KecantikanKulit

Tips Mencegah Bekas Jerawat Muncul di Wajah

Tips Mencegah Bekas Jerawat

Memang menyebalkan jika wajah nggak mulus lagi karena masalah noda hitam, pori-pori besar, bopeng, dan scar akibat luka di lapisan kulit luar saat terkena jerawat. Tapi bukan berarti jerawat pasti meninggalkan bekas permanen di wajah. 

Apakah kamu termasuk yang merasa bahwa bekas jerawat berarti masalah yang lebih serius daripada jerawat itu sendiri? Jika ya, ada baiknya kamu tahu bagaimana tips mencegah bekas jerawat muncul dan cara mengatasinya jika bekas sudah terlanjur ada.

Penyebab Munculnya Bekas Jerawat

Tips Mencegah Bekas Jerawat

Kondisi kulit berjerawat biasanya dialami sekitar 80% usia remaja dan usia 20-an. Jumlah ini semakin berkurang hingga 5% untuk kalangan usia lebih dewasa. Sementara itu jerawat yang sembuh tanpa luka permanen terjadi pada sebagian orang. Sebagian kalangan lagi akan mengalami luka yang membekas di wajah baik kecil maupun besar. 

Untungnya banyak obat jerawat atau produk perawatan wajah berjerawat yang bisa diaplikasikan ke wajah. Produk-produk ini dijual bebas di apotik maupun toko dan diklaim mampu mencegah bekas jerawat timbul di wajah untuk kategori ringan (perubahan warna kulit). Sementara untuk level yang lebih berat seperti bekas bopeng, scar, atau pori-pori besar di wajah akan membutuhkan tindakan yang lebih jauh dari  dokter kulit yang ahli.

Baca Juga:

Beberapa jenis jerawat yang menimbulkan bekas di antaranya adalah papule, pustule, nodule, atau jerawat batu (cystic acne). Sementara komedo (whitehead, blackhead) dan jerawat biasa (non-inflamasi) umumnya nggak meninggalkan bekas.

Jerawat yang meradang (inflamasi) terjadi karena kelebihan minyak di wajah (sebum), sel-sel kulit mati, atau bakteri mengisi ruang pori-pori atau folikel kulit. Kulit yang terkena jerawat ini terasa nyeri dan jerawat terlihat membengkak. Jika jerawat yang meradang ini pecah dan melukai bagian terluar epidermis, kulit hanya akan sedikit rusak dan masih bisa pulih kembali seperti semula. 

Namun, waspada jika jerawat ini cukup dalam. Saat pecah, jerawat bisa melukai jaringan di lapisan dalam kulit (dermis). Juga bakterinya bisa menginfeksi jaringan kulit yang sehat. Membuat luka yang ditimbulkan cukup dalam dan sulit utuh kembali. Jenis jerawat lain yang kemungkinan besar bisa menimbulkan bekas permanen di wajah adalah jerawat yang susah sembuh. Misalnya, jerawat batu yang menahun dan tak kunjung hilang.

Macam-Macam Bekas Jerawat 

Tips Mencegah Bekas Jerawat

Meski jerawat sembuh, perasaan minder bisa muncul karena bekasnya masih tersisa di wajah. Apalagi jika kamu sudah mencoba berbagai cara untuk menghilangkan bekas tersebut. Umumnya bekas jerawat terdiri dari beberapa macam. Seperti berikut ini:

1. Macule

Ditandai dengan bercak merah yang datar di mana itu merupakan tempat jerawat muncul sebelumnya. Selang beberapa waktu, bercak macule ini akan memudar sendiri.

2. Hiperpigmentasi/ Perubahan warna kulit

Luka jerawat yang sedang proses penyembuhan biasanya memunculkan perubahan warna kulit yang akan tampak selama beberapa bulan hingga jerawat sembuh total.

3. Jaringan parut/ keloid 

Bekas jerawat tertentu bisa saja meninggalkan jaringan parut yang tampak jelas di kulit. Biasa disebut juga keloid atau hipertropik scar. Umumnya bekas ini terjadi karena kelebihan kolagen.

4. Hilangnya jaringan

Bekas jerawat yang paling umum terjadi adalah hilangnya jaringan kulit akibat jerawat yang meradang/ inflamasi. Sehingga bekasnya seperti lubang, cekungan di kulit. Contohnya antara lain: ice-pick scars (lubang-lubang kecil yang dalam dan permanen).

Tips Mencegah Bekas Jerawat

Tips Mencegah Bekas Jerawat

Adakah cara yang efektif agar bekas jerawat  benar-benar hilang? Meski, tidak semua orang berhasil untuk mencegah bekas jerawat muncul kembali, setidaknya ada cara untuk mengurangi risiko terkena hiperpigmentasi atau scar di wajah akibat jerawat. Beberapa tips mencegah bekas jerawat adalah sebagai berikut:

1. Begitu muncul, langsung obati

Begitu kamu mendapati jerawat di wajah, segeralah ambil tindakan. Obati segera dengan berbagai produk perawatan jerawat yang sesuai dengan jenis kulitmu. Tentunya hal ini kamu lakukan setelah mendapat saran dari dokter yang ahli. 

2. Membersihkan wajah secara teratur

Sering membersihkan wajah secara teratur untuk menghindari jerawat meradang dan terinfeksi bakteri. Hindari memakai make up yang menyumbat pori-pori yang nantinya bisa memperparah kondisi jerawat. Sekalinya jerawat sampai meradang, bekasnya akan lebih susah hilang.

3. Jerawat meradang? Lakukan perawatan dengan hati-hati

Jika ternyata jerawat di wajah tergolong jerawat yang terasa sakit, membengkak, atau memerah, maka kamu perlu merawatnya dengan lebih hati-hati. Kamu perlu mencuci wajah dengan sabun yang lembut dan hindari scrubbing dengan keras. 

4. Jangan memencet atau mengutak-atik jerawatmu

Sebaiknya tahan diri kamu untuk memegang jerawat dengan tangan bahkan berusaha mengeluarkan  atau memencetnya. Apa akibatnya jika kamu melakukan hal ini? Jika tipe jerawatmu termasuk nodule dan cyst maka kerusakan jaringan kulit bagian dalam akan semakin serius.

Jerawat yang terpencet akan mendorong isinya jauh ke dalam, menimbulkan infeksi, dan merusak sel-sel kulit sehat sehingga justru memicu bopeng yang permanen di wajah.

5. Jangan mencongkel paksa “segel” jerawat

Hindari mengambil penutup jerawat. Karena hal itu akan memperlama proses alamiah untuk kesembuhan jerawat. Jika jerawat sudah sembuh, “segel” tersebut akan terlepas dengan sendirinya.

6. Periksa ke dokter jika kondisi jerawat terlihat parah

Jangankan jerawat meradang yang berukuran besar, jerawat kecil saja bisa meninggalkan noda hitam atau bekas yang permanen. Jika jenis jerawatmu termasuk parah, nggak ada salahnya meminta saran dokter untuk pengobatan sekaligus konsultasi tentang perawatan pasca jerawat sembuh agar bekasnya tak terlalu mengganggu.

Bisakah Mengatasi Bekas Jerawat Muncul di Wajah dengan Bahan Alami?

Tips Mencegah Bekas Jerawat

Mengapa tidak? Jika kamu sedang bermasalah dengan jerawat atau bekasnya, kamu bisa menghilangkan noda jerawat di wajah dengan bahan alami yang ada di rumah. Seperti membuat masker alami dari buah-buahan atau tumbuhan. 

1. Tomat 

Buah dengan nama ilmiah Solanum lycopersicum ini menjadi andalan untuk kesehatan dan kecantikan wajah. Kandungan lycopene-nya sangat tinggi. Lycopene merupakan sumber terbesar antioksidan yang banyak ditemukan pada golongan tomat-tomatan.

Bukan hanya bagus untuk dikonsumsi tapi juga digunakan sebagai masker. Tomat mampu menghilangkan bekas jerawat, mencerahkan kulit dan menjaga elastisitas wajah sehingga berfungsi sebagai anti-aging alami.

Cara membuat masker dari tomat:

  • Pilih tomat segar, organik, dengan kadar kematangan yang pas. Haluskan hingga lumat.
  • Oleskan ke area wajah.
  • Diamkan selama 15 menit.
  • Bilas dengan air hingga bersih.
  • Kandungan tomat ringan di wajah, sehingga masker ini cukup aman digunakan setiap hari.

2. Lidah buaya

Kandungan lidah buaya adalah Vitamin C, Vitamin E dan antioksidan. Zat-zat ini penting untuk perawatan kulit alami, mencegah munculnya bakteri, menghilangkan bekas jerawat, mencerahkan kulit, dan menghilangkan noda gelap akibat jerawat membandel. Untuk membuat masker lidah buaya kamu perlu melakukan langkah berikut:

  • Ambil setangkai lidah buaya berukuran sedang.
  • Cuci bersih lidah buaya.
  • Kupas dan kerok daging buahnya kira-kira sebanyak 1 sendok teh.
  • Hancurkan hingga lumat. Oleskan gel tersebut di bagian siku untuk mengetes apakah terasa gatal atau ada efek alergi. Jika dirasa aman, oleskan masker lidah buaya ke wajah yang sudah dicuci bersih.
  • Diamkan hingga 10 menit. Cuci bersih dengan air hangat. Lakukan rutin 1-2 kali dalam seminggu.

3. Putih Telur

Putih telur efektif mengatasi bekas jerawat yang membandel, melembutkan kulit, dan memudarkan flek di wajah jika dilakukan rutin. Putih telur mengontrol produksi minyak dan menjaga elastisitas kulit. 

Cara membuat masker putih telur:

  • Dari 1 butir telur organik yang segar dan dari suhu ruang, pecahkan kulitnya dan pisahkan bagian putihnya di wadah terpisah.
  • Kamu bisa tambahkan perasan setengah jeruk nipis atau lemon. Aduk rata.
  • Oleskan di wajah dan biarkan hingga terasa kencang dan mengeras di kulit.
  • Bilas dengan air hangat hingga bersih. Lakukan secara rutin minimal sekali seminggu. 

4. Cuka Apel + Madu

Cuka apel bisa menjadi alternatif untuk mencegah jerawat berbekas. Kandungan cuka apel adalah asam alfa hidroksil yang membantu mengatur keseimbangan pH kulit, mempercepat penyembuhan jerawat, pengelupasan sel-sel kulit mati, dan membuka pori-pori kulit.

Sedangkan madu sendiri bermanfaat untuk mempercepat sel-sel kulit baru dan mencerahkan kulit. Dengan pemakaian rutin, noda bekas jerawat bisa tersamarkan dan kembali menyerupai kulit aslinya. 

Cara membuat masker cuka apel:

  • Ambil satu sendok cuka apel, campurkan dengan 2 sendok teh bubuk green tea. Aduk rata.
  • Tambahkan 5 sendok gula pasir dan 1 sendok teh madu murni. Aduk rata.
  • Oleskan di wajah. Diamkan selama 10 menit. Bilas dengan air bersih.

5. Pisang + Madu

Kandungan buah pisang adalah Kalium, Vitamin E, dan Vitamin C. Fungsinya sebagai exfoliator alami untuk mengurangi sebum, menjaga kulit sehat, menyembuhkan jerawat, dan mencerahkan kulit. Lebih baik lagi, jika dikombinasikan dengan madu yang berfungsi untuk menutrisi kulit.

Cara membuat masker pisang + madu:

  • Kupas buah pisang, ambil sebanyak 1 sendok makan. Lalu hancurkan dengan sendok hingga lembut seperti pasta.
  • Campur madu sekitar 1 sendok teh. Aduk hingga rata dan tercampur 
  • Aplikasikan masker ke wajah dan biarkan selama 10-15 menit. 
  • Cuci bersih wajah dengan air hangat.
  • Lakukan rutin 2 kali seminggu.

Meski dampaknya berbeda antara satu orang dengan yang lain, nggak ada salahnya kalau kamu mulai memakai alternatif bahan alami yang hemat. Jangan lupa pilih yang organik dan fresh, ya!

Bagaimana Mengatasi Bekas Jerawat yang Permanen?

Tips Mencegah Bekas Jerawat

Sayangnya untuk perawatan khusus bekas jerawat permanen seperti bopeng atau scar, hanya bisa diatasi dengan prosedur kedokteran yang canggih. Mulai dari bedah kosmetik, peremajaan, hingga perbaikan kulit oleh ahli kedokteran.

Contohnya adalah dermabrasi dan mikrodermabrasi, chemical peeling, laser, dermal filler, micro-needling, subcutan incision, dll. Semua prosedur ini membutuhkan tangan ahli dari dokter profesional sehingga biayanya jauh lebih mahal. Pastikan kamu konsultasi ke dokter kulit untuk mengetahui jenis perawatan apa saja yang sesuai untukmu.

Related posts
KecantikanKesehatan

Bahaya Kosmetik Palsu dan Oplosan Serta Cara Menghindarinya [Panduan Lengkap]

KecantikanKulit

Serba-Serbi Jerawat Batu yang Harus Kamu Tahu

KecantikanKulit

11 Penyebab Wajah Kusam yang Sering Tak Disadari

KecantikanKulit

Tips Memilih Dokter Kulit yang Tepat