Kecantikan

Tips Memilih Pelembab Untuk Kulit Berjerawat

pelembab untuk kulit berjerawat

Berbeda dengan jenis kulit yang normal, jenis kulit berjerawat cukup rentan akan penggunaan produk-produk tertentu. Salah memilih jenis produk mampu menyebabkan masalah jerawat di kulit wajah semakin memburuk. Sementara di sisi lain, kulit berjerawat juga memerlukan treatment yang khusus melalui penggunaan produk-produk tertentu untuk mengatasi masalah jerawat.

Salah satu produk skincare yang tidak boleh dilewatkan untuk memperbaiki kondisi kulit agar kembali sehat adalah pelembab. Beberapa orang memilih untuk menghindari produk pelembab wajah karena meyakini bahwa produk ini dapat memperparah kondisi jerawat mereka. Benarkah begitu?

Baca Juga:

Nyatanya, produk pelembab yang tepat dapat membantu mengembalikan kondisi dan tekstur kulit kembali sehat sehingga membantu mengatasi masalah jerawat.

Beberapa jenis pelembab memang sangat rich dan bertekstur padat sehingga rentan menyisakan residu di kulit wajah dan membuat pori-pori menjadi tersumbat hingga timbul jerawat. Namun tentunya hal ini tidak akan terjadi bila kita dapat memilih jenis pelembab untuk kulit berjerawat yang tepat. Berikut tipsnya.

1. Kenali Jenis Jerawat

pelembab untuk kulit berjerawat

Hal pertama yang harus diperhatikan saat menentukan jenis pelembab yang cocok adalah mengenali jenis jerawat.

Usia remaja:

  • Apabila kamu masih remaja dimana sekresi sebum pada kulit sedang mencapai titik paling aktif hingga mengganggu keseimbangan kulit dan menimbulkan jerawat, dianjurkan untuk menggunakan jenis pelembab yang berguna untuk membersihkan sisa-sisa sebum di kulit wajah. Biasanya jenis pelembab ini mengandung bahan peeling serta anti bakteri.
  • Metabolisme kulit yang cenderung aktif di usia remaja membuat penggunaan pelembab yang memiliki fungsi membersihkan sebum berlebih pada kulit akan bekerja secara lebih efektif untuk mengatasi masalah jerawat. Pilihlah jenis pelembab yang memiliki fungsi bakterisida ataupun peeling sekaligus mampu memberikan kelembaban yang tinggi pada kulit agar tidak terjadi over-exfoliating.

Dewasa

  • Bagi kamu yang berusia 20 hingga 30 tahun, biasanya jerawat timbul akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti misalnya begadang, kebiasaan merokok, ataupun stres. Di usia ini, ketahanan kulit juga cenderung menurun. Selain itu, kurangnya kadar vitamin serta mineral dalam tubuh yang diperparah dengan berlebihnya konsumsi makanan berlemak juga dapat berperan dalam menimbulkan masalah jerawat.
  • Jenis pelembab wajah yang cocok bagi kulit berjerawat di usia dewasa adalah produk yang mampu menjaga kelembaban kulit. Penggunaan pelembab jenis ini akan sangat membantu untuk menghidrasi kulit agar tidak kering dan memproduksi minyak berlebih yang kerap memicu timbulnya jerawat.
  • Pelembab yang mampu menjaga kelembaban kulit akan membantu mengembalikan kondisi kulit yang sehat, lembab dan segar. Selain itu, kamu bisa memilih jenis pelembab yang dilengkapi dengan berbagai vitamin seperti vitamin E ataupun bahan tambahan seperti aloe vera yang membantu menunjang kelembaban kulit.

2. Mengandung Bahan Aktif Atasi Jerawat

pelembab untuk kulit berjerawat

Saat ingin memilih pelembab untuk perawatan kulit berjerawat, adalah hal yang penting untuk memerhatikan kandungan bahan-bahannya. Sebab, terdapat beberapa jenis produk yang mampu merawat jerawat dan ada pula produk-produk dengan kandungan bahan yang bisa memperparah kondisi jerawat.

Untuk mengatasi radang jerawat pada wajah, pilihlah produk pelembab yang mengandung bahan-bahan berikut ini:

  • Antiinflamasi. Kandungan bahan antiinflamasi ini berguna untuk mencegah serta mengurangi peradangan pada kulit. Beberapa jenis bahan yang termasuk dalam antiinflamasi adalah Glycyrrhizic acid 2K dan glycyrrhetic acid stearyl. Keduanya merupakan bahan yang sering digunakan guna menekan gejala kulit merah, panas, atau gatal akibat peradangan.
  • Vitamin C. Agar kulit dapat beregenerasi dengan baik sehingga masalah jerawat segera teratasi , kamu bisa memilih produk pelembab dengan kandungan vitamin atau vitamin C derivatif. Vitamin C dapat memberikan efek anti-inflamasi sekaligus membuat produksi sebum menjadi berkurang. Hal ini yang membuat vitamin C mampu memicu terjadinya regenerasi kulit. Akan tetapi, hanya vitamin C derivatif yang dapat diserap oleh kulit. Termasuk diantaranya ialah vitamin C phospate, ascorbic acid glucoside, dan masih banyak lagi.
  • Vitamin B2. Selain vitamin C, vitamin B2 juga dapat membantu mengurangi produksi sebum berlebih.
  • Vitamin A. Vitamin A juga memiliki khasiat mendukung pertumbuhan epidermis kulit dan mempercepat proses regenerasi kulit, dan lainnya. Tentu saja asupan vitamin semacam ini tidak hanya bisa didapatkan dari  sekedar mengonsumsi produk perawatan kulit saja. Agar efeknya terasa lebih maksimal, kamu bisa memperolehnya dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Bersifat Oil Free . Ada baiknya untuk memilih jenis pelembab wajah yang bersifat oil free . Produk pelembab wajah yang mengandung minyak berpotensi mengganggu keseimbangan kadar sebum pada kulit dan menyebabkan timbulnya jerawat di kulit wajah. Sisa sebum yang berlebih ini menjadi ‘makanan’ bagi bakteri penyebab timbulnya jerawat, yang berakibat semakin meningkatnya jumlah jerawat yang muncul di wajah. Karenanya, wajib untuk memilih produk pelembab wajah dengan kandungan minyak yang minim atau bahkan tidak mengandung minyak sama sekali.
  • Bebas dari kandungan alkohol. Selain minyak, kandungan alkohol pada produk pelembab juga patut dihindari oleh pemilik kulit berjerawat. Alkohol memang mampu memberikan sensasi rasa segar dan mengurangi rasa gatal pada kulit yang sedang berjerawat, namun di saat yang sama juga membuat kulit menjadi lebih kering. Kondisi kulit yang kering ini tidak baik karena hanya akan memperparah masalah jerawat. Pilihlah produk yang tidak mengandung alkohol dan turunan lainnya seperti ethanol dan semacamnya.

3. Pilih yang Teksturnya Ringan

pelembab kulit berjerawat

Pelembab untuk kulit berjerawat sebaiknya tidak menimbulkan iritasi dan juga tidak banyak mengandung zat tambahan atau aditif. Zat aditif ini biasanya ditambahkan untuk memengaruhi tekstur pelembab agar menjadi lebih kenyal atau lembut sehingga lebih disukai oleh masyarakat. Namun zat aditif yang berlebih akan meninggalkan residu pada kulit sehingga sangat tidak disarankan bagi pemilik kulit berjerawat agar masalah jerawat yang diderita tidak semakin parah.

Pilih jenis pelembab yang teksturnya ringan, lightweight, dan gampang terserap oleh kulit wajah dan tidak meninggalkan kesan berat dan lengket saat diaplikasikan. Kamu bisa memilih jenis pelembab yang teksturnya watery, atau water based alias berbahan dasar air sehingga terasa ringan saat digunakan. Pelembab jenis lotion atau gel yang teksturnya encer juga dapat menjadi opsi alternatif bagi kulit berjerawat.

Menjaga kesehatan kulit memang penting oleh karena itu kamu juga butuh banyak info tentang kesehatan kulit dan kecantikan yang dapat kamu akses di Okadoc Indonesia.

Related posts
KecantikanKulit

7 Tips Memilih Serum untuk Kulit Berminyak

KecantikanKulit

7 Tips Memilih Skincare untuk Kulit Berminyak

KecantikanKulit

Penyebab Pori-Pori Membesar yang Harus Kamu Tahu

KecantikanKulit

5 Tanda Skincare Tidak Cocok dengan Kulitmu