Ibu HamilKehamilan

Keputihan Saat Hamil Muda dan Tua

Keputihan Saat Hamil

Keputihan saat hamil tua ataupun muda sebenarnya normal saja. Akan menjadi tidak normal jika warnanya tidak seperti biasa. Apalagi jika disertai juga dengan gejala-gejala lainnya.

Baca Juga:

Karena menyebutkan gejala, artinya bisa jadi keputihan saat hamil menunjukkan tubuh kamu sedang terjangkit suatu penyakit. Apa saja penyebab keputihan saat hamil, bagaimana gejala dan cara mengatasinya, kamu bisa mencari tahu di sini!

Keputihan Saat Hamil yang Normal

Keputihan Saat Hamil

Ada penjelasan dari kondisi keputihan yang normal. Keputihan saat hamil itu dapat terjadi karena adanya peningkatan kadar estrogen serta aliran darah ke vagina. Nah, keputihan ini merupakan cairan tambahan dari leher rahim.

Keputihan saat hamil muda yang normal merupakan cairan lendir yang memenuhi saluran serviks. Keputihan ini berfungsi sebagai pelindung yang bentuknya seperti putih telur. Sedangkan keputihan saat hamil tua, juga bisa disebut normal-normal saja. Bahkan justru keputihan yang keluar saat usia kehamilan tua akan keluar semakin banyak.

Keputihan Saat Hamil yang Tidak Normal

Keputihan Saat Hamil

Keputihan saat hamil yang tidak normal disebut bersifat patologis. Artinya, bisa jadi kamu sedang terserang oleh penyakit. Keputihan saat hamil yang tidak normal ini, biasanya mengeluarkan aroma tidak sedap, timbul rasa gatal di area kewanitaan, bahkan bisa jadi terasa sakit saat buang air kecil. Berikut ini beberapa penyebab keputihan saat hamil.

1. Infeksi Jamur

Penyebab keputihan saat hamil yang paling sering terjadi adalah karena adanya infeksi jamur. Sebenarnya infeksi jamur ini termasuk kondisi yang normal terjadi. Namun akan memberikan rasa yang tidak nyaman. Dan untuk menghindari bahaya keputihan saat hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan jika ini terjadi.

Jamur dapat tumbuh di area kewanitaan karena ada perubahan yang terjadi dalam tubuh. Keputihan saat hamil terjadi karena adanya perubahan pH alami karena hormon. Kondisi inilah yang menjadi media jamur untuk tumbuh. Tidak terkecuali jamur yang bersifat parasit.

Gejala

  • Ada rasa panas sakit dan gatal di organ intim.
  • Ada rasa sakit dan panas saat buang air kecil.
  • Organ intim berwarna kemerahan.
  • Keluarnya cairan berwarna putih tetapi tidak berbau.

Cara mengobatinya

  • Perhatikan dan jaga kebersihan di organ intim.
  • Rutin mengganti celana dalammu.
  • Gunakan celana dalam yang berbahan katun.
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter atau bidan.
  • Minum minuman yang mengandung probiotik yang dapat melawan dan mencegah tumbuhnya jamur, seperti yoghurt.

2. Infeksi Bakteri Vaginosis

Penyebab keputihan saat hamil yang berikutnya juga bisa terjadi ketika kamu belum hamil. Keputihan ini muncul dikarenakan adanya infeksi bakteri vaginosis. Karena saat hamil terjadi perubahan hormon, kondisi normal organ intim juga akan berubah. Pada saat ini lah, bakteri lebih mudah masuk.

Jika infeksi dari bakteri vaginosis belum terlalu parah, keputihan saat hamil ini tidak akan mengganggu. Ibu dan anak dalam kandungan akan sehat-sehat saja. Berbeda ceritanya jika bakteri vaginosis sudah cukup aktif. Keputihan saat hamil ini akan berdampak pada cepatnya ketuban pecah, sehingga kemungkinan bayi lahir prematur dapat terjadi.

Gejala

  • Keputihan lengket.
  • Aroma keputihan cukup menyengat.
  • Tidak meninggalkan bekas noda kuning di celana dalam.
  • Ada rasa sakit saat buang air kecil ataupun buang air besar.

Cara mengatasinya

Konsultasikan dengan dokter. Biasanya dokter akan mengamati perkembangan dari infeksi bakteri vaginosis ini. Tujuannya untuk menghentikan perkembangan bakteri vaginosis. Sehingga kemungkinan ketuban pecah sebelum waktunya dapat dihindari.

3. Infeksi Karena Penyakit Menular Seksual

Keputihan saat hamil juga dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual ini karena kamu berhubungan intim sebelum dan saat hamil. Contoh penyakit menular seksual itu disebabkan oleh chlamydia. Atau bisa juga disebabkan oleh infeksi dari trichomoniasis.

Infeksi yang disebabkan karena penyakit menular seksual, sebenarnya dapat terjadi jika kamu kurang memperhatikan kondisi saat berhubungan dengan pasanganmu. Utamanya kamu perlu menjaga kebersihan. Selanjutnya perhatikan kesehatannya dengan banyak dan berkonsultasi dengan yang ahli.

Gejala

  • Aroma keputihan sangat menyengat.
  • Keputihan sangat kental dan banyak.
  • Keputihan berwarna kuning keunguan.
  • Akan menimbulkan noda kekuningan atau hijau di celana dalam.
  • Ada rasa panas gatal dan sakit di organ intim.
  • Sakit saat buang air kecil dan saat berhubungan seksual.

Cara mengobatinya

Kamu perlu tahu, kalau keputihan saat hamil yang disebabkan oleh penyakit seksual menular seksual ini berbahaya. Kuman yang bukan penyakit dapat menyebar ke janin melalui plasenta. Otomatis kesehatan janin pun terganggu. Bahkan dapat berdampak pada cara kamu melahirkan nantinya, apakah normal atau caesar.

Jika gejala-gejala dari keputihan saat hamil ini muncul, kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter kandungan. Dokter akan membantumu mengobati menular seksual ini. Caranya dengan memberikan obat antibiotik untuk membunuh sumber dari penyakit ini. Saat pengobatan, sebaiknya kamu tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu.

4. Infeksi Leukorrhea

Penyebab keputihan saat hamil selanjutnya adalah karena adanya infeksi leukorrhea. Infeksi ini biasanya terjadi saat usia kehamilan mencapai 13 minggu. Tapi beberapa kasus justru data muncul lebih awal dari ini.

Lagi-lagi, jika belum terlalu parah infeksi leukorea yang menyebabkan keputihan saat hamil ini termasuk normal-normal saja. Tapi jika perkembangannya secara fisik menimbulkan bentuk keputihan yang tidak normal, tentu kamu perlu segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan. Karena bisa jadi akan memicu keguguran saat hamil.

Gejala

  • Keputihan yang keluar cukup banyak.
  • Jika parah, ditandai dengan keputihan berwarna coklat.

Cara mengobatinya

  • Jaga kebersihan organ intim dengan rutin mengganti celana dalam agar tidak terlalu lembab.
  • Gunakan panty liner untuk meresap keputihan saat hamil.
  • Hindari penggunaan produk produk berbahan kimia.
  • Jangan bersihkan organ kewanitaan dengan tisu basah karena dapat menimbulkan iritasi dan infeksi di saluran kemih.

Bahaya keputihan saat hamil

Keputihan Saat Hamil

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa keputihan saat hamil bisa saja normal. Tapi jika cukup mengganggu dan membuatmu tidak nyaman, bisa jadi ada bahaya keputihan saat hamil. Beberapa bahaya keputihan saat hamil di antaranya:

1. Kelahiran Prematur

Kelahiran bayi yang prematur memang dapat diatasi setelah dilahirkan. Maksudnya ada metode-metode khusus untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi yang prematur agar tetap sehat. Tetapi kamu juga perlu tahu kalau lebih baik bayi lahir normal daripada lahir prematur.

Kelahiran prematur akan ditandai dengan keputihan saat hamil yang lebih kental daripada biasanya. Keputihan ini juga akan menimbulkan aroma yang cukup menyengat rasa gatal di area kewanitaan. Dalam beberapa kondisi, keputihan saat hamil yang menandakan akan terjadi kelahiran yang prematur adalah yang juga menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual dengan pasanganmu.

2. Ketuban Pecah

Kalau yang ini sebenarnya proses sebelum kelahiran prematur terjadi. Yakni ketuban pecah sehingga airnya keluar dengan deras. Ketuban pecah ini akan menandakan kelahiran anakmu. Tetapi ketuban pecah harus dihindari karena dikhawatirkan terjadi di waktu yang tidak tepat atau terlalu dini.

Ini juga sudah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu pemicu ketuban pecah adalah keputihan saat hamil. Keputihan akan ditandai dengan aroma tidak sedap dan warna yang kekuningan. Beberapa kesempatan mungkin juga menimbulkan rasa gatal organ intim wanita.

3. Berat Badan Bayi Rendah

Bahaya keputihan saat hamil yang cukup sebaiknya kamu perhatikan adalah kesehatan janinmu. Bersyukur jika bayi yang kamu lahirkan nanti tetap sehat. Tapi tidak menutup kemungkinan, bayimu memiliki berat badan yang rendah.

Berat badan bayi rendah ini dapat disebabkan oleh keputihan saat hamil. Terutama yang disebabkan oleh penyakit menular seksual dari protozoa trichomonas vaginalis. Saat ini terjadi, kamu mungkin akan merasakan sakit di bagian paha, vulva, dan perineum saat hubungan seksual dengan pasangan.

Itulah beberapa penyebab keputihan saat hamil. Walaupun keputihan itu normal, tentu setiap hal itu akan berbahaya jika berlebihan. Tidak terkecuali bahaya keputihan saat hamil seperti sudah disebutkan di atas. Jangan ragu untuk mengunjungi dokter kandungan jika kamu merasa keputihan yang keluar sudah tidak normal ya.

Related posts
Ibu HamilKehamilan

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil

Ibu HamilKehamilan

Manfaat Kurma Muda untuk Ibu Hamil dan Kesuburan

Ibu HamilKehamilan

9 Tanda Hamil Anak Perempuan

Ibu HamilKehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Benar