Ibu HamilKehamilan

Takut Miom Saat Hamil? Kenali Gejala dan Penyebabnya

miom saat hamil

Mendengar kata miom tentu menjadi salah satu hal yang menakutkan, terutama bagi ibu hamil. Hal ini karena miom saat hamil dapat meningkatkan beberapa risiko.

Dalam beberapa studi disebutkan bahwa miom atau yang dikenal juga dengan nama mioma atau uteri fibroid (fibroid rahim) dapat menghambat pertumbuhan janin, plasenta bisa terlepas secara tiba-tiba, dan dapat menyebabkan kelahiran yang prematur. Pada beberapa kasus, miom dapat menyebabkan keguguran di trimester awal kehamilan dan pendarahan pasca melahirkan.

Baca Juga:

Untuk kamu yang penasaran mengenai miom, berikut Okacod punya informasi seputar miom saat hamil, mulai dari gejala dan juga resikonya.

Penyebab Tumbuh Miom Saat Hamil

miom saat hamil

Satu hal yang paling ditakuti wanita adalah memiliki miom saat hamil. Banyak yang mengatakan jika miom berbahaya bagi kesehatan Ibu dan anak. Tapi apakah itu benar? Sebelum itu, ketahui dulu faktor risiko yang menyebabkan tumbuhnya miom:

1. Produksi hormon yang berlebihan

Tubuh memiliki kemampuan alami untuk menghasilkan hormon. Saat kondisi normal, jumlah yang cukup akan membantu kerja tubuh dengan baik. Tapi tidak jika kondisi tubuhmu kurang sehat. Jika hormon progesterone dan estrogen yang diproduksi di ovarium meningkat jumlahnya, lapisan rahim akan beregenerasi terutama selama siklus menstruasi. Hal ini akan merangsang pertumbuhan miom.

2. Kehamilan

Masih berkaitan dengan hormon progesterone dan estrogen, salah satu penyebabnya adalah kehamilan. Miom saat hamil terjadi karena kondisi ini mendorong peningkatan produksi hormon itu sendiri.

3. Riwayat keturunan

Sel tumor jinak seperti miom sangat mungkin diturunkan dari garis keluarga. Jika kamu memiliki keluarga yang terkena miom, kamu sebagai keturunannya juga bisa bernasib sama. Faktor genetik tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Tapi jangan khawatir, kamu dapat segera menanganinya dengan mengetahui gejalanya terlebih dahulu.

4. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat juga memberikan pengaruhnya pada penurunan kesehatan, termasuk meningkatkan risiko tumbuhnya miom. Konsumsi alkohol, kafein, dan rokok misalnya. Atau pola diet yang ekstrem, stress, dan jarangnya berolahraga untuk menyegarkan tubuh.

Gejala Miom

miom saat hamil

Miom sebenarnya tidak memiliki gejala yang pasti. Untuk mendeteksinya, cara paling tepat adalah dengan berkonsultasi ke dokter kandungan. Tapi sebelum pergi ke sana, beberapa hal ini bisa kamu jadikan indikator untuk menduga-duga, apakah kamu memiliki miom atau tidak.

  • Terasa sakit saat menstruasi
  • Menstruasi berlangsung lebih lama
  • Flek sebelum dan sesudah menstruasi
  • Pendarahan masif saat menstruasi dan di luar siklus menstruasi
  • Perut terasa tertekan, nyeri di punggung bagian bawah, dan panggul
  • Perut buncit di bagian bawah seperti hamil
  • Sering buang air kecil
  • Konstipasi atau sembelit
  • Terasa sakit saat berhubungan seksual
  • Infertilitas atau sulit hamil
  • Kelahiran anak yang prematur
  • Abrupsio plasenta
  • Dalam beberapa kasus ginjal dan ureter tersumbat
  • Detak jantung terasa cepat
  • Kulit terasa dingin dan terlihat pucat
  • Kehilangan kesadaran sesaat bahkan pusing dan pingsan
  • Sulit bernafas jika sudah sangat parah

Cara Memastikan Miom

miom saat hamil

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat apakah kamu terkena miom atau tidak, pemeriksaan ke dokter adalah hal yang sangat disarankan. Berikut adalah pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah kamu menderita miom atau tidak.

1. USG (Ultrasonography)

Teknologi ini menggunakan air garam yang steril. Prosesnya dengan menyuntikkan air itu ke dalam rahim hingga rongga uterus terbuka. Saat itu dapat dilakukan perekaman rahim dan endometrium untuk mengetahui ukuran dan lokasi miom.

2. Histeroskopi

Histeroskopi memungkinkan dokter memasukan tabung kecil yang berisi detektor cahaya ke uterus melalui serviks. Untuk bisa masuk, prosesnya sama seperti USG. Dokter akan menyuntikkan air garam untuk memperbesar rongga uterus terlebih dahulu. Tujuannya untuk melihat bagian dalam rahim.

3. MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Miom dapat tumbuh dengan ukuran, jumlah, dan lokasi yang berbeda pada satu orang dengan orang yang lainnya. Hal ini perlu diketahui sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut. MRI dilakukan untuk mengetahuinya dengan pasti.

4. X-ray

X-ray adalah metode pemeriksaan yang menggunakan pewarna untuk mencermati rahim dan saluran telur. Dokter dapat mendeteksi miom dan melihat apakah tuba fallopi terhalang atau tidak. Tapi metode ini tidak dapat dilakukan jika kamu memiliki masalah kesuburan.

5. Laparoskopi

Laparoskopi sebenarnya merupakan salah satu metode operasi. Dengan metode ini, dokter dapat menemukan miom di bagian luar rahim. Setelah itu dilakukan pengangkatan (miomektomi). Operasi ini tidak memberikan rasa sakit yang berat atau perawatan yang panjang.

6. Pemeriksaan darah lengkap

Salah satu gejala miom adalah pendarahan yang masif. Pemeriksaan Darah Lengkap (DL) dilakukan untuk memeriksa anemia. Hal ini karena miom juga dapat memicu kekurangan darah dalam tubuh.

Related posts
Ibu HamilKehamilan

7 Faktor Penyebab Keguguran yang Harus Diwaspadai

Ibu HamilKehamilan

Keputihan Saat Hamil Muda dan Tua

KehamilanKesehatanPrakonsepsi

5 Jenis Vaksin Sebelum Menikah yang Disarankan

Ibu HamilKehamilan

10 Gerakan Yoga untuk Ibu Hamil yang Aman