Ibu HamilKehamilan

5 Hal yang Harus Diketahui Tentang Hamil Anggur

hamil anggur

Ibu hamil memiliki banyak resiko yang menghantui sepanjang proses kehamilan. Salah satunya adalah hamil anggur, dimana perempuan bisa mengalami gagal hamil akibat adanya kelainan pada proses perkembangan ovum atau sel telur setelah dibuahi.

Baca Juga:

Wanita dengan kondisi hamil anggur tetap mengalami tanda-tanda kehamilan, namun sebenarnya sel telur dan plasenta tidak berhasil berkembang menjadi janin melainkan membentuk semacam tumor yang bentuknya menyerupai anggur putih.

Hamil anggur atau yang dalam istilah medis dikenal dengan Mola Hidatosa terbagi menjadi dua bentuk yaitu:

  • Hamil Anggur Lengkap (Mola Komplit)
    Mola Komplit atau Hamil Anggur Lengkap terjadi ketika janin dan plasenta tidak terbentuk sama sekali, melainkan menjadi sel abnormal yang berbentuk mirip seperti anggur.
  • Hamil Anggur Parsial (Mola Parsial)
    Mola Parsial atau Hamil Anggur Sebagian merupakan jaringan plasenta dan janin mengalami pertumbuhan abnormal sebagian namun terdapat pertumbuhan sel mole mirip anggur di saat bersamaan. Sel telur dan plasenta dalam tahapan ini berhasil menjadi janin namun tidak berkembang menjadi bayi.

Hal yang Perlu Diketahui Tentang Hamil Anggur

hamil anggur

Pada dasarnya hamil anggur adalah salah satu kondisi yang jarang dialami ibu hamil. Kita yang sedang dalam program hamil ataupun yang baru merencanakan kehamilan, tidak perlu khawatir berlebihan. Kuncinya adalah memahami hamil anggur itu apa dan seperti apa penanganannya.

1. Wanita yang hamil di luar usia 20-30 tahun lebih beresiko mengalami hamil anggur

Secara umum kondisi hamil ini jarang terjadi pada wanita yang sedang dalam masa hamil. Namun ketika kondisi ini muncul, maka bisa menyerang siapa saja. Wanita yang mengalami kehamilan pada usia yang relatif muda (di bawah 20 tahun) dan pada usia yang relatif tua (di atas 35 tahun) lebih beresiko mengalami hamil ni.

Selain itu, ibu hamil yang punya riwayat hamil anggur maupun keguguran pada kehamilan sebelumnya pun memiliki kemungkinan untuk terjadinya kembali kondisi hamil anggur.

2. Hamil anggur tidak berkaitan dengan kejadian mistis

Hamil anggur sering disebut-sebut sebagai hamil kosong atau hamil palsu dan dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis. Perempuan yang mengalami kondisi ini pun mengalami hasil test pack positif  disertai gejala-gejala kehamilan namun ternyata tidak ada janin di rahim.

Tidak jarang masyarakat menganggap bahwa kejadian hamil kosong adalah akibat santet, guna-guna ataupun bayi yang dikandung dipindah ke rahim perempuan lain. Anggapan tersebut sama sekali tidak benar karena secara medis bisa dijelaskan hamil anggur itu apa dan faktor apa saja yang bisa menyebabkan kehamilan ini.

Secara medis kondisi dan penyebab hamil anggur bisa dijelaskan karena adanya kelainan kromosom yang menyebabkan pertumbuhan janin menjadi kurang sempurna. Para ahli medis pun mempercayai bahwa kondisi psikologis sang ibu hamil seperti stress yang berlebih bisa juga menjadi faktor pendorong terjadinya kondisi hamil seperti ini.

3. Gejala hamil anggur mirip tanda-tanda keguguran

Setelah beberapa waktu mengalami gejala kehamilan, ibu hamil yang mengalami kondisi hamil anggur akan menemui tanda-tanda yang hampir serupa dengan gejala keguguran, diantaranya :

  • mengalami keputihan atau pendarahan dari vagina bahkan keluarnya kista berbentuk anggur
  • mual dan muntah-muntah yang cukup sering dan berlebihan jika dibandingkan dengan morning sickness biasa
  • sesak nafas dan nyeri yang cukup parah pada bagian perut akibat pendarahan internal
  • mengalami kram atau rasa nyeri pada tulang panggul

Gejala-gejala tersebut seringkali dirasakan pada trimester pertama masa kehamilan. Namun karena awalnya penderita hamil kosong merasakan gejala kehamilan biasa dan kurangnya pengetahuan tentang apa itu hamil anggur, sehingga kondisi ini sering diabaikan dan tidak disadari oleh penderita. Sebaiknya di masa awal kehamilan segera dilakukan konsultasi dengan dokter, terutama jika ada kejanggalan yang dirasakan di luar tanda-tanda kehamilan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Hamil Anggur?

hamil anggur

Untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar mengalami kondisi hamil kosong, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan USG dan memastikan tanda tanda lain secara rinci seperti rahim yang tampak lebih besar dibanding usia kandungan yang sebenarnya atau tensi darah tinggi dan tes urin.

Selain pemeriksaan urin dan USG, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan tes darah untuk memeriksa hormone kehamilan, hormon tiroid serta kadar hemoglobin dalam darah untuk mendeteksi kemungkinan kondisi medis lainnya.

1. Harus mendapat tindakan cepat

Ibu hamil yang mendapat diagnosis positif mengalami kondisi hamil kosong akan dianjurkan untuk diambil tindakan segera sebelum sel-sel yang tumbuh abnormal berubah menjadi kanker yang membahayakan nyawa ibu hamil. Penanganan yang umumnya disarankan dokter kandungan adalah dilatasi dan kuret atau histerektomi alias pengangkatan rahim untuk mengangkat jaringan abnormal pada penderita hamil anggur.

Namun begitu, operasi pengangkatan rahim hanya dilakukan bagi penderita yang tidak ingin memiliki keturunan lagi. Sehingga prosedur dilatasi dan kuretase lebih banyak dipilih untuk membuang mola hidatosa yang masih bersifat non-kanker atau jinak. Langkah penanganan terdiri dari pembukaan serviks (dilatasi), dan dilanjutkan dengan proses kuret atau pengerokan bagian dalam lapisan rahim hingga bersih dari mola hidatosa.

Beberapa pilihan tindakan lainnya bisa berupa pengobatan radiasi, kemoterapi dengan obat tunggal maupun kemoterapi dengan beberapa obat. Setelah menjalani prosedur pengangkatan, dokter memerlukan pemeriksaan ulang kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) pada penderita. Jika kadar hormone HCG cenderung tinggi pasca tindakan pengangkatan, maka dokter akan melakukan penanganan lebih lanjut.

Penderita yang terlambat mendapatkan tindakan akan memiliki resiko sulit hamil di kemudian hari karena keberadaan mola hidatosa akan mempengaruhi kondisi dinding rahim.

2. Penderita hamil anggur masih bisa mempunyai anak

Tidak perlu khawatir untuk merencanakan kehamilan di masa mendatang pasca mengalami hamil kosong. Kasus ini dapat disembuhkan dengan penanganan dari dokter kandungan dan penderita masih bisa memiliki anak setelah menjalani pengobatan.

Meski begitu, dokter menyarankan untuk setidaknya menunggu dua hingga tiga siklus terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk merencanakan kehamilan. Tentunya setelah memastikan pula kadar HCG dan hormon kehamilan darah kembali normal dan menjalani pengobatan atau perawatan yang disarankan oleh dokter kandungan.

Dengan tindakan dokter dan perawatan yang tepat, dilengkapi dengan evaluasi secara berkala, kondisi kni dapat disembuhkan. Selain itu, penderitanya sangat mungkin bisa hamil kembali pada waktu yang tepat, dan dengan kondisi yang sehat dan normal.

Related posts
KehamilanKesehatan

10 Obat Sakit Gigi yang Aman Bagi Ibu Hamil

KehamilanPersalinan

Serba Serbi Melahirkan Normal di Rumah

Diet & NutrisiIbu HamilKehamilan

10 Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

KehamilanPrakonsepsi

5 Tips untuk Program Hamil Anak Perempuan