ASI & MPASIKehamilan

Bagaimana Jika Ibu Menyusui Berpuasa?

Bayi membutuhkan asupan gizi dari ASI dalam masa pertumbuhannya. Kualitas ASI yang dikonsumsi bayi bergantung pada asupan gizi yang dikonsumsi oleh sang ibu. Lalu bagaimana jika bulan puasa tiba yang otomatis membuat para ibu tidak bisa makan dari pagi hingga waktu berbuka. Apakah bisa ibu menyusui berpuasa?

Sebenarnya tidak masalah jika seorang ibu menyusui berpuasa untuk tetap menjalani ibadahnya. Pada dasarnya, tubuhmu memiliki sistem yang baik yaitu tetap bisa memproduksi ASI dalam jumlah dan kualitas yang sama, baik saat sedang berpuasa ataupun tidak

Baca Juga:

Tubuh mampu menyesuaikan ketika sedang dibutuhkan, karena kekuasaan Tuhan menciptakannya. Tapi bukan berarti kamu dapat melupakan asupan nutrisi. Perhatikan kandungan gizi dari makanan dan minuman yang kamu konsumsi saat sahur dan berbuka puasa.

Jadi jika ada pertanyaan bolehkah ibu menyusui puasa? Jawabannya tentu saja boleh.

Adakah dampak menyusui saat berpuasa bagi ibu dan anak ?

ibu menyusui berpuasa

Walaupun sudah dikatakan aman, tetap saja selalu ada pertanyaan ini. Apakah dampak ibu menyusui berpuasa bagi bayi? Mungkin memang ada sedikit perubahan dari ASI yang ibu hasilkan saat berpuasa dan tidak. Tapi pengaruhnya tidak besar, karena produksi ASI terutama dipengaruhi oleh kandungan gizi di dalam tubuh ibu. Jadi baik berpuasa ataupun tidak, bayi tidak akan mengalami dampak yang besar. Sejauh sang ibu tetap memperhatikan gizinya.

Beda ceritanya dengan sang Ibu. Ibu menyusui berpuasa, makan cairan dalam tubuhnya berkurang. Hal ini perlu disiasati saat sahur dan berbuka puasa. Selain memperhatikan gizi saat makan dengan jumlah yang cukup, Ibu juga wajib memperhatikan jumlah air yang dikonsumsinya. Usahakan minum 8 gelas dalam sehari untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa.

Kapan waktunya ibu harus berhenti berpuasa saat menyusui?

ibu menyusui berpuasa

Setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Begitu juga dengan kondisi kesehatan seseorang. Ibu dapat berpuasa walaupun sedang menyusui. Tapi jika 4 hal di bawah ini terjadi, sebaiknya segera hentikan puasamu ya.

1. Dehidrasi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ibu harus memperhatikan jumlah air yang dikonsumsinya. Jika ternyata salah perhitungan, cairan dalam tubuh ibu dapat sangat menurun di siang hari. Jika ini terjadi, ibu menyusui berpuasa bukan hal yang baik untuk dilakukan. Sebaiknya berhenti berpuasa untuk menghindari dehidrasi.

2. Sakit Kepala

Dehidrasi bukanlah hal yang biasa dirasakan sehari-hari. Ketika ini terjadi, mungkin kamu akan bingung seperti apa rasanya. Jika kepalamu terasa sakit, mungkin salah satu penyebabnya adalah dehidrasi. Penyebab sakit kepala lainnya adalah karena mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein. Saat terasa sakit kepala, lebih baik hentikan puasamu ya.

3. Warna urin gelap dan berbau tajam

Selama puasa tentu asupan cairan berkurang yang menyebabkan cairan dalam tubuh juga mengalami perubahan. Coba perhatikan jika ada perubahan warna dan aroma urin. Jika urin ibu berwarna gelap dan berbau tajam, sebaiknya segera berhenti berpuasa.

4. Lesu, lemas atau pingsan

Selain menurunnya cairan dalam tubuh, ibu juga bisa kekurangan nutrisi jika kurang memperhatikan asupannya saat sahur dan berbuka puasa. Hal ini ditandai dengan kondisi tubuh yang lesu dan lemah. Kalau ini terjadi atau bahkan pingsan, berhenti puasa adalah solusi terbaik. Perbaiki dulu asupan nutrisi dan air ke dalam tubuh untuk kembali berpuasa.

Tips untuk Ibu menyusui yang sedang berpuasa

ibu menyusui berpuasa

Puasa adalah salah satu bentuk ibadah untuk bersyukur kepada Tuhan. Saking baiknya ibadah ini, bahkan ada satu bulan penuh yang mengharuskan umat muslim berpuasa. Ibu menyusui pun banyak yang ingin menjalankan ibadahnya. Untuk itu, perhatikan beberapa tips untuk ibu menyusui di bawah ini ya.

1. Perhatikan Asupan Nutrisi

Dari paparan informasi di atas, sudah disebutkan kalau kualitas dan kuantitas ASI dipengaruhi oleh kandungan gizi sang ibu. Berpuasa tidak menghentikan ibu menyuplai nutrisi yang baik untuk tubuh. Asupan gizi dapat disalurkan ke dalam tubuh saat sahur dan berbuka puasa. Kandungan gizi yang hilang dikembalikan saat berbuka puasa. Dan ketika sahur, nutrisi dalam tubuh semakin ditingkatkan.

Makanan yang kamu konsumsi saat sahur dan berbuka, akan membentuk cadangan nutrisi dan kalori untuk beraktifitas dan menyusui di siang hari. Beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI di antaranya katuk, bayam, brokoli, ikan salmon, telur, daging tanpa lemak, dan kacang merah. Selain itu, tambahan suplemen vitamin D juga baik untuk dikonsumsi.

2. Hindari Dehidrasi

Sekali lagi disampaikan, menyusui bisa saja meningkatkan resiko dehidrasi bagi ibu. Maka dari itu, kondisi ini sangat penting untuk dihindari. Perbanyak mengkonsumsi air putih saat berbuka puasa dan sahur ya. Seimbangkan dengan asupan nutrisi dan makanan yang kamu konsumsi.

Sebenarnya dehidrasi bisa saja terjadi pada siapa pun. Terutama jika kamu sedang berpuasa namun melakukan banyak aktivitas. Tapi ibu yang menyusui, jelas-jelas menyalurkan cairan dalam tubuhnya pada sang anak. Perlu selalu diingat, menjaga kondisi kesehatan ibu dan anak adalah hal yang utama bagi ibu yang menyusui saat berpuasa.

3. Persiapan Diri

Tips terakhir jika ibu menyusui berpuasa adalah mempersiapkan diri. Selain menjaga asupan nutrisi dan air untuk kesehatan tubuh, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Yaitu jangan terlalu banyak melakukan aktifitas yang berat. Tujuannya agar cadangan nutrisi dan cairan dalam tubuh lebih difokuskan untuk memproduksi ASI.

Kemudian perbanyaklah istirahat. Jika kamu sedang berada di luar ruangan, cari tempat yang teduh agar tidak mudah terasa lelah dan pusing. Tapi jika kamu tidak cukup kuat untuk melanjutkan puasa, berhenti dan melanjutkan puasa di hari lain akan menjadi pilihan yang baik.

Bagaimana ibu, apakah informasi ini cukup? Mengkhawatirkan kondisi anak dan kamu sendiri sebagai ibu memang sangat penting. Tapi dengan mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan kamu tetap bis amelakukan ibadah puasa sekaligus menyusui si kecil.

Jika ragu, konsultasikan dengan dokter mengenai perihal ini ya!Semoga bermanfaat.

Related posts
Ibu HamilKehamilan

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil

Ibu HamilKehamilan

Manfaat Kurma Muda untuk Ibu Hamil dan Kesuburan

Ibu HamilKehamilan

9 Tanda Hamil Anak Perempuan

Ibu HamilKehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Benar