Ibu HamilKehamilan

10 Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki Bengkak Saat Hamil

Perubahan yang terjadi pada beberapa bagian tubuh kerap dialami olah ibu hamil. Salah satunya adalah kaki bengkak saat hamil. Perlu diketahui, kaki bengkak merupakan hal yang sangat normal dari kehamilan. Selama kehamilan, cairan ekstra dalam tubuh dan tekanan dari rahim yang tumbuh dapat menyebabkan pembengkakan (edema) pada pergelangan kaki dan kaki. Pembengkakan cenderung memburuk saat mendaki waktu kelahiran.

Baca Juga:

Ibu hamil perlu tahu, selama kehamilan, tubuh memproduksi sekitar 50% lebih banyak darah dan cairan tubuh untuk memenuhi kebutuhan bayi. Cairan ekstra juga membantu mempersiapkan persendian dan jaringan panggul agar terbuka untuk persalinan.

Umumnya, volume cairan tambahan sekitar 25% dari kenaikan berat badan ibu hamil. Namun kaki yang bengkak terkadang bisa menjadi pertanda masalah yang lebih serius. Yuk, ketahui penyebab dan cara mengatasi kaki bengkak saat hamil. 

Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki bengkak saat hamil bisa disebabkan oleh beberapa hal. Bahkan kondisi ini bisa dideteksi dari masa kehamilan. Simak penyebab kaki bengkak saat hamil terkait usia kehamilan:

1. Trimester pertama

Tingkat hormon progesteron yang meningkat pesat pada trimester pertama akan memperlambat pencernaan ibu hamil. Hal ini dapat menyebabkan perut kembung sebelum perut membesar karena ada bayi. Pada masa ini, ibu hamil akan mengalami bengkak pada bagian tangan, kaki, atau wajah. Namun jika ibu hamil mengalami banyak pembengkakan sejak dini, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti pusing, sakit kepala, atau pendarahan, segera hubungi dokter.

2. Trimester kedua

Trimester kedua dimulai pada minggu ke-13 kehamilan (kira-kira awal bulan keempat). Pada masa ini, umumnya ibu hamil akan mengalami kaki bengkak di sekitar bulan kelima kehamilan, terutama jika sering berjalan kaki atau terkena cuaca panas. Pembengkakan ini disebabkan oleh meningkatnya volume darah dan cairan dalam tubuh ibu hamil. 

3. Trimester ketiga

Dimulai dengan minggu ke-28 kehamilan, trimester ketiga merupakan waktu yang paling umum untuk mengalami kaki bengkak. Semakin mendekati 40 minggu, jari-jari kaki ibu hamil membengkak dengan bentuk menyerupai sosis kecil. Pada masa ini, tubuh terus membangun suplai darah dan cairannya yang dapat menyebabkan pembengkakan. Rahim ibu hamil juga bertambah berat saat bayi tumbuh, yang dapat memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung. 

Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki bengkak saat hamil memang ada yang tidak menyakitkan. Walaupun begitu, rasa tidak nyaman kerap menyerang. Berikut beberapa cara mengatasi kaki bengkak saat hamil:

1. Posisikan kaki lebih tinggi dari badan saat beristirahat

Bagi ibu yang sedang hamil besar, duduk sepanjang waktu tidak baik untuk sirkulasi darah. Begitupun dengan berdiri juga susah dilakukan. Agar bengkak bisa berkurang, duduklah sebentar dengan posisi kaki lebih tinggi.

2. Pakai baju yang longgar dan nyaman

Ibu hamil yang memakai pakaian ketat, terutama ketat pada nagian pergelangan tangan, pinggang, dan pergelangan kaki, kemungkinan terjadinya pembengkakan bisa bertambah parah. Sebab, pakaian yang ketat membuat darah tidak mudah bersirkulasi. Maka ibu hamil disarankan untuk menggunakan pakaian yang longgar atau yang dilengkapi dengan tali elastis. Ingat, hindari menggunakan kaus kaki dan stoking. 

3. Biasakan berjalan kaki

Faktanya, berjalan kaki selama 5 atau 10 menit dalam beberapa kali sehari dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah yang membantu mengurangi pembengkakan. Apalagi berjalan adalah salah satu olahraga yang aman untuk ibu hamil.

Lakukan juga beberapa gerakan yang bisa mengatasi kaki bengkak saat hamil, seperti tekuk dan rentangkan kaki ke atas dan ke bawah sebanyak 30 kali. Kemudian putar masing-masing kaki selama 8 kali. Namun ingat, hindari berdiri dalam waktu lama. 

4. Pakai sepatu yang nyaman

Menggunakan sepatu yang nyaman adalah salah satu cara jitu untuk mengurangi kaki bengkak saat hamil. Bahkan bisa mencegah masalah pinggul dan punggung yang dapat timbul saat berat badan bertambah.  Perlu diketahui, selain pembengkakan, ligamen di tubuh (termasuk kaki) melakukan peregangan selama kehamilan, sehingga kaki bisa berubah ukuran. Beberapa kaki ibu hamil kembali ke ukuran sebelum kehamilannya, tetapi banyak wanita yang mengalami ukuran kaki membesar secara permanen.

5. Pijat kaki

Pijat membantu mengedarkan cairan yang menumpuk di kaki, sehingga akan mengurangi pembengkakan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pijat kaki dan refleksiologi, yang melibatkan tekanan pada area tertentu pada kaki, dapat membantu mengurangi pembengkakan kaki dan pergelangan kaki selama kehamilan.

Jika ingin melakukan pijat, pastikan memijat kaki perlahan secara lembut. Tambahkan minyak esensial lavender atau peppermint agar ibu hamil rileks saat dipijat. Usahakan jangan pijat terlalu keras. 

 6. Tidur menghadap ke kiri

Kebiasaan ini memungkinkan aliran darah berjalan dengan lancar dan mengurangi kaki bengkak pada ibu hamil. Berdasarkan studi penelitian, berbaring atau tidur menghadap kiri bisa menghilangkan tekanan rahim Anda dari vena cava inferior, pembuluh darah besar yang mengembalikan darah ke jantung.

7. Kurangi asupan natrium

Salah satu cara untuk mengurangi pembangkakan adalah dengan membatasi asupan natrium seperti garam karena membuat tubuh menahan banyak air. Sebaiknya hindair mengkonsumsi makanan olahan karena mengandung banyak sodium. Kurangi juga garam dalam masakan sehari-hari. Untuk menciptakan rasa yang nikmat, tambahkan rempah yang rasanya gurih seperti oregano, thyme, atau rosemary.

8. Tingkatkan asupan kalium

Kurangnya asupan kalium juga bisa membuat pembengkakan bertambah buruk. Ini dikarenakan kalium membantu tubuh menyeimbangkan jumlah cairan yang disimpan. Vitamin kehamilan seharusnya mengandung  beberapa kalium ekstra untuk ibu hamil. Namun demi memastikan asupan kalium terpenuhi konsumsilah pisang, bayam, ubi jalar, yogurt, ikan salmon, dan jus wortel serta markisa.

9. Kurangi asupan kafein

Faktanya, kafein tidak berbahaya untuk ibu hamil. Namun minum terlalu banyak kafein tidak baik untuk bayi dan bisa memperburuk pembengkakan. Kafein juga merupakan asupan diuretic yang menyebabkan sering buang air kecil dan membuat tubuh berpikir perlu menahan cairan. Jika ingin minum kopi, coba kopi tanpa kafein yang dicampur dengan susu. Sementara untuk teh, pilih teh peppermint yang juga bisa memberi energi. 

10. Minum banyak air

Untuk ibu hamil, konsumsi banyak air untuk mengatasi pembengkakan yang bertambah parah.  Rutinlah minum setidaknya 10 gelas air setiap hari untuk mendukung ginjal membuang hal-hal buruk dan tubuh tetap terhidrasi. Jika ibu hamil kesulitan untuk minum banyak air, tambahkan lemon atau daun mint agar lebih segar dan ingin minum banyak air.

Bahaya Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki Bengkak Saat Hamil

Walaupun kaki bengkak saat hamil adalah hal yang wajar, ibu hamil juga perlu waspada jika tiba-tiba  pembengkakan semakin parah serta disertai pusing, pandangan kabur, dan sulit bernafas. Jika pembengkakan hanya terjadi pada satu kaki yang disertai rasa sakit, kemerahan, atau panas, bisa jadi ibu hamil  mengalami trombosis vena dalam atau DVT. DVT merupakan gumpalan darah yang biasanya terjadi di kaki. 

Jika sudah begitu, segera hubungi dokter karena wanita hamil lebikerap mengalami pembekuan darah. Jika ibu hamil tidak yakin apakah pembengkakan yang dialami normal atau ada masalah, sebaiknya hubungi dokter atau bidan. Yuk, cerdas dalam menangani kaki bengkak saat hamil!

Related posts
KehamilanPrakonsepsi

Ini Ciri dan Tanda Masa Subur Wanita agar Cepat Hamil

KehamilanPrakonsepsi

Mengapa Susah Hamil? Mungkin Ini Penyebabnya!

KehamilanPrakonsepsi

9 Tips Merencanakan Kehamilan Setelah Haid

Ibu HamilKesehatanWanita

7 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan