibiotik pada sapi tentunya akan mengurangi resiko timbulnya residu antibiotik pada susu. Residu antiobiotik yang terkandung pada susu rentan menjadi penyebab terjadinya masalah kesehatan seperti misalnya muncul reaksi alergi. 

3. Cita rasa yang lebih enak

Mengenai cita rasa yang dihasilkan, susu organik dikenal memiliki rasa yang lebih enak dan unik. Beberapa orang mengungkapkan bahwa susu organik memiliki rasa yang lebih kuat, kental dan alami. Rasa yang dihasilkan ini kemungkinan besar berasal dari makanan organik yang dikonsumsi oleh sapi-sapi penghasil susu. 

Jadi, apakah kamu akan mulai mengonsumsi susu organik nih?

Related posts
Gaya HidupKebugaranPria

5 Gerakan Senam Kegel untuk Pria

Diet & NutrisiGaya Hidup

Ini Dia Cara Diet yang Benar!

Diet & NutrisiKesehatan

12 Makanan Pereda Sakit Tenggorokan

Gaya HidupKebugaran

Gerakan Dasar dan Manfaat Senam Aerobik