KecantikanRambut

Penyebab dan Cara Mengatasi Rambut Rontok Pada Wanita

Rambut Rontok

Rambut rontok memang menjadi salah satu masalah utama wanita, terutama bagi mereka yang berhijab. Jika masih dalam batas normal, rambut rontok tidak menjadi masalah besar. Namun, jika jumlah rambut yang rontok di atas jumlah normal dan intensitasnya meningkat, inilah yang harus diwaspadai. Tapi, apa sih yang menjadi penyebab dari rambut rontok pada wanita? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Memahami Rambut Rontok pada Wanita

Rambut Rontok

Selayaknya kebun, keadaan rambut sehat bisa diketahui dari kokohnya akar dan sehatnya permukaan kulit kepala. Menurut Wendy Roberts, seorang dermatologis di Rancho Mirage, siklus tumbuhnya rambut penting karena ketika mereka kekurangan nutrisi, rambut – rambut di kepala pun menjadi lemah dan mudah rontok.

Segala macam hal yang kita pakai untuk perawatan rambut seperti obat – obatan, ramuan kimia ataupun penyakit tertentu dapat menjadi faktor penentu dari ketidakwajaran siklus tumbuh dan kuatnya akar rambut.

Baca Juga:

Meski saat ini kebanyakan rambut rontok lebih dekat dengan image menyerang para pria, kenyataannya, rambut rontok pun terjadi secara masif kepada wanita. Biasanya, wanita mulai mengalami rambut rontok ketika sudah berumur 50 hingga 60 tahunan. Untuk mengatasinya, kita harus mengawasi keadaan, penyebab dan pengobatan yang memadai untuk kondisi rambut rontok pada wanita.

Siklus Pertumbuhan Rambut

Rambut Rontok

Pertumbuhan rambut manusia terbagi atas 3 siklus ; anagen, catagen dan telogen. 90% dari rambut yang ada di kepala kamu saat ini sedang dalam masa anagen atau masa pertumbuhan, siklus yang bisa berlangsung selama dua hingga delapan tahun.

Siklus selanjutnya adalah catagen atau masa transisi yang berlangsung selama 2 hingga 3 minggu. Dan yang terakhir adalah siklus telogen yang berlangsung selama 2 hingga 4 bulan, pada masa inilah rambut yang ada di kepala kamu rontok.

Sekitar 10% dari rambut yang ada di kepala kamu berada dalam masa transisi dan menuju rontok. Setiap tahunnya, rambut manusia kebanyakan tumbuh sepanjang 6 inci per tahun.

Kerontokan Rambut

Menurut American Academy of Dermatology, ada sekitar 50 hingga 10 helai rambut manusia yang rontok setiap harinya. Ketika keramas, seseorang bisa kehilangan sebanyak 250 helai rambut. Inilah penyebab kenapa rambut orang yang terlalu keramas menjadi semakin menipis. Pada saat bangun tidur juga sering dijumpai helai – helai rambut yang rontok dan juga ketika menyisir, jika diketemui jumlah helai rambut yang rontok lebih dari biasa pada saat – saat berikut, kamu harus waspada.

Biasanya rambut rontok pada wanita mulai terlihat di sepertiga atas kepala, meski terkadang kerontokan juga timbul pada bagian dahi. Menurut Nicole Rogers dari Old Metairie Dermatology, biasanya kerontokan rambut pada wanita baru terlihat ketika wanita tersebut menyibakkan rambut poni atau rambut bagian depannya ke arah belakang.

Kerontokan Rambut pada Wanita Bisa Berupa Turunan

Rambut Rontok

Menurut Nicole Rogers, kerontokan rambut pada wanita juga bisa diakibatkan oleh faktor keturunan. Dalam sesi konsultasinya, Nicole Rogers seringkali menanyakan bagaimana rupa dari ibu, tante atau nenek dari sang pasien. Jika terdapat kerontokan rambut lintas generasi, bisa dipastikan penyebab dari kerontokan itu sendiri adalah faktor genetik.

Kerontokan rambut yang disebabkan oleh faktor genetik biasa disebut androgenetic alopecia. Biasanya, kerontokan rambut jenis ini tidak harus menunggu lanjut usia, seorang wanita bisa mengalami kerontokan sejak remaja.

Selain faktor genetik, kerontokan rambut pada wanita bisa disebabkan oleh :

1. Perubahan hormon dan kondisi kesehatan

Berbagai penyakit atau situasi kesehatan tertentu dapat menyebabkan kerontokan rambut, baik secara permanen ataupun temporer. Perubahan hormon ketika seorang wanita mengandung, melahirkan, menopause ataupun mengalami masalah tiroid dapat mempengaruhi kerontokan rambut.

2. Konsumsi obat – obatan atau suplemen

Pada obat – obatan tertentu, kerontokan rambut menjadi efek samping yang jarang terjadi. Biasanya, obat – obatan untuk penyakit kanker, sendi, depresi, jantung dan tekanan darah tinggi yang menyebabkan efek samping merontokan rambut.

3. Pengobatan radiasi atau kemoterapi

Rambut – rambut yang ada di kepala kita akan jauh berkurang volumenya atau bahkan mungkin tidak akan tumbuh kembali setelah mengalami pengobatan radiasi atau kemoterapi.

4. Stress

Ketika seseorang mengalami stress dan tekanan berlebih, setelah beberapa bulan lamanya, tanpa sadar rambut kita akan menipis. Namun kabar baiknya, kerontokan rambut tipe ini akan menghilang secara sendirinya ketika kita sudah terbebas dari stress.

5. Gaya rambut

Pemakaian bahan kimia pada rambut secara terus menerus dan pemilihan gaya rambut yang mengharuskan rambut untuk selalu ditarik akan mengakibatkan kerontokan rambut yang disebut traction alopecia. Perawatan minyak rambut panas pun dapat menyebabkan peradangan pada kantung rambut dan menyebabkan kerontokan rambut.

Faktor – faktor resiko penyebab kerontokan rambut pada wanita

  • Faktor genetik keturunan dari keluarga
  • Umur
  • Turun berat badan secara signifikan
  • Penyakit tertentu seperti diabetes dan lupus
  • Stress yang berlebihan

Cara Mencegah Kerontokan Rambut

Rambut Rontok
  • Hindari gaya rambut yang menyiksa rambut seperti kepang, konde ataupun kuncir kuda
  • Kurangi kebiasaan memutar, menggosok atau pun menarik helai – helai rambutmu
  • Perlakukan rambutmu dengan baik saat keramas dan menyisir. Jika memungkinkan, pilihlah sisir dengan gerigi berjarak besar agar gaya tarik pada setiap helaian rambutmu berkurang
  • Hindari perlakuan perawatan rambut yang berlebihan seperti perawatan minyak panas pada rambut, mengeriting rambut hingga rebonding.
  • Hindari obat – obatan dan suplemen penyebab kerontokan rambut
  • Lindungi rambut kamu dari sinar matahari dan sinar ultraviolet berlebih
  • Berhenti dari kebiasaan buruk seperti merokok
  • Jika kamu sedang dalam pengobatan kemoterapi, ada baiknya untuk meminta cooling cap untuk mencegah resiko kerontokan rambut sepanjang proses kemoterapi berlangsung

Pengobatan untuk Kerontokan Rambut Pada Wanita

1. Minoxidil

Biasa dipakai untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi, namun ternyata minoxidil juga ampuh untuk menumbuhkan kembali rambut yang telah rontok. Salah satu penelitian menyebutkan jika minoxidil diaplikasikan langsung di kulit kepala, maka dapat menstimulus pertumbuhan rambut.

Namun, Minoxidil tidak dapat memberikan hasil yang signifikan dalam waktu singkat. Beberapa penelitian membuktikan efek menumbuhkan rambut dari minoxidil baru akan terlihat setelah 6 bulan hingga 1 tahun pemakaian.

2. Pemakaian anti androgen

Hormon anti androgen atau testosterone pada hormone pria diketahui dapat menekan laju kerontokan rambut pada wanita. Jika pemakaian minoxidil tidak ampuh menghadapi kerontokan, ada baiknya konsumsi anti androgen ini kamu pakai.

Tapi tentunya dengan persetujuan dokter karena efek dari pemakaian hormon ini adalah kenaikan berat badan, turunnya libido, depresi dan kelelahan.

3. Meningkatkan asupan zat besi

Kekurangan zat besi juga bisa menjadi penyebab dari kerontokan rambut pada wanita. Jika kamu memeriksakan kerontokan rambutmu pada dokter, biasanya ia akan memeriksa tingkat zat besi yang ada pada tubuhmu.

Kalau hasil lab menunjukkan tubuhmu kekurangan zat besi, biasanya dokter akan menuliskan resep suplemen zat besi yang akan menghentikan kerontokan rambut kamu. Sayangnya, pada beberapa kasus, konsumsi suplemen zat besi akan mengakibatkan sakit perut dan sembelit.

Related posts
KecantikanKulit

7 Masker Alami untuk Kulit Kering

Kecantikan

9 Tips Agar Bibir Tidak Hitam

KecantikanKulit

Serba-Serbi Memilih Skincare untuk Kulit Sensitif

KecantikanKulit

10 Manfaat Petroleum Jelly untuk Kulit