KesehatanWanita

10 Alasan Menstruasi Terlambat yang Perlu Diketahui

menstruasi terlambat

Beberapa wanita sering mengalami mentsruasi terlambat. Bisa terlambat seminggu, satu bulan, enam bulan, bahkan ada yang sampai tahunan. Tak jarang kondisi ini membuat wanita menjadi panik.

Umumnya, siklus haid ini berlangsung 21 hingga 35 hari. Paling cepatnya 3 minggu dan paling lama 5 minggu. Durasi menstruasi sendiri biasanya 5 – 7 hari dengan mengeluarkan 80 CC darah setiap hari. Sehingga perlu mengganti 2 – 4 pembalut selama  masa haid.

Baca Juga:

Jika sebelumnya kamu memiliki siklus haid yang normal dan tiba-tiba terlambat, bisa jadi penyebab telat haid ini karena kondisi tubuh kamu sedang mengalami gangguan menstruasi. Jangan buru-buru mengambil kesimpulan kamu sedang hamil, ya.

Dalam dunia medis ada istilah untuk keterlambatan menstruasi ini. Jika lebih dari 35 hari tidak datang bulan, kondisi ini disebut oligomenorea. Berbeda jika sudah tidak mens selama 3 bulan berturut-turut, maka kondisi itu disebut amenorea sekunder.

Penyebab Menstruasi Terlambat

menstruasi terlambat

Mungkin kamu sering bertanya-tanya kenapa menstruasi telat padahal sebelumnya normal-normal saja. Sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi penyebab telat haid. Berikut penjelasan lebih detailnya:

1. Stres

Kondisi pikiran yang stres dan tertekan bisa membuat hormon dan bagian otak yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi terganggu. Berat badan yang naik turun drastis akibat stres ternyata juga membawa pengaruh pada siklus menstruasi. Sehingga ketika kamu merasa stres, kamu harus belajar teknik relaksasi, rajin berolahraga, dan mengatur pola hidup sehat untuk mengembalikan siklus haid kamu seperti biasa.

2. Hormon prolaktin berlebih

Hormon prolaktin merupakan hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari. Produksi hormon prolaktin yang tidak normal bisa menjadi penyebab telat menstruasi. Biasanya produksi hormon ini akan meningkat ketika menyusui atau akibat dari kondisi kesehatan seperti penyakit ginjal atau terjadi tumor kelenjar pituitari di otak. Kinerja hormon esterogen dan progesteron akan berpengaruh akibat dari peningkatan produksi hormon prolaktin ini.

3. Alat konstrasepsi

Mengkonsumsi pil pencegah kehamilan atau yang dikenal dengan pil KB ternyata mengganggu siklus mentsruasi, lho. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang berfungsi mencegah indung telur melepaskan sel telur. Tidak hanya pil KB, alat konstrasepsi yang ditanam atau yang berbentuk suntik juga membuat menstruasi terlambat. Agar diektahui bahwa butuh waktu enam bulan agar siklus menstruasi kamu kembali normal pasca berhenti mengkonsumsi pil KB.

4. Obesitas

Perubahan hormona pada tubuh wanita ternyata bisa dipengaruhi oleh bertambahnya berat badan. Wanita dengan indeks massa tubuh lebih dari 25, beresiko tinggi mengalami telat haid. Tentu kamu bisa mengatasinya dengan rajin olah raga dan menjalankan diet sehat agar tubuh kamu kembali ideal.

5. Turunnya berat badan

Tidak hanya berat badan yang berlebih, turunnya berat badan juga membuat siklus menstruasi terlambat. Ini sering dialami oleh wanita yang memiiki gangguan makan. Fungsi tubuh dan ovulasi akan terganggu jika berat badan kamu kurang 10 persen dari berat badan ideal. Tentu saja kamu harus memperbaikinya dengan makan teratur dan perbaiki asupan makanan sehat.

6. Penyakit kronis

Siklus menstruasi terlambat juga bisa disebabkan oleh diabetes dan penyakit celiac. Diabetes adalah kondisi gula darah tidak stabil yang berkaitan erat dengan perubahan hormon. Sehingga ketika diabetes kamu mulai tidak terkontrol, bisa membuat siklus menstruasi kamu terlambat. Sama dengan penyakit celiac yang bisa membuat usus kecil  menjadi rusak akibat peradangan. Tentu saja kondisi ini mempengaruhi penyerapan nutrisi penting bagi tubuh yang merupakan fungsi dari organn tersebut. Kondisi ini akan memberikan pengaruh pada siklus haid kamu.

7. Masalah tiroid

Metabolisme dalam tubuh diatur oleh kelenjar tiroid. Ketika hormon tersebut tidak bekerja dengan baik akan berpengaruh pada siklus haid. Gejala dari kelenjar tiroid yang terganggu bisa dilihat dari kondisi tubuh yang sangat kelelahan, rambut rontok, berat badan bisa berubah dengan cepat, sensitif dengan suhu panas ataupun dingin. Untuk membuat siklus menstruasi kamu kembali normal, gangguan pada kelenjar tiroid ini bisa diobati dengan mengkonsumsi obat dan operasi.

8. Merokok

Zat-zat yang terdapat dalam rokok seperti nikotin, bisa mempengaruhi kerja hormon estrogen dan progesteron yang diketahui berperan penting dalam siklus menstruasi. Jika kamu merupakan seorang yang perokok, tentu saja akan membuat mmenstruasi terlambat.

9. Menopause dini

Wanita yang memasuki usia 45-55 tahun artinya akan memasuki masa-masa menopause. Namun, di usia 40 tahun ke bawah, kadang gejala-gejala menopause dini mulai muncul. Pelepasan sel telur akibat menopause akan membuat wanita mengalami telt haid bahkan berhenti atau tidak haid lagi.

10. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi di mana terdapat kelainan pada hormon serta sistem metabolisme. Tentu saja ini akan mengganggu  fungsi indung telur yang bisa menjadi penyebab telat haid bahkan tidak aid sama sekali. lebih parah lagi, kondisi ini juga mempengaruh kesuburan.

Sering Telat Haid Akan Susah Punya Anak. Benarkah?

menstruasi terlambat

Menakutkan bagi setiap wanita jika dirinya sulit untuk mendapatkan keturunan. Terlebih bagi wanita yang sering mengalami menstruasi terlambat. Meski tidak seluruhnya benar, tetapi banyak wanita sudah menikah yang mengalami menstruasi terlambat atau tidak teratur, berobat ke dokter agar diberikan obat untuk memperlancar menstruasi. Tujuannya agar bisa punya anak.

Sebenarnya sulit mendapatkan anak tidak selalu berkaitan dengan siklus haid. Kondisi telat haid ini bisa diatasi dengan menjalani pola hidup sehat dan teratur. Serta hindari merokok, stres berlebihan, serta mabuk-mabukan. Istirahat yang cukup dan atur waktu sebaik mungkin menjadi solusi agar menstruasi kembali lancar.

Jika siklus menstruasi tidak normal dari awal, kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan segera. Hindari juga mengkonsumsi obat sembarangan jika tidak dianjurkan dokter.

Related posts
Bayi & Anak-AnakIbu & BayiKesehatan

7 Teether Alami untuk Bayi yang Tumbuh Gigi

Kesehatan

Perbedaan Cardiac Arrest dan Serangan Jantung yang Harus Kamu Tahu

Kesehatan

Ini 10 Tanda Jika Kamu Butuh Me Time

Kesehatan

Ini Kadar Kolesterol Normal untuk HDL, LDL, Total, dan Trigliserida