KehamilanPersalinan

5 Metode Persalinan dan Kelebihan Kekurangannya

metode persalinan

Melahirkan merupakan pengalaman yang berisiko. Maka dari itu, banyak faktor yang harus diperhatikan oleh wanita yang ingin melahirkan, mulai dari kesehatan ibu, kondisi janin, sampai metode persalinan yang diinginkan.

Dulu, kita hanya mengenal dua cara melahirkan, yaitu melalui cara normal dan melalui operasi caesar. Sekarang, ada banyak pilihan metode persalinan yang bisa dipilih. Tapi tentu kamu harus mempunyai pertimbangan-pertimbangan sendiri sebelum memilih salah satunya.

Baca Juga:

Berdiskusi dengan pasangan dan dokter kandungan bisa jadi cara terbaik untuk menentukan metode yang terbaik buatmu. Kamu juga bisa mencari informasi sebanya-banyaknya mengenai perbedaan antara satu metode dan metode lainnya. Dari sana, kamu bisa pelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Untuk memberi gambaran tentang 5 metode persalinan yang ada saat ini, simak penjelasan Okadoc berikut ini!

1. Metode Normal

metode persalinan

Cara yang satu ini adalah cara paling umum yang telah banyak diketahui dan dilakukan. Sang ibu diposisikan berbaring kemudian diminta untuk mengejan agar bayi di dalam kandungan terdorong keluar melalui vagina.

Ada beberapa keuntungan dari metode bersalin normal, antara lain:

  • Proses pemulihan lebih cepat
  • Tidak perlu terlalu lama tinggal di rumah sakit
  • Risiko infeksi yang kecil
  • Bayi yang dilahirkan melalui metode ini lebih kecil untuk terkena risiko gangguan pernafasan

Akan tetapi, metode bersalin normal ini juga memiliki kekurangan yang perlu dicermati oleh para calon ibu. Apa saja?

  • Metode ini menuntut kondisi fisik yang prima dari sang ibu
  • Sang ibu tidak boleh memiliki gangguan pernafasan
  • Metode ini relatif lebih sulit sehingga membutuhkan banyak persiapan sebelumnya
  • Jika dilakukan secara tidak hati-hati dapat menyebabkan robeknya perineum (kulit antara vagina dan anus)

Metode persalinan normal ini sekarang tidak hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Kamu dapat melahirkan melalui proses ini di rumah, atau yang dikenal dengan nama home birth. Dokter, suster, atau bidan yang akan membantu proses persalinanmu akan datang ke rumahmu untuk memastikan tidak ada kendala dalam proses melahirkan.

Belakangan, tren melahirkan di rumah mulai menjadi pilihan. Ada beberapa pertimbangan yang membuat seseorang memilih untuk melahirkan di rumah, misalnya:

  • Tidak perlu khawatir akan kerepotan pergi ke rumah sakit saat mau melahirkan dan pulang ke rumah setelahnya. Dengan begitu, sang ibu bisa lebih rileks dan fokus ke momen penting bersalinnya saja.
  • Kamu bisa menyiapkan lebih dulu perlengkapan bayi sebelum bersalin, sehingga nanti ketika bayinya sudah lahir, si bayi tersebut bisa langsung mendapat pelayanan yang layak.
  • Secara psiokologis, sang ibu akan lebih merasa nyaman untuk melahirkan di rumah sendiri. Kondisi rumah yang sudah dikenal baik dan kehadiran orang-orang dekat yang bisa menjaga 24 jam memberi efek menenangkan pada sang ibu. Selain itu, sang ibu juga tidak perlu khawatir untuk mengekspresikan perasaan yang dirasakannya selagi melahirkan.
  • Sang ibu bisa meminta sendiri siapa saja yang ia inginkan berada di dekatnya selama proses persalinan. Dukungan pasangan, orangtua, dan orang-orang dekat sangat berarti bagi mereka yang sedang menuju proses melahirkan.
  • Proses pemulihan dan menyusui lebih mudah dilakukan karena situasi lingkungan yang familiar.

Namun, memilih untuk melahirkan di rumah mempunyai beberapa faktor yang tidak menguntungkan, yaitu:

  • Keterbatasan alat-alat medis bisa menjadi kendala jikalau ternyata sang ibu tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Dalam situasi demikian, pihak medis akan tetap mengharuskan sang ibu untuk dibawa ke rumah sakit dan tentunya ini memakan proses yang lebih lama lagi.
  • Apabila rumah tempat bersalin letaknya jauh, dokter perlu waktu untuk datang. Belum lagi, faktor lain seperti cuaca juga dapat menjadi penghambat akses ke rumah yang dituju.
  • Opsi ini memiliki risiko yang lebih tinggi, kecuali dokter dan sang ibu yakin bahwa persalinannya kemungkinan besar aman dan lancar. Itulah sebabnya dokter hanya akan memberi persetujuan untuk melahirkan di rumah apabila selama masa konsultasi kondisi kandungan menunjukkan progres yang positif.

2. Metode Caesar

metode persalinan

Metode melahirkan secara caesar juga termasuk yang sudah banyak diketahui dan dilakukan oleh para ibu di Indonesia. Metode ini merupakan alternatif pertama yang dilakukan pihak medis manakala kondisi sang ibu atau bayinya tidak memungkinkan buat persalinan normal.

Pada dasarnya, operasi caesar adalah proses melahirkan dengan cara mengambil bayi di dalam kandungan lewat pembedahan di bagian perut. Tindakan ini perlu dilakukan dalam situasi-situasi tertentu, contohnya ketika plasenta menutupi jalur lahir, rongga panggul si ibu lebih kecil dibanding ukuran janin, bayi yang terlalu besar, atau letak janin yang melintang.

Metode persalinan jenis ini memiliki beberapa risiko, yakni:

  • Sang ibu harus tinggal lebih lama di rumah sakit untuk pemulihan pasca operasi
  • Ibu yang menjalani operasi caesar akan merasakan sakit di sekitar daerah pembedahan
  • Tidak tertutup kemungkinan timbul masalah lain seperti kekurangan darah, infeksi luka, dan efek samping pembiusan pada diri si ibu setelah operasi
  • Bayi berisiko membutuhkan bantuan pernafasan
  • Sang ibu tidak bisa langsung menyusui bayinya

3. Metode Vakum

metode persalinan

Metode persalinan melalui cara vakum dilakukan dengan menarik kepala bayi menggunakan alat penyedot. Cara ini tetap membutuhkan usaha dari sang ibu untuk mendorong keluar bayinya melalui vagina. Sementara, pihak medis akan membantu untuk menangani peralatan vakum agar bayi cepat keluar.

Ada beberapa keuntungan cara bersalin yang satu ini, di antaranya sebagai berikut:

  • Bantuan vakum menekan risiko robeknya perineum karena beban mengeluarkan bayi lebih ringan dengan adanya bantuan vakum
  • Proses melahirkan menjadi relatif lebih cepat sehingga bayi bisa segera mendapat penanganan
  • Cara ini juga merupakan jalan tengah bagi ibu yang menghindari operasi caesar tapi tidak sepenuhnya kuat untuk melahirkan secara normal

Apakah metode vakum tak memiliki risiko? Tidak juga. Beberapa risiko metode ini di antaranya:

  • Ada kemungkinan untuk gagal dan apabila itu terjadi sang ibu harus tetap menjalani pembedahan
  • Sang ibu memerlukan bantuan obat bius untuk meringankan rasa sakit
  • Vakum meninggalkan bekas pada kepala bayi, tapi bekas tersebut dapat hilang seiring waktu
  • Cara ini hanya bisa dilakukan apabila usia bayi sudah lebih dari 34 minggu agar kepala bayi cukup keras untuk divakum

4. Metode Water Birth

metode persalinan

Metode persalinan jenis ini menempatkan sang ibu di sebuah tub berisi air. Nantinya bayi akan dikeluarkan di bawah air. Cara ini diyakini dapat mengurangi rasa sakit persalinan normal. Selain itu, kini persalinan di dalam air juga sudah bisa dilakukan di rumah. Kamu tinggal membeli tub melahirkannya saja dan mengisinya dengan air.

Apa saja keuntungan dan kekurangan melahirkan melalui metode water birth? Simak penjelasan berikut ini.

Keuntungan

  • Rasa sakit yang dialami sang ibu lebih sedikit
  • Sang ibu bisa mengatur posisi sesuai kenyamanan di dalam tub
  • Pasangan bisa berada di sisi ibu yang mau melahirkan untuk memberi dukungan

Kekurangan

  • Kebersihan air perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan infeksi pada ibu dan bayinya
  • Perlu beberapa peralatan tambahan untuk memperlancar proses persalinan dengan cara ini
  • Jika persalinan di rumah tidak memungkinkan, sang ibu tetap perlu pergi ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lanjutan

5. Metode Gentle Birth

Metode ini sebenarnya bukan berfokus pada praktik pengeluaran bayi dari rahim, melainkan pada kondisi psikologis yang dirasakan si ibu saat menjalani prosesnya.

Tujuan dari metode persalinan gentle birth adalah mengurangi risiko traumatis dari sebuah proses melahirkan. Dalam metode ini, perawat wajib mendengarkan keinginan si ibu. Selain itu, proses persalinan pun sebisa mungkin dilakukan melalui cara-cara yang lembut.

Ada beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan sebelum memilih metode ini:

  • Ikuti kelas konsultasi yang memang sejalan dengan visi gentle birth itu sendiri
  • Berkomunikasilah dengan ibu yang telah mencobanya untuk mendapat gambaran psikologis yang diharapkan
  • Jangan menyaksikan tayangan, gambar, atau cerita yang melukiskan persalinan sebagai proses yang sangat menyiksa
  • Pilihlah tenaga medis yang terlatih untuk menerapkan metode ini
  • Pilih siapa saja yang orang-orang terdekat yang kamu inginkan hadir di sampingmu saat persalinan
  • Tentukan metode bersalin yang menurutmu cocok untuk kondisi diri dan kandunganmu

5 metode persalinan di atas dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum kamu memilih metode mana yang terbaik untuk proses bersalin nantinya. Sebelum menentukan, pastikan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan dan pasangan agar prosesnya lancar.

Selain itu, lakukan juga persiapan-persiapan pra-melahirkan seperti yoga, senam hamil, dan lain-lain untuk meminimalisir risiko saat melahirkan. Semoga bermanfaat!

Related posts
Ibu HamilKehamilan

6 Tanda Hamil Anak Laki-Laki, Fakta atau Mitos?

KehamilanPrakonsepsi

Beberapa Cara Punya Anak Kembar

Ibu HamilKehamilan

10 Ciri Hamil 1 Minggu yang Harus Kamu Tahu

Ibu HamilKehamilan

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil