KehamilanKesehatanPrakonsepsi

5 Jenis Vaksin Sebelum Menikah yang Disarankan

Vaksin Sebelum Menikah

Tahukah kamu bahwa persiapan menikah tidak hanya seputar gedung, katering, dan gaun saja, lho. Tetapi juga pasangan calon pengantin harus melakukan vaksin sebelum menikah. Hal ini merupakan upaya pencegahan kemungkinan munculnya penyakit setelah pernikahan. 

Baca Juga:

Penting untuk memperhatikan kondisi kesehatan kedua calon pengantin sebelum hari berbahagia itu datang. Apalagi setelah menikah, kamu akan melakukan hubungan intim lebih sering dan kemungkinan hamil juga sangat besar. Dengan mendapatkan vaksin pranikah, tentu bisa melindungi kamu dari berbagai penyakit yang berbahaya.

Pengertian Vaksin

Vaksin Sebelum Menikah

Vaksin merupakan produk antigen yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh. Vaksin diberikan melalui sarana kesehatan sebagai bentuk perlindungan yang bisa diberikan melalui beragam cara, bisa melalui oral, suntikan, dan juga semprot, disesuaikan dengan jenis vaksinnya.

Vaksin juga beragam jenisnya, tergantung sifat dan fungsinya dalam melawan virus dan bakteri apa yang mungkin masuk ke dalam tubuh. Jenis vaksin ini perlu untuk kamu kenali. Berikut jenis-jenisnya:

1. Vaksin hidup

Vaksin jenis ini merupakan vaksin yang bisa bertahan seumur hidup dan memberikan respon imun tubuh yang dilakukan dengan suntik bertahap. Biasanya satu hingga dua kali suntik, tergantung tipe vaksinnya. 

2. Vaksin mati

Vaksin ini merupakan vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus), serta serat vaksin polio, merupakan contoh-contoh vaksin mati. Vaksin booster juga termasuk dalam jenis vaksin mati.

3. Vaksin biosintetik

Kekebalan tubuh dihasilkan oleh adanya struktur protein yang ada dalam vaksin jenis ini. Bahan lain yang juga terkandung di dalamnya adalah formalin, gelatin, dan antibiotik yang bermanfaat untuk membentuk vaksin. Jenis vaksin ini juga cukup kuat mempertahankan diri dari cahaya dan suhu hangat. Contoh yang tergolong vaksin biosintetik adalah vaksin Hib.

Jenis Vaksin yang Disarankan Sebelum Menikah

Vaksin Sebelum Menikah

Sebelum menikah, dokter memang menganjurkan calon pengantin untuk melakukan vaksin pranikah untuk menghindari terjadinya penyakit serius. Ada beberapa jenis vaksin sebelum menikah yang harus kamu tahu.

1. Tetanus Toxoid (TT)

Pemerintah memang menganjurkan agar pasangan yang akan menikah diberikan vaksin TT terlebih dahulu. Ini menjadi persyaratan sebelum menikah. Dengan mendapatkan imunisasi TT ini, kamu dan pasangan kamu memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih meningkat terhadap penyakit tetanus.

Penyakit tetanus harus ditangkal karena membahayakan kesehatan ibu dan bayinya nanti. Ketika kecil, kamu memang sudah mendapatkan vaksin TT ini, tetapi ketika akan menikah, calon pengantin wanita wajib mendapatkan vaksin ini agar terhindar dari tetanus neonatorum (tetanus pada bayi). 

Tetapi, banyak orang berpendapat bahwa melakukan vaksin sebelum menikah jenis TT ini bisa mengakibatkan kemandulan. Pendapa ini tidak benar. Pemikiran ini muncul karena ada beberapa kasus wanita yang sulit hamil dan secara kebetulan melakukan vaksin TT. Sehingga muncul pemikiran yang mengaitkan vaksin TT dengan kemandulan.

Suntik TT ini sebenarnya ideal dilakukan lima tahap, yaitu tahap pertama yaitu sebelum menikah. Bisa dilakukan dua minggu atau satu bulan sebelum menikah. Kemudian tahap dua, yaitu empat minggu setelah tahap pertama.

Lalu suntik ketiga dilakukan enam bulan setelah TT kedua, dan tahap keempat dilakukan satu tahun setelah TT ketiga. Tahap kelima dilakukan satu tahun terhitung sejak dilakukannya TT keempat. Jika kamu mendengar ada ibu hamil yang diberikan suntik TT, kemungkinan itu merupakan TT tahap kedua dan ketiga.

2. Mumps, Measies, Rubella (MMR)

Merupakan imunisasi yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi kedua calon pengantin dan masa depan anak-anaknya yang akan dilahirkan nantinya. Dengan melakukan vaksin MMR ini diharapkan bisa mencegah terkena penyakit rubella, campak, dan juga gondongan.

3. Hepatitis B

Meskipun vaksin hepatitis B juga sudah kamu dapatkan semasa bayi, namun ada baiknya bagi kamu dan pasangan untuk mendapatkan vaksin hepatitis B ini akan kekebalan tubuh kamu lebih kuat melawan penyakit hepatitis B ini. Sebab penyakit yang satu ini sangat mudah sekali menular.

Tidak hanya menular pada orang yang ada di sekitar kamu, tetapi juga bisa terjadi penularan secara vertikal, seperti pada ibu ke anak. Serta dengan mudah bisa menular lewat hubungan seksual. Itulah sebabnya kamu dan pasangan harus mendapatkan vaksin pranikah.

4. Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin sebelum nikah HVP ini berfungsi untuk mencegah terjangkitnya penyakit kanker serviks yang menjadi pembunuh nomor satu wanita di Indonesia. Bahkan menurut data dari WHO, pada tahun 2030 nanti akan terjadi lonjakan penderita kanker hingga tujuh kali lipat di Indonesia.

Itulah kenapa diharuskan bagi wanita selain mendapatkan vaksin pranikah tidak hanya vaksin TT, tetapi juga HPV. Vaksin HPV ini sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu dua hingga enam bulan sebelum pernikahan.

5. Varicella Zoster

Vaksin ini berguna untuk melindungi Ibu dan calon janin yang ada dalam kandungan dari kemungkinan terkena penyakit cacar air dan herpes. Kamu tentu saja tidak boleh melewatkan vaksin pranikah jenis Vericella Zoster ini agar penyakit cacar air tidak menjangkiti saat menjelang kelahiran. Tentu saja akan berdampak buruk bagi kesehatan bayi yang kamu lahirkan.

Related posts
Kesehatan

Waspadai 5 Komplikasi Hipertensi Ini!

Kesehatan

Ini Dia Ciri – Ciri Kolesterol Naik yang Harus Diwaspadai

Bayi & Anak-AnakKesehatan

8 Manfaat Alpukat Sebagai MPASI untuk Si Kecil

Kesehatan

Ini 5 Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah