Ibu HamilKehamilan

6 Tanda Hamil Anak Laki-Laki, Fakta atau Mitos?

tanda hamil anak laki-laki

Bagi pasangan suami istri, berita mengenai kehamilan tentunya menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Di masa menunggu kabar bahagia tersebut, perdebatan mengenai jenis kelamin anak pastinya kerap hadir di sela-sela perbincangan. Misalkan, suami lebih menginginkan anak laki-laki, sedangkan istri menginginkan anak perempuan, ataupun bisa saja sebaliknya.

Baca Juga:

Nah, untuk kamu yang menginginkan hamil anak laki-laki, ternyata ada beberapa mitos mengenai tanda-tanda kehamilan anak laki-laki, lho. Tanda-tanda ini memang belum pasti kebenarannya sehingga masih menjadi perdebatan. Langsung saja, berikut ini enam tanda hamil anak laki-laki, fakta atau mitos, ya?

Tanda Hamil Anak Laki-laki

tanda hamil anak laki-laki

Tanda-tanda hamil anak laki-laki berikut ini bisa jadi fakta maupun mitos. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Denyut jantung pada janin laki-laki lebih tinggi

Salah satu tanda jika kamu hamil anak laki-laki, yaitu dengan denyut jantung pada janin. Apabila denyut jantung lebih tinggi atau per menit di bawah 140 kali, maka janin tersebut berjenis kelamin laki-laki, begitu juga sebaliknya.

Lantas, apakah mitos ini benar dan dapat dipercaya? Faktanya, sejumlah studi yang dilakukan belum ada yang berhasil membuktikan hal tersebut secara ilmiah. Lebih lanjut, denyut jantung pada janin ternyata bervariasi. Hal itu terpengaruh oleh pergerakan dan usia si janin.

Selaras dengan hal tersebut, bantahan mengenai mitos ini juga datang dr. Michael Randell, dokter spesialis kandungan dan kebidanan dari Atlanta, Amerika Serikat. Menurutnya, detak jantung janin tidak selalu sama dan bisa saja bervariasi setiap harinya.

Tak hanya itu, berat badan yang meningkat pun bukan menjadi jaminan itu pertanda janin berjenis kelamin laki-laki. Banyak kasus di mana bayi laki-laki lahir dengan berat badan yang terbilang rendah.

2. Proporsi pada perut ibu yang mengandung anak laki-laki terlihat lebih landai

Mitos selanjutnya datang dari proporsi perut si ibu. Apabila perut terlihat lebih landai atau rendah, berarti bayi yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika terlihat lonjong atau tinggi, maka bayi perempuan.

Lantas, apakah bentuk proporsi perut ibu yang sedang hamil bisa dijadikan sebagai patokan untuk menilai hal itu?

Ternyata, hal tersebut belum ada pembuktian ilmiahnya. Faktanya, proporsi perut ibu hamil sangat bervariasi dan terpengaruh oleh bentuk tubuh si ibu, posisi bayi di dalam kandungan, serta usia kehamilannya.

3. Pertumbuhan bulu kaki yang cepat, pertanda mengandung anak laki-laki

Walaupun terdengar kurang meyakinkan, mitos mengenai pertumbuhan bulu kaki pada ibu yang mengandung juga kerap disangkutpautkan dengan jenis kelamin anak yang dikandungnya. Anggapan yang beredar mengatakan, jika pertumbuhan bulu kaki pada ibu tersebut tergolong cepat, maka janin yang dikandungnya adalah laki-laki.

Nah, mitos ini ternyata juga tak bisa menjadi patokan. Mengapa? Nyatanya, janin tidak dapat membuat hormon yang cukup untuk bisa mempengaruhi pertumbuhan bulu pada tubuh sang ibu. Jadi, mitos ini pun tak bisa menjadi acuan untuk menilai hal itu.

4. Warna urine yang terang menandakan ibu mengandung anak laki-laki

Mitos selanjutnya datang dari warna urine yang dihasilkan oleh ibu hamil. Mitos yang beredar, apabila urine berwarna terang, maka janin yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. Begitu pula sebaliknya, jika urine berwarna gelap, maka janin yang dikandungnya adalah perempuan.

Bisakah urine menjadi patokan? Ternyata tidak! Warna urine sebenarnya terpengaruh dari pola konsumsi dan tingkat tercukupinya cairan atau air yang diminum oleh si ibu. Warna urine yang gelap, ternyata lebih mengindikasikan jika ibu tersebut mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

5. Sering mengidam makanan asin atau asam, pertanda hamil anak laki-laki

Salah satu hal yang kerap dialami oleh ibu hamil, yaitu masa mengidam. Pada masa tersebut, terkadang ibu menginginkan makanan-makanan tertentu. Nah, rasa pada makanan tersebut, ternyata juga kerap dijadikan sebagai acuan dari jenis kelamin yang dikandungnya.

Jika makanan yang disukai lebih didominasi dengan rasa asin atau asam, berarti janin tersebut laki-laki. Namun, bila lebih menyukai rasa manis, maka sebaliknya.

Bisakah hal ini menjadi acuan? Ternyata juga tidak! Tidak ada bukti yang menyatakan jika menyukai rasa makanan tertentu saat mengidam berkaitan dengan jenis kelamin janin yang dikandung.

6. Jarang mengalami morning sickness menandakan hamil anak laki-laki

Rasa mual dan muntah atau morning sickness memang kerap dialami oleh ibu yang sedang hamil. Hal itu ternyata juga kerap disangkutpautkan dengan mitos jenis kelamin anak yang dikandungnya.

Mitos yang beredar menyatakan, apabila rasa mual dan muntah jarang terjadi, maka janin tersebut berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan, jika morning sickness terjadi sepanjang hari, maka janin berjenis kelamin perempuan.

Faktanya, hormon hCG memang memicu terjadinya morning sickness. Hormon ini cenderung lebih tinggi pada kehamilan ibu dengan janin perempuan.

Namun, bukan berarti ibu yang mengandung janin laki-laki tidak mengalami hal ini. Bahkan di beberapa kasus, morning sickness bisa terjadi dengan gejala yang lebih berat saat mengandung janin laki-laki.

Faktanya, kondisi morning sickness memang kerap terjadi pada masa kehamilan di trimester pertama, bukan sebagai acuan untuk memprediksi jenis kelamin janin yang dikandung seseorang.

Fakta-fakta yang Memengaruhi Hamil Anak Laki-laki

tanda hamil anak laki-laki

Memang, untuk mengetahui apakah kamu hamil anak laki-laki hanya dengan menggunakan tanda-tanda tersebut terbilang sangat sulit. Namun, ada beberapa fakta-fakta yang bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai hal-hal yang mempengaruhi kamu bisa hamil anak laki-laki.

Sering berhubungan suami istri berpeluang lebih besar hamil anak laki-laki

Aktivitas berhubungan suami istri secara rutin, ternyata juga mempengaruhi jenis kelamin anak. Jika berhubungan dilakukan secara sering atau rutin, maka kecenderungan peluang janin laki-laki akan semakin besar.

Fakta membuktikan, jika hubungan tersebut rutin dilakukan, maka peluang sperma pembawa gen laki-laki lebih besar sampai terlebih dahulu ke sel telur. Hal ini tidak lain karena kuantitas sperma yang membawa gen laki-laki lebih banyak. Selain itu, gen tersebut juga memiliki karakteristik lebih ringan.

1. Berhubungan seks di waktu yang tepat, memungkinkan peluang hamil anak laki-laki

Hal lain yang mempengaruhi jenis kelamin anak yang kamu kandung, yaitu persoalan pada waktu berhubungan. Waktu yang tepat untuk berhubungan agar bisa mendapat anak laki-laki yaitu di awal dan di akhir masa subur, termasuk juga waktu ovulasi.

Mengapa harus di waktu tersebut? Hal itu karena di masa tersebut sperma pembawa gen laki-laki lebih lebih mudah mencapai sel telur. Sebaliknya, pada pertengahan masa subur, sperma pembawa gen perempuanlah yang lebih berpeluang.

2. Pola konsumsi makanan dengan jumlah kalori yang lebih tinggi

Tak hanya permasalahan intensitas dan waktu berhubungan saja, ternyata pola konsumsi pun menjadi salah satu faktor penyumbang peluang kamu hamil anak laki-laki.

Sebuah studi telah dilakukan menyatakan, wanita yang mengonsumsi kalori lebih tinggi, atau setara 2.400 kalori per hari atau lebih, maka memiliki kemungkinan untuk hamil anak laki-laki.

Kurangnya asupan tersebut cenderung menghalangi terbentuknya janin dengan jenis kelamin laki-laki. Selain itu, hal tersebut juga menyulitkan janin untuk bertahan dalam kandungan.

Lantas, Bagaimana Memastikan Jenis Kelamin Bayi yang Dikandung?

Untuk bisa memastikan jenis kelamin pada janin yang ada di dalam kandungan, tentu dengan melakukan kontrol kehamilan di dokter kandungan. Untuk memastikan lebih lanjut, kamu bisa melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada masa usia kandungan 3 bulan.

Pemeriksaan tersebut memiliki tingkat keakuratan yang lebih tinggi dalam memprediksi jenis kelamin pada janin. Sehingga, kamu pun tak sekadar hanya menerka-nerka dengan mitos atau tanda-tanda kehamilan anak laki-laki yang telah kita bahas sebelumnya. Semoga bermanfaat ya!

Related posts
KehamilanPrakonsepsi

Beberapa Cara Punya Anak Kembar

Ibu HamilKehamilan

10 Ciri Hamil 1 Minggu yang Harus Kamu Tahu

Ibu HamilKehamilan

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil

Ibu HamilKehamilan

Manfaat Kurma Muda untuk Ibu Hamil dan Kesuburan