Gaya HidupKebugaran

Ini Dia 6 Jenis Stretching Saat Olahraga

stretching saat olahraga

Kesibukan membuat kamu tidak sempat berolahraga? Bangun dan segera gunakan sepatu sportmu. Pernah dengar tentang bahaya rokok untuk kesehatan? Tidak berolahraga jauh lebih berbahaya dari itu, lho.

Kesibukan memang menyita banyak waktu kita, namun olahraga bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Di rumah, taman, lapangan, hingga fitness center yang mulai bertebaran di setiap sudut kota.

Baca Juga:

Selain memiliki banyak manfaat bagi tubuh, bahkan saat ini banyak orang yang menjadikan olahraga sebagai gaya hidup yang trendi dan modern. Namun perlu diperhatikan agar melakukan stretching atau peregangan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya cedera.

Jenis Stretching Saat  Olahraga

Stretching, alias peregangan ini memegang peranan penting saat berolahraga namun kerap kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, dengan melakukan stretching, kita bisa mengondisikan tubuh agar lebih siap dan tidak kaget saat berolahraga yang rentan berujung pada kram hingga cedera.

Resiko melewatkan stretching saat olahraga memang begitu signifikan, namun nampaknya tidak mendapat perhatian dari banyak orang. Beberapa orang beralasan keterbatasan waktu adalah alasan mereka melewatkan stretching saat berolahraga, padahal sejatinya stretching dapat dilakukan dengan waktu yang singkat asal tekniknya benar, maka olahraga yang dilakukan pun akan terasa lebih optimal manfaatnya.

Dibawah ini adalah 6 jenis stretching yang bisa kamu coba sebelum melakukan olahraga.

1. Stretching Statis

jenis stretching saat olahraga

Stretching ini adalah stretching yang umumnya sering dilakukan sebelum olahraga karena stretching statis dianggap efektif untuk meningkatkan fleksibilitas otot tubuh kamu.  Stretching statis adalah gerakan pemanasan dengan bentuk peregangan yang dapat dilakukan dari tubuh bagian atas hingga tubuh bagian bawah. Dilakukan secara perlahan hingga timbul rasa nyeri pada otot yang kamu regangkan.

Tujuan stretching semacam ini adalah untuk membuat otot dalam situasi siap melakukan kerja yang lebih berat dimana otot akan terulur sempurna sehingga terhindar dari kram saat berolahraga. Selain itu rutin melakukan stretching statis juga dapat meningkatkan rentang gerak kamu dalam gerak fungsional sehingga fleksibilitas tubuh menjadi maksimal.

Stretching ini biasanya dilakukan dalam hitungan satu hingga delapan secara perlahan dengan mempertahankan gerakan peregangan antara 10 hingga 30 detik. Peregangan statis yang dilakukan secara rutin dapat mengembangkan kelentukan, lho.

Itu sebabnya peregangan statis banyak dimanfaatkan untuk latihan kebugaran jasmani. Bila dibandingakan dengan peregangan dinamis, peregangan statis juga memiliki keuntungan yang lebih baik seperti misalnya resiko cedera yang lebih minimal hingga dapat menghemat energi.

2. Stretching Dinamis

jenis stretching

Stretching dinamis sebenarnya memiliki kesamaan dengan stretching statis dimana tujuan dari pemanasan ini juga untuk meregangkan otot agar siap melakukan kerja yang lebih berat, namun stretching dinamis lebih jauh lagi bertujuan untuk meningkatkan ruang gerak otot dan sendi tubuh sehingga tubuh terasa lebih relaks dan siap menerima beban kerja yang lebih berat.

Gerakan dalam pemanasan jenis ini dilakukan dengan memutar atau memantul-mantulkan anggota tubuh secara berirama dan saling berkesinambungan atau saling berkaitan.

Contoh gerakan stretching dinamis yaitu gerakan menekuk siku tangan di depan dada lalu merentangkannya atau gerakan mengangkat tangan dan diayunkan ke arah belakang secara berirama. Stretching ini biasanya dilakukan dalam hitungan satu hingga delapan dengan dua kali pengulangan.

Tujuan stretching ini dimaksudkan untuk melemaskan otot-otot yang kaku. Ada banyak sekali manfaat yang dapat kamu peroleh jika melakukan aktivitas latihan peregangan dinamis secara teratur setiap harinya.

Selain menambah fleksibilitas tubuh, peregangan dinamis ini juga dapat membantu peredaran darah menjadi lancar sehingga pembuluh darah menjadi terpelihara dengan baik. Peregangan ini juga dapat membantu dapat menguatkan otot jantungmu. Hasil yang diperoleh saat melakukan peregangan juga akan menjadi lebih maksimal jika diimbangi dengan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi.

3. Stretching Pasif

jenis stretching

Jenis stretching yang satu ini sedikit berbeda karena menggunakan sejenis bantuan dari luar dengan tujuan membantumu untuk mencapai peregangan. Bentuk bantuan yang diberikan ini bisa jadi beragam, yang paling sederhana seperti misalnya memegang erat tubuh kita, menggunakan tali, gravitasi, bantuan orang lain, atau juga bisa menggunakan perangkat peregangan.

Saat melakukan peregangan pasif, kamu dapat mengendurkan otot dan mencoba melakukan peregangan dengan cara bergantung pada kekuatan dari luar dengan tujuan menahan dan membantumu meregang. Stretching pasif cenderung tidak mengharuskanmu bekerja dengan sangat keras saat melakukan peregangan.

Yang perlu diingat, kekuatan eksternal akan jauh lebih kuat dibanding dirimu, sehingga resiko cedera sangat mungkin terjadi bila kamu tidak berusaha mengimbangi kekuatan eskternal tersebut.

4. Stretching Aktif

jenis stretching

Definisi dari stretching aktif sendiri adalah jenis stretching yang melakukan peregangan otot, yang mana hal ini melibatkan kontraksi otot yang bertentangan dengan yang kamu regangkan. Saat melakukan stretching pasif ini, kamu tidak menggunakan tubuh, tali, gravitasi, orang lain atau perangkat peregangan seperti pada peregangan pasif.

Pengenduran otot yang akan kamu alami saat peregangan aktif sangat bergantung pada otot lainnya saat memulai peregangan. Jenis peregangan yang satu ini kerap dianggap challenging oleh banyak orang karena sangat mengandalkan kekuatan otot untuk menghasilkan peregangan yang optimal.

Dari segi resiko cedera, jenis stretching ini lebih rendah resiko dibanding stretching pasif karena kamu hanya mengandalkan kekuatan sendiri tanpa kekuatan eksternal, sehingga dapat terhindar dari resiko cedera. Dengan catatan, kamu harus selalu mengingat seberapa jauh batas kemampuan tubuhmu sendiri, ya.

5. Stretching Isometrik

jenis stretching-1

Selain keempat jenis peregangan diatas yakni statis, dinamis, aktif, serta pasif, jenis stretching lainnya adalah stretching isometrik. Dalam melakukan jenis peregangan yang satu ini, kamu menolak peregangan dengan cara menarik otot ke posisinya.

Contohnya, arahkan partnermu untuk memegang kakimu tinggi-tinggi, kemudian cobalah tarik kaki ke arah yang berlawanan. Stretching isometrik ini adalah salah satu metode stretching yang paling aman serta efektif untuk meningkatkan jangkauan sendi gerakmu. Peregangan jenis isometrik ini juga berfungsi memperkuat tendon dan ligamen serta dapat mempertahankan fleksibilitas.

6. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)

jenis stretching

Proprioceptive Neuromuscular Facilitation atau lebih sering disebut PNF adalah peregangan dengan bantuan alat dan juga manusia untuk meningkatkan fleksibilitas otot. Kamu bisa melakukan stretching model ini sendiri ataupun bersama teman, dan metode ini terbukti lebih efektif dalam meningkatkan rentang gerak tubuh dan menambah semangat berolahraga dengan adanya teman yang membantu stretching ini.

Sebaiknya PNF stretching dilakukan seusai latihan, saat dirasa otot kamu telah memanas, dan umumnya sama seperti stretching statis dilakukan dalam hitungan satu hingga delapan secara perlahan dengan mempertahankan gerakan peregangan hingga dirasa otot sudah meregang maksimal.

Nah itu dia 6 jenis stretching yang dapat kamu coba sebelum berolahraga. Yuk, jangan lagi melewatkan stretching sebelum berolahraga, ya!

Related posts
Gaya HidupKebugaran

Olahraga dengan Barbel untuk Pemula

Diet & NutrisiGaya Hidup

Hati-hati Memilih Salad Sayur untuk Diet

Gaya HidupKebugaranWanita

8 Olahraga untuk Payudara Kencang Alami

Diet & NutrisiGaya Hidup

Serba Serbi Pedoman Gizi Seimbang yang Perlu Kamu Tahu