Gaya HidupKebugaran

Selain Kalkulator BMI, Ini Metode Hitung Berat Badan Ideal

kalkulator BMI

Berat badan ideal memang menjadi idaman bagi banyak orang. Memiliki berat badan di angka ideal tentunya akan meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, menjaga bobot di angka ideal sama artinya dengan menjaga kesehatan, karena tentunya kekurangan ataupun kelebihan berat badan tidak baik bagi tubuh.

Baca Juga:

Asupan makanan yang dikonsumsi tiap hari tidak boleh berlebihan ataupun kurang dari standar ideal agar berat badan tubuh tidak melonjak baik naik ataupun turun. Untuk mengetahui berat badan ideal, tentunya ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

Mulai dari umur, kondisi tubuh, hingga perbedaan jenis kelamin. Berikut beberapa metode hitung berat badan ideal yang wajib kamu ketahui!

Metode Hitung Berat Badan Ideal

kalkulator BMI

1. Menghitung berat badan ideal bayi usia 0 – 12 bulan

Meskipun belum bisa mengonsumsi sendiri makanannya, jangan mengira bayi bebas mengonsumsi apa saja yang ia mau tanpa memikirkan berat badan. Bayi berusia 0 – 12 bulan juga memiliki batasan berat badan yang ideal. Cara menghitungnya ialah mengikuti rumus sebagaimana berikut :

Berat badan ideal bayi = [umur (dalam satuan bulan) : 2] + 4

Contohnya bila seorang bayi yang berusia 7 bulan, maka berat badan yang seharusnya adalah = (7 : 2) + 4 = 7,5 kilogram.

2. Menghitung berat badan ideal anak usia 1- 10 tahun

Apabila anak telah menginjak usia satu tahun, cara menghitung berat badan idealnya berbeda dengan cara sebelumnya. Rumusnya adalah seperti berikut :

Berat badan ideal anak = 2n + 8

*n = usia anak dalam satuan tahun

Contohnya jika seorang anak berusia 7 tahun 6 bulan, maka berat badan idealnya adalah = (2 x 7,5) + 8 = 23 kilogram.

3. Berat badan ideal versi kalkulator BMI (pria dan wanita)

Bagi yang berusia diatas 1 tahun sampai manula, terdapat dua metode penghitungan berat badan yang ideal. Kedua metode ini adalah metode yang paling sering digunakan, yakni metode kalkulator BMI dan Brosca.

Kalkulator BMI mengacu pada body mass index, yakni perbandingan antara tinggi dan berat badan. Penghitungan berat badan ideal yang menggunakan metode BMI akan menghasilkan angka dalam skala tertentu, yang mana angka-angka ini akan diklasifikasikan dan menyatakan kondisi badanmu. Rumusnya seperti berikut :

BMI = berat badan (dalam kilogram) : tinggi badan (dalam meter)2

Berikut adalah panduan membaca nilai dari kalkulator BMI :

  • < 17 = berat badan di bawah ideal
  • 17 – 25 = berat badan ideal
  • > 25 = berat badan berlebih
  • > 35 = obesitas

Misalnya, Sarah memiliki tinggi badan 160 cm dengan berat badan mencapai 50 kilogram. Maka nilai BMI-nya adalah:

BMI = 50 : 1,62 = 19,53

Artinya, berat badan Sarah tergolong dalam klasifikasi ideal karena angka yang dihasilkan antara 17-25.  

4. Rumus Brosca

Rumus Brosca adalah metode penghitungan yang paling sering dipakai dan menghasilkan angka yang relatif akurat. Rumusnya dibedakan menurut jenis kelamin. Untuk pria, rumusnya adalah :

Berat badan ideal = [tinggi badan (cm) –  100] – {[tinggi badan (cm) – 100] x 10%}

Sementara bagi kaum wanita, rumusnya sebagai berikut :

Berat badan ideal = [tinggi badan (cm) –  100] – {[tinggi badan (cm) – 100] x 15%}

Contohnya, Ara adalah seorang wanita dengan tinggi badan 150 cm. Maka berat badan ideal Ara yang seharusnya adalah :

[150 – 100] – [(150 – 100) x 15%] = 42,5 kg

5. Cara menghitung berat badan ideal untuk ibu hamil

Bagi perempuan yang tengah mengalami masa kehamilan, adalah hal yang wajar bila bobot tubuh mengalami kenaikan yang signifikan. Metode penghitungan berat badan ideal bagi ibu hamil tentunya berbeda dengan metode biasa.

Metode penghitungan ini mempertimbangkan faktor lamanya usia kehamilan serta berat badan normal janin yang dikandung. Berikut adalah rumus berat badan ideal ibu hamil. 

Berat badan ideal ibu hamil = berat badan ideal + [usia kehamilan (dalam minggu) x 0,35]

Misalnya Bu Ina tengah memasuki usia kehamilan minggu ke-20. Berat badan idealnya jika  dihitung menggunakan rumus Brosca ialah 51 kg. Maka berat badan ideal yang harus dimiliki oleh Bu Ina di minggu ke-20 kehamilannya adalah :

51 + (20 x 0,35) = 58 kg

Kebiasaan yang Mampu Menurunkan Berat Badan

kalkulator BMI

Sudah menghitung berat badan, dan ternyata melampaui angka ideal? Itu artinya kamu harus melakukan usaha untuk menurunkan berat badan agar berada di angka ideal. Berikut beberapa kebiasaan yang mampu membantumu menurunkan berat badan :

1. Tidak melewatkan sarapan

Menurut hasil penelitian, orang-orang yang berhasil mencapai bobot idealnya adalah mereka yang tidak pernah melewatkan sarapan. Sarapan mampu membantumu untuk mengontrol nafsu makan yang cenderung berlebihan.

Orang yang tidak melewatkan sarapannya memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding orang yang tidak sarapan. Untuk kamu yang ingin menurunkan berat badan, pilihlah menu sarapan yang sehat seperti oatmeal, roti gandum, sereal, buah segar potong, telur, hingga dada ayam panggang/rebus tanpa kulit. 

2. Rutin menimbang berat badan 

Rajin menimbang berat badan setidaknya sekali dalam seminggu akan memungkinkan kamu untuk mengambil tindakan secara sigap dan segera bila angka di timbangan mulai bergerak naik ataupun stagnan.

Hasil dari percobaan klinis menunjukkan orang yang menimbang berat badan sekurang-kurangnya lima hari dalam seminggu mampu menurunkan berat badan tiga kali lebih banyak dibanding mereka yang tidak rutin melakukan timbang badan. 

3. Sering berolahraga 

Sudah banyak studi yang menunjukkan fakta bahwa olahraga berperan besar dalam program penurunan berat badan. Hampir 90 persen dari mereka yang berhasil mendapat berat ideal meluangkan waktunya untuk berolahraga sekitar 60 menit setiap hari secara rutin sepanjang minggu.

42 persen yang berhasil menurunkan berat badannya rutin berolahraga minimal lima hari dalam seminggu. Jika kamu tidak melakukan olahraga sama sekali, maka penurunan berat badan tidak akan menampakkan hasil yang memuaskan. Otot-otot justru akan mengalami kendur dan tidak efektif untuk membakar lemak. 

4. Pilih makanan berkualitas

Fokus pada kualitas pilihan makanan seperti contohnya buah, sayur, biji-bijian, atau protein tanpa lemak, menghindari kebiasaan ngemil, menerapkan pola makan yang teratur, dan meminimalisir membeli jajan di luar rumah yang cenderung kurang sehat. 

Related posts
Gaya HidupKebugaran

Olahraga dengan Barbel untuk Pemula

Diet & NutrisiGaya Hidup

Hati-hati Memilih Salad Sayur untuk Diet

Gaya HidupKebugaranWanita

8 Olahraga untuk Payudara Kencang Alami

Diet & NutrisiGaya Hidup

Serba Serbi Pedoman Gizi Seimbang yang Perlu Kamu Tahu