KecantikanKulit

5 Tanda Skincare Tidak Cocok dengan Kulitmu

Tanda Skincare Tidak Cocok

Banyak dampak negatif memakai skincare yang baru diketahui setelah hal buruk terjadi. Mulai dari jerawat parah, iritasi, kulit menjadi kemerahan, gatal, hingga sensitif saat terpapar sinar matahari. Dalam waktu 24 jam saja, kamu bisa merasakan ketidaknyamanan karena memakai kosmetik yang tidak sesuai. 

Baca Juga:

Jadi sebelum membeli produk incaranmu, kamu perlu tahu apa saja tanda skincare tak cocok. Termasuk cara meminimalkan risiko ketidakcocokan dan jenis bahan yang seringkali memicu reaksi hipersensitivitas di kulit. Apa saja? Berikut penjelasannya!

Tanda Skincare Tidak Cocok yang Muncul di Wajah

Tanda Skincare Tidak Cocok

1. Iritasi

Memang salah satu kasus ketidakcocokan skincare yang paling sering terjadi adalah masalah iritasi. Adanya iritan dalam produk skincare membuat reaksi peradangan muncul di area lokal kulit akibat kontak langsung dengan kulit.

Faktor penyebab

Beberapa bahan di dalam skincare seperti benzoil peroksida bisa menyebabkan iritasi ringan, kemerahan, atau sensasi terbakar selama berhari-hari. Kulit mengalami kontak dengan bahan skincare yang mengandung bahan iritan yang menurunkan fungsi sawar kulit. Sehingga sel-sel kulit mengalami kerusakan.

Iritasi biasanya juga terjadi karena kondisi kulit kering atau terluka. Kulit yang luka kehilangan perlindungan alaminya, sehingga mudah bereaksi dengan iritan.

Masalah iritasi berbeda-beda tingkatan keparahannya. Tergantung dari bahan iritan, durasi kontak, dan cara pemakaian skincare tersebut. Iritan kuat pada skincare bisa memberikan efek yang spontan. Langsung terasa setelah beberapa menit digunakan.

Sementara iritan yang lebih ringan, tidak langsung terasa efeknya. Namun proses akumulasi terus-menerus membuat kulit bereaksi dengan iritan dan mengalami gejala-gejala yang menyakitkan.

Gejala:

  • rasa terbakar
  • rasa seperti disengat
  • gatal ringan
  • bercak kemerahan
  • kulit kering dan bersisik.

Produk

Produk skincare yang bisa menimbulkan efek iritasi umumnya ditemukan pada skincare anti jerawat, pemutih wajah, produk anti penuaan. Serum dan krim untuk mengatasi keriput yang mengandung tretinoin termasuk yang sering menimbulkan iritasi akibat kontak pada sebagian orang. 

2. Jerawat dan Bruntusan

Kamu mengalami bruntusan di wajah? Hati-hati bisa jadi kamu tak cocok dengan skincare yang kamu pakai.

Faktor penyebab

Umumnya saat memakai produk skincare baru, akan timbul reaksi jerawat karena kulit beradaptasi dengan produk skincare. Proses adaptasi ini biasanya berlangsung 2-3 minggu. 

Namun bagi kamu yang ternyata kamu mengalami bruntusan parah dalam satu waktu dan tak kunjung sembuh juga, maka bisa jadi itu merupakan dampak akibat produk skincare tak sesuai denganmu.

Gejala:

  • jerawat besar pada kulit
  • bruntusan dalam jumlah banyak
  • bisul yang bengkak
  • kemerahan dan nyeri
  • inflamasi/meradang
  • kulit mengelupas
  • kulit kering

Produk 

Bruntusan atau jerawat karena tak cocok dengan skincare merupakan reaksi yang biasa timbul pada produk kosmetik yang sifatnya komedogenik. Misalnya, produk tersebut mengandung asam oleat, lanolin, lauril alkohol, petrolatum, dan zat sintetis lainnya.

Efek breakout karena skincare juga sering terjadi pada produk kosmetik dengan kandungan AHA (Alpha hydroxy acids), BHA, retinoid. Beberapa produk seperti pelembab , sunscreen, peeling dan scrub juga ditengarai memberikan efek yang sama. 

3. Wajah Menjadi Sangat kering atau Sangat Berminyak

Dampak skincare tak cocok adalah kekeringan pada wajah. Selain membuat wajah sangat kering, dampak negatif skincare yang tidak cocok adalah membuat kulit sangat berminyak.

Faktor penyebab

  • Wajah kering: Kulit terlihat retak atau keriput, dan terasa sangat kering. Penyebabnya beberapa skincare mengandung pH yang terlalu asam atau terlalu basa. Sehingga mempengaruhi pH alami kulit yang cenderung asam. Ketidakcocokan kulit dengan bahan seperti turunan minyak mineral dan alkohol juga membuat wajah menjadi sangat kering. 
  • Wajah berminyak: Produk skincare yang memiliki konsentrasi zat terlalu kuat dalam mengurangi minyak berlebih justru bisa merusak minyak alami kulit dan membuat kelenjar minyak memproduksi minyak semakin banyak.

Gejala:

  • Kulit sangat kering
  • Bersisik
  • Kulit mengelupas 
  • Kadang diiringi gatal yang hebat
  • kulit sangat berminyak
  • Pori-pori membesar

Produk 

Hindari sabun dengan pH alkalin yang mengikis pH alami kulit sehingga membuat kulit semakin kering. Selain itu hindari produk skincare dengan kandungan alkohol, dioxane, paraben, petroleum/petrolatum, sodium lauryl sulfate (SLS), diethanolamine (DEA), monoethanolamine (MEA), dan triethanolamine (TEA), pewarna dan pewangi sintetis,

4. Fotosensitivitas

Fotosensitivitas adalah kondisi ekstrim kulit saat terpapar sinar matahari dan sumber cahaya lain. Sensitif terhadap UV dan cahaya ini bisa memicu timbulnya kulit terbakar jika terpapar dalam waktu lama. Dampak lain dari fotosensitivitas adalah kerusakan kulit dan kanker kulit. 

Faktor penyebab

Reaksi fotosensitivitas ini terjadi salah satunya karena terkena produk skincare yang mengandung zat yang mengubah kimiawi. Ada dua macam fotosensitivitas, yakni fototoksik dan fotoalergi.

Untuk fototoksik, reaksi yang timbul akibat penggunaan obat (doxycycline dan tetracycline) tergantung dari jumlah bahan yang dipakai atau seberapa besar paparan sinar UV di beberapa bagian tubuh seperti wajah, tangan, dan leher. Ruam kulit seperti terbakar muncul sekitar 24 jam setelah terkena matahari.

Fotoalergi merupakan reaksi yang muncul akibat efek samping obat dan akibat pemakaian produk kosmetik, skincare, dan sunscreen. Jika kamu menggunakan produk skincare tidak cocok, kamu bisa mengalami fotoalergi yang timbul selang beberapa hari atau minggu setelah pemakaian.

Dan yang lebih buruk lagi, meski pemakaian sudah dihentikan, kamu masih bisa mengalami rasa sensitif dari paparan sinar matahari yang berlangsung lama selama beberapa tahun. 

Gejala:

  • kulit menjadi sangat sensitif dengan sinar matahari.
  • Kulit berubah kemerahan
  • hiperpigmentasi, perih, gatal, serta deskuamasi.
  • Ruam kulit/terbakar (sunburn)
  • Luka lepuhan yang berisi cairan. 

Produk 

Produk skincare dengan bahan pemutih hidrokuinon (Hydroquinone lightening agent) yang menghambat produksi melanin kulit, membuat kulit rentan terkena radiasi UV yang berbahaya.

Selain itu Alpha hydroxy acids (seperti glycolic acid) atau AHA merupakan asam turunan yang membantu pengelupasan kulit juga perlu diwaspadai. AHA berfungsi mengikis permukaan kulit terluar untuk membuat kulit lembut. 

Kosmetik dengan kandungan bahan seperti benzoill peroksida punmemiliki pengaruh buruk yakni bisa mendorong perubahan kimiawi di wajah sehingga kulit menjadi sensitif dengan sinar. Bahan-bahan ini banyak ditemukan di produk pencerah kulit dan penghilang jerawat.  

5. Alergi

Hasil studi dermatologi di tahun 2010 menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga dari 900 partisipan memiliki alergi satu bahan kosmetik. Alergi terhadap produk tertentu umumnya disebut dengan dermatitis kontak alergi. Beberapa area yang rentan bereaksi adalah wajah, mata, bibir, telinga, dan leher.

Faktor penyebab

Jika iritasi disebabkan oleh faktor non imun, maka alergi muncul karena respon imun. Respon imun ini terjadi setelah kamu memakai produk dengan kandungan bahan-bahan yang mengandung alergen.

Gejala:

  • Gatal-gatal hebat
  • Kulit kemerahan
  • Muncul bintil-bintil berair
  • Bengkak di bagian kulit
  • Biduran

Produk 

Produk yang biasanya menimbulkan reaksi alergi adalah produk perawatan kulit dan makeup. Selain itu pewangi sintetis dan pengawet juga menjadi bahan pemicu alergi. Misalnya, paraben, phenoxyethanol, imidazolidinyl urea, methylchloroisothiazolinone, Quaternium-15, DMDM hydantoin, dan formaldehida. 

Jika kulitmu rawan dan sensitif terhadap pewangi buatan, ada baiknya kamu memilih produk dengan label “fragrance free” atau non-perfume.

Cara Mencegah Efek Negatif Skincare yang Tak Cocok di Kulit

Tanda Skincare Tidak Cocok

Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan dalam pemakaian kosmetika guna menghindari terjadinya efek samping:

  • Periksa sebelum membeli. Pertama, kamu perlu mengecek label produk. Pilih yang sekiranya mengandung bahan paling minimalis. Agar risiko skincare tidak cocok bisa diminimalkan.
  • Kedua, jangan lupa periksa apakah produk skincare tersebut memiliki nomor registrasi dari BPOM RI. Produk yang terdaftar di BPOM tentu sudah melalui pengujian tentang keamanan produk. 
  • Baca label dengan teliti. Hindari produk yang mengandung bahan yang membuatmu alergi. Meski begitu produk skincare dengan label  “hypoallergenic,” “dermatologist tested,” atau “non-irritating” tidak menjamin 100% produk tersebut aman untukmu. Tetap waspada saat memakainya, ya
  • Pastikan ketika membeli, produk dalam kondisi tertutup rapat/tersegel dan ditempatkan di lokasi yang terhindar dari panas dan sinar matahari langsung. 
  • Bahan pengawet dalam skincare berfungsi untuk mencegah berkembangnya bakteri. Sehingga jika kamu mendapati produk skincare-mu berubah baik konsistensi warna dan baunya, maka jangan digunakan.
  • Lakukan tes produk dengan mengoleskan sedikit skincare ke belakang siku, untuk melihat apakah ada efek samping. Tunggu selama 48-72 jam. Jika tidak ada reaksi gatal, bengkak, kemerahan, ruam, atau rasa terbakar, berarti produk tersebut cukup aman.
  • Jika kulitmu mengalami reaksi tertentu setelah memakai skincare, kamu harus segera menghentikan pemakaian. Bilas kulit hingga bersih.
  • Bawa ke dokter jika reaksi ketidakcocokan semakin parah dan mengkhawatirkan.
Related posts
KesehatanKulit

Penyebab Keloid dan Cara Alami Mengatasinya

KecantikanKulit

7 Tips Memilih Toner untuk Kulit Berminyak

KecantikanKulit

Apa Saja Cara Efektif Menghilangkan Milia di Wajah?

GigiKecantikan

Jenis Retainer Gigi dan Cara Merawatnya