KecantikanKulit

Penyebab Pori-Pori Membesar yang Harus Kamu Tahu

Penyebab Pori-Pori Membesar

Dulu kamu mungkin merasa kulit wajahmu begitu halus. Namun seiring waktu, kamu mungkin baru sadar bahwa mulai terlihat pori-pori besar terutama di area hidung. Pori-pori ini bahkan terus membesar saat usia semakin bertambah. Apa yang sebenarnya terjadi? Bisakah pori-pori yang membesar ini diatasi dengan segera?

Baca Juga:

Kenali apa penyebab pori-pori membesar dan apa solusi terbaik menangani masalah kulit yang banyak terjadi di kalangan remaja hingga usia dewasa yuk! Berikut penjelasannya.

Definisi: Apa itu Pori-Pori?

Penyebab Pori-Pori Membesar

Pori-pori merupakan lubang halus yang sangat kecil di seluruh lapisan kulit manusia. Setiap rambut halus atau folikel ada di dalam pori-pori yang fungsinya menjaga agar keringat bisa keluar sehingga tubuh tetap sejuk.

Sementara pori-pori di wajah yang umumnya berukuran kecil bisa berubah menjadi besar karena beberapa faktor. Mulai dari faktor keturunan, penuaan, hingga masalah cara merawat wajah yang salah. 

Jika kamu termasuk yang mengalami masalah pori-pori besar ini, kamu tentu ingin mengatasinya dengan aman. Sehingga ada baiknya kamu menghubungi dokter kulit untuk berkonsultasi lebih lanjut. 

Penyebab Pori-Pori Membesar

Penyebab Pori-Pori Membesar

Ada beberapa penyebab pori-pori besar. Satu orang bisa memiliki satu faktor penyebab yang mendominasi masalah kulit ini. Sementara yang lain bisa memiliki pori-pori besar karena beberapa penyebab sekaligus. 

1. Keturunan/Genetik

Kondisi kulit berminyak pada dasarnya juga dipengaruhi oleh kondisi genetik terkait fluktuasi hormon. Bahkan menurut ahli kulit, faktor genetik ini merupakan salah satu faktor paling dominan yang menentukan ukuran pori-pori. Apalagi ini termasuk faktor yang tak bisa dikontrol.

Jika anggota keluargamu kebanyakan bermasalah dengan pori-pori besar, kamu bisa jadi akan mengalaminya juga. Faktor keturunan ini juga berdampak dengan jenis kulit berminyak dan ketebalan kulit. Semakin tebal dan berminyak kulitmu maka pori-pori yang membesar akan tampak semakin jelas. 

2. Faktor Bertambahnya Usia

Selain soal genetik, faktor penuaan merupakan penyebab yang mempengaruhi pembesaran pori-pori yang tak bisa kita kontrol. Semakin tua, kulit pun semakin menua. Elastisitas atau kekencangan kulit akan perlahan hilang, membuat kulit mengendur sehingga pori-pori kulit semakin melebar. 

Selain itu, kulit juga semakin menebal seiring pertambahan umur. Menyebabkan sel-sel kulit yang kecil berkumpul di sekitar pori-pori dan membuatnya terlihat besar. 

Penuaan kulit juga diperburuk dengan adanya paparan sinar UV yang merusak kolagen. Semakin bertambah usia, jumlah kolagen yang diproduksi kulit semakin berkurang. Padahal kolagen memiliki peran vital dalam mempertahankan elastisitas kulit, menjaga kulit tetap muda, padat, dan kencang. Tanpa kolagen, kulit yang mengendur tak bisa kembali lagi sehingga pori-pori pun semakin jelas terlihat.

3. Pori-Pori Wajah Tersumbat 

Sadar atau tidak jika kondisi kulit berminyak dan pori-pori besar itu kadang muncul bersamaan. Pori-pori membesar membuat sebum atau minyak di wajah terperangkap di pori-pori. Membuatnya semakin besar dan menjadi jerawat. Minyak di wajah juga semakin banyak dan membuat wajah menjadi kusam. 

Salah satu rekomendasi yang umum untuk mengatasi masalah pori-pori besar ini adalah pengelupasan atau eksfoliasi dengan face scrub. Tentunya kamu tak boleh lupa untuk menjalani rutinitas mencuci wajah dengan face wash yang lembut khusus tipe kulitmu setiap hari. 

Dengan menambahkan proses eksfoliasi setidaknya sekali dalam seminggu (maksimal 2 kali seminggu), kamu bisa membantu proses pengelupasan sel-sel kulit mati semakin cepat. Menjaga kulit bersih dan pori-pori terhindar dari akumulasi minyak wajah dan kotoran penyebab pori-pori tersumbat. 

Jika proses eksfoliasi ini kamu skip dari rutinitas, kamu akan berpeluang terkena komedo alias blackheads yang justru membuat pori-pori makin besar.

4. Terpapar Sinar Ultraviolet dari Sinar Matahari

Paparan matahari terutama sinar UV A atau B menjadi penyebab pori-pori membesar yang harus kamu waspadai. Sinar matahari sebenarnya bisa mempertebal kulit. Membuatnya terjaga dari sensitivitas yang bisa membahayakan kulit. Tetapi, dampak dari hal ini adalah pembesaran pori-pori. 

Begitu juga jika terpaan sinar matahari ini terlalu lama. Kulit bisa terbakar, dehidrasi, mengurangi produksi kolagen, elastin, dan air dari kulit. Membuat jaringan kulit menyusut dan menarik ujung-ujung pori-pori. Sehingga pori-pori tampak kendur dan membesar.

Menurut American Academy of Dermatologists, faktor utama yang menjadi penyebab pori-pori membesar ini adalah dari paparan sinar matahari yang merusak. Sekitar 80% masalah ini akibat paparan sinar matahari, sementara 20% sisanya akibat faktor genetik.

5. Memiliki Komedo

Komedo yang berwarna hitam atau dikenal dengan blackheads merupakan minyak atau sebum yang terjebak di dalam pori-pori kulit dan teroksidasi (terkena udara). Komedo tampak seperti bintik-bintik hitam di permukaan kulit. Komedo sering ditemui di area T seperti dahi, hidung, dan dagu.

Sel-sel kulit mati, sebum, atau bakteri yang menyumbat pori-pori menjadikan ini salah satu faktor penyebab pori-pori membesar. Ukuran pori-pori yang sebelumnya kecil menjadi bertambah besar karena “terisi” material dari komedo atau jerawat. Selain itu karena warnanya yang hitam, blackheads membuat pori-pori yang besar kelihatan lebih jelas dibandingkan whiteheads (komedo putih). 

Mitos tentang Penyebab Pori-Pori Besar 

Penyebab Pori-Pori Membesar

Selain penjelasan tentang penyebab pori-pori besar, kamu juga perlu tahu bahwa ada kesalahpahaman tentang penyebab pori-pori besar yang terlanjur meluas. Beberapa mitos tentang pori-pori besar yang ternyata kurang tepat itu harus diluruskan agar kamu tahu akar permasalahan sebenarnya terkait pori-pori kulit. 

  • Penyebab pori-pori besar adalah diet makanan. Hal itu kurang tepat, karena sebenarnya dampak diet pada kulit tidak terlalu signifikan.
  • Memakai produk kosmetik untuk mengurangi minyak bisa memproduksi minyak berlebih dan membuat pori-pori besar. Hal ini tidak tepat karena mencuci wajah 2 kali sehari bisa mengurangi sebum di wajah, membersihkan kotoran dan kuman, mencegah pori-pori tersumbat, serta meminimalkan komedo. Sehingga kulit bebas dari sumbatan yang membuat pori-pori membesar. 

Bagaimana Cara Mengatasi Pori-pori Besar?

Penyebab Pori-Pori Membesar

Ingin mengatasi pori-pori yang membesar? Sayang sekali, tidak ada cara untuk mengembalikan pori-pori besar menjadi kecil kembali. Apalagi semakin bertambah tua usia, pori-pori semakin terlihat jelas.

Meski begitu beberapa teknik bisa membantu meminimalkan tampilan kulit sehingga terlihat mulus dan rata. Solusi ini bisa dilakukan melalui prosedur teknologi kedokteran kulit yang canggih, penggunaan obat dengan resep dokter, maupun dengan cara alami yang bisa menyamarkan kondisi pori-porimu. 

Cara ini sebaiknya kamu konsultasikan dulu dengan dokter spesialis kulit yang kamu percaya. Apa yang disarankan dalam tulisan ini tidak menggantikan saran dari ahli kesehatan atau dokter. 

Penggunaan skincare yang mengandung alpha hydroxy acids (AHA) bisa membantu peremajaan kulit. Begitu pula dengan pemakaian sunscreen setiap hari dengan SPF 30 bisa mencegah kerusakan kolagen di kulit. Pori-pori besar akan bisa diatasi atau diperlambat dengan cara-cara ini.

1. Lakukan facial wajah oleh spesialis kulit atau ahli yang profesional

Facial berfungsi membantu membersihkan kotoran, bakteri, dan sel-sel kulit mati, serta mengurangi kelebihan minyak. Proses eksfoliasi berguna untuk meremajakan wajah dan memperbaiki tekstur kulit menjadi lebih lembut. 

2. Menggunakan Alpha hydroxy acids (AHA)

Secara alami AHA dapat ditemukan di berbagai buah-buahan. Dalam bentuk lain yakni bahan yang mengandung asam glikolat, asam sitrat, asam laktat, asam malat, dan asam tartarat. Semua jenis asam ini bisa membantu mengatasi masalah pori-pori membesar akibat paparan sinar UV yang merusak.

3. Gunakan perawatan kulit dengan antioksidan tinggi seperti vitamin C

Bahan-bahan ini membantu meningkatkan produksi kolagen sehingga kulit terhindar dari pori-pori besar dan keriput.

4. Secara medis, ada prosedur mikrodermabrasi dan peeling kimia

Bahkan menurut The American Academy of Dermatologists cara mengecilkan pori-pori dan menghaluskan kulit bisa dilakukan dengan teknik yang disebut nonablative laser resurfacing. Sekali lagi, kamu perlu konsultasi dulu dengan dokter ahli sebelum menerapkan prosedur ini. 

5. Menyamarkan dengan makeup

Jika semua cara belum berhasil, kamu bisa menggunakan strategi untuk meminimalkan tampilan pori-pori besar di kulit dengan memakai makeup yang pas. 

Mulai dengan foundation yang dibaurkan ke wajah dengan sponge khusus sehingga menghasilkan tekstur kulit yang rata. Lalu gunakan brush untuk meratakan loose powder di wajah. Hasilnya? Wajah tampak halus dengan tekstur tone kulit yang rata. Pastikan juga makeup yang kamu pakai tidak menutup pori-pori sehingga kulitmu tetap bisa bernafas.

Semoga bermanfaat, ya!

Related posts
KesehatanKulit

Penyebab Keloid dan Cara Alami Mengatasinya

KecantikanKulit

7 Tips Memilih Toner untuk Kulit Berminyak

KecantikanKulit

Apa Saja Cara Efektif Menghilangkan Milia di Wajah?

GigiKecantikan

Jenis Retainer Gigi dan Cara Merawatnya