Ibu HamilKehamilan

5 Tips Puasa Saat Hamil

tips puasa saat hamil

Seorang ibu yang tengah mengandung tentunya sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tak hanya bagi dirinya sendiri namun juga bagi janin dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi yang meningkat seiring kehamilan membuat nafsu makan serta kuantitas asupan makanan ibu hamil pun turut meningkat pula.

Baca Juga:

Di sisi lain, bulan Ramadhan yang akan segera tiba tentu membuat banyak umat Muslim tidak ingin menyia-nyiakan keberkahan di bulan spesial ini dengan melaksanakan ibadah puasa secara optimal, tak terkecuali para ibu hamil.

Banyak ibu hamil yang ingin berpuasa saat hamil namun ragu mengingat kondisinya, khawatir bila puasa yang dilakukan membawa dampak negatif untuk janinnya. Tenang, cari tahu info tips puasa saat hamil bersama Okadoc Indonesia di sini, yuk!

Tips Puasa Bagi Ibu Hamil

tips puasa saat hamil

Secara umum, puasa saat hamil muda memang tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kurangnya bobot bayi saat dilahirkan, namun apabila usia kandungan sudah cukup dan tidak ada kondisi kesehatan khusus yang menjadi penghalang, maka sah-sah saja bagi ibu hamil untuk berpuasa.

Berikut tips berpuasa saat sedang hamil, agar ibadah puasa tetap optimal meski tengah mengandung.

1. Perhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka

Sebagai ibu hamil, tentunya ada kondisi khusus dimana asupan nutrisi yang dibutuhkan lebih banyak dibanding biasanya. Apabila kamu memutuskan untuk berpuasa saat hamil, maka hal terpenting yang harus diperhatikan adalah untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi baik ketika sahur ataupun berbuka puasa.

Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi dengan buah, sayur, serta asupan protein seperti susu, keju, dan daging, agar kebutuhan nutrisi janin tercukupi dengan sempurna sekaligus menjaga kesehatan ibu saat berpuasa. Atur setiap komponen nutrisi agar seimbang dalam satu porsi makan.

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat seperti sayuran, buah kering, dan gandum utuh sangat direkomendasikan, begitu pula kacang-kacangan, telur, daging, ikan yang sudah dimasak matang untuk memenuhi kebutuhan protein.

Hindari makanan manis karena dapat membuat kadar gula fluktuatif, naik dan turun secara cepat yang menimbulkan lemas serta pusing. Hindari pula makanan pedas serta berlemak. Sebab, makanan pedas dapat menimbulkan perubahan hormon, memicu rasa mulas dan juga rasa mual dan muntah.

Sementara makanan berlemak beresiko memengaruhi sistem kekebalan tubuh baik pada kesehatan ibu maupun calon bayi. Gantilah makanan pedas dan berlemak dengan jenis makanan berserat dan karbohidrat yang bernutrisi tinggi. Selain itu, batasi makanan siap saji dan junk food karena beresiko menimbulkan retensi air dan memicu kelebihan berat badan.

2. Minum susu ibu hamil saat sahur dan berbuka

Untuk mengurangi resiko anemia yang kerap terjadi pada ibu hamil, jangan lupa untuk meminum susu khusus ibu hamil secara rutin demi menjaga kondisi ibu hamil agar senantiasa sehat sekaligus menjaga perkembangan janin.

Saat bulan puasa, minumlah susu ibu hamil pada saat sahur dan berbuka secara teratur. Seimbangkan konsumsi susu ibu hamil dengan konsumsi air yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh.

3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Saat berpuasa, kita akan kehilangan banyak cairan tubuh sepanjang hari. Oleh sebab itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama sehari penuh di waktu sahur dan berbuka, terutama bagi ibu hamil. Kekurangan cairan tubuh alias dehidrasi tentu akan membawa pengaruh yang kurang baik bagi kesehatan ibu dan janin.

Perbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka untuk mencegah terjadinya hal ini. Kebutuhan air minum harian normalnya berkisar minimal 8 gelas sehari, yang dapat kamu bagi menjadi dua yakni 4 gelas ketika sahur dan 4 gelas saat berbuka puasa.

Hindari minuman dingin yang dapat menghambat kinerja lambung, serta kurangi minuman manis saat bersahur agar tubuh tidak lemas dan mudah lapar saat sedang menjalani puasa. Jenis minuman berkafein seperti teh dan kopi juga harus dihindari karena rentan memicu dehidrasi.

4. Mengonsumsi vitamin untuk mendukung daya tahan tubuh

Konsumsi makanan bernutrisi serta memenuhi kebutuhan cairan saja belum tentu cukup bagi ibu hamil, terutama mereka yang memiliki kondisi khusus dan membutuhkan tambahan nutrisi. Apabila kamu mengalami kondisi ini, maka konsumsilah vitamin pendukung sebagai tambahan untuk menguatkan sistem imun dan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit saat sedang berpuasa.

Biasakan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter saat memutuskan vitamin mana yang akan dikonsumsi, sehingga vitamin tersebut sesuai dengan kondisi tubuh dan kesehatan janin. Vitamin yang cocok juga dapat berfungsi secara optimal sehingga akan mengurangi resiko konsumsi obat-obatan pada ibu hamil.

5. Istirahat yang cukup

Istirahat juga menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan ketika sedang berpuasa. Hindari melakukan aktivitas yang terlalu padat dan berat karena berpotensi memicu kelelahan pada tubuhmu.

Tubuh yang berada dalam kondisi stabil akan berdampak pada kesehatan janin dan tubuhmu, menjaganya agar senantiasa fit dan prima. Untuk menjaga kondisi tubuh, pastikan kamu cukup beristirahat kurang lebih 8 jam sehari agar tidak mengalami kelelahan berlebih.

Waspadai Gejala yang Membahayakan Kondisi Ibu dan Janin

tips puasa saat hamil

Selain berhati-hati dalam menjalankan ibadah puasa dengan memerhatikan tips-tips diatas, ibu hamil juga wajib waspada mencermati gejala-gejala yang mungkin muncul ketika sedang berpuasa.

Sebab, gejala-gejala ini mengindikasikan adanya masalah pada kondisi ibu dan janin sehingga lebih baik bila ibu hamil menghentikan puasanya dan sesegera mungkin memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Berikut gejala-gejala yang membuatmu harus segera menghentikan ibadah puasamu agar tidak membahayakan diri sendiri dan janin di kandungan.

1. Mual dan muntah

Mual dan muntah merupakan gejala yang kerap terjadi selama proses kehamilan, sehingga kerap kali dianggap remeh oleh banyak ibu hamil. Tetapi, bila kamu mengalaminya saat sedang berpuasa, maka ada baiknya untuk segera membatalkan puasa dan segera berbuka. Gejala berupa mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil saat sedang berpuasa tidak bisa dianggap remeh karena bisa jadi merupakan indikasi dari gangguan kesehatan yang sifatnya lebih serius.

Saat mengalami mual dan muntah ketika berpuasa, maka atasi dengan cara mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan segera beristirahat hingga gejala mual dan muntah mereda. Apabila kamu sudah melakukan kedua hal ini namun gejala mual dan muntahnya masih terus berlanjut, maka segera hubungi dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan solusinya.

2. Mengalami dehidrasi

Perubahan warna urin menjadi lebih gelap serta berbau menyengat merupakan gejala yang patut diwaspadai karena bisa jadi merupakan indikasi dari dehidrasi. Dehidrasi pada ibu hamil tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dapat membahayakan kondisi tubuh sang ibu dan janin, juga meningkatkan resiko infeksi pada kandung kemih.

Saat mengalami dehidrasi, maka segeralah batalkan puasa dan minum air dalam jumlah yang cukup, kemudian istirahatlah sampai kondisi tubuh kembali pulih dan bugar.

Itu dia tips berpuasa bagi ibu hamil dan gejala yang patut diwaspadai oleh ibu hamil saat berpuasa. Selamat berpuasa, dan jaga kondisi agar selalu bugar dan prima ya!

Related posts
Ibu HamilKesehatanWanita

7 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Kehamilan

Apakah Ada Ciri-ciri Orang Hamil dari Raut Wajah?

Kehamilan

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Tepat

KehamilanKesehatan

10 Obat Sakit Gigi yang Aman Bagi Ibu Hamil