KesehatanPriaWanita

Bahaya Mie Instan dan Tips Aman Mengonsumsinya

bahaya mie instan

Lezatnya mie instan memang menjadi primadona bagi banyak orang di Indonesia. Semakin berkembangnya varian bumbu pelengkapnya mulai dari yang standar seperti soto, rendang, hingga yang tren dan kekinian seperti ayam geprek atau salted egg membuat konsumsi mie instan menjadi hal yang tak terelakkan bagi banyak kalangan.

Baca Juga:

Terutama bagi para anak muda yang tengah merantau alias anak kos, cara memasak mie instan yang praktis dan rasanya yang sedap membuat sebagian dari mereka bahkan menjadikan mie instan sebagai makanan pokok sehari-hari.

Padahal, terlalu sering makan mie instan ternyata membawa sejumlah dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Bahaya mie instan ini terutama ditimbulkan oleh lapisan lilin pada mie serta adanya MSG dan pengawet pada bumbu pelengkapnya. Apa saja sih efek negatif yang beresiko timbul akibat konsumsi mie instan? Yuk baca ulasan Okadoc Indonesia berikut ini!

Efek Negatif Mie Instan

bahaya mie instan

Apakah kamu termasuk yang suka mengonsumsi mie instan? CAri tahu dulu yuk efek negatif yang dimiliki makanan ini jika dikonsumsi terlalu banyak.

1. Mengandung natrium dalam kadar tinggi

Mie instan mengandung sejumlah natrium yang kadarnya cukup tinggi. Kelebihan konsumsi natrium dapat berdampak pada timbulnya hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan pada ginjal. Jadi, jangan terlalu sering mengonsumsi mie instan untuk menghindari ancaman penyakit-penyakit tersebut, ya.

2. Terkategori sebagai junk food

Meski mengenyangkan apalagi bila porsi jumbo atau dobel, mie instan tidak dapat mengganti makanan bernutrisi. Hal ini karena meski mie instan mengandung karbohidrat dalam jumlah besar yang berefek pada timbulnya rasa kenyang setelah mengonsumsinya, namun mie instan tidak mengandung serat, vitamin, ataupun mineral.

Selain itu, mie instan juga memiliki kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, mie instan dikategorikan sebagai jenis junk food. Sifat mie instan yang padat kalori namun minim nutrisi ini akan membawa dampak negatif pada kesehatan bila dikonsumsi secara terus menerus.

3. Memicu kerusakan organ

Kandungan propylene glycol yang merupakan bahan anti beku pada mie instan, pada dasarnya bertujuan untuk mencegah mie mengalami kekeringan berlebih dan mempertahankan kandungan air serta kelembapannya.

Apabila kita mengonsumsi mie instan dalam kuantitas dan frekuensi yang cukup tinggi, maka tubuh akan menyerap propylene glycol dan terakumulasi dalam berbagai organ vital seperti jantung, hati, maupun ginjal. Hal ini dapat memicu kerusakan serta kelainan pada organ tersebut sekaligus melemahkan sistem kekebalan tubuh.

4. Beresiko keguguran

Pada ibu hamil, asupan nutrisi memang berperan sangat penting bagi tumbuh kembang janin di perut ibu. Ibu hamil biasanya dilarang keras mengonsumsi makanan-makanan yang sifatnya membahayakan kelangsungan hidup janin. Salah satunya adalah mie instan.

Konsumsi mie instan pada ibu hamil menimbulkan resiko keguguran yang cukup besar. Hal ini dikarenakan bumbu pelengkap di mie instan mengandung berbagai zat berbahaya seperti misalnya pengawet, yang dapat memengaruhi perkembangan pada janin.

5. Chinese restaurant syndrome

Kandungan monosodium glutamat alias MSG yang cukup tinggi pada bumbu mie instan dapat memicu alergi bagi sebagian orang. MSG yang berfungsi sebagai peningkat citarasa ini ternyata bisa menimbulkan Chinese restaurant syndrome, suatu sindrom dengan gejala pusing, sesak napas, timbul rasa terbakar dan panas di dada, kemerahan pada wajah, hingga nyeri dan sakit kepala setelah mengonsumsi MSG.

Penyakit ini biasanya memang akan sembuh setelah 2-3 jam, namun tentunya bukan pengalaman yang menyenangkan bagi orang yang mengalami sindrom ini, sehingga ada baiknya untuk tidak mengonsumsi mie instan apabila kamu memiliki alergi terhadap MSG.

6. Obesitas

Kelebihan berat badan alias obesitas menjadi salah satu hal buruk yang muncul akibat konsumsi mie instan secara berlebih. Bagi kamu yang berat badannya sudah berada di ambang batas melebihi angka ideal, ada baiknya untuk mengurangi atau bahkan menghentikan sepenuhnya kebiasaan makan mie instan.

Sebab, mie instan dapat menjadi penyebab utama obesitas karena mengandung lemak dan natrium dalam jumlah yang cukup tinggi. Tingginya kandungan lemak dan natrium ini menimbulkan retensi air pada tubuh yang jika dibiarkan begitu saja lama kelamaan akan memicu terjadinya obesitas.

7. Rusaknya jaringan otak

Zat-zat kimia berbahaya dalam mie instan akan terus bertumpuk dan terakumulasi dalam tubuh bila kita mengonsumsinya secara terus menerus. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada banyak organ tubuh, salah satunya adalah sel-sel jaringan otak.

Terlalu sering makan mie instan akan menyebabkan terjadinya penurunan transmisi sinyal dalam otak. Akibatnya, jaringan sel otak menjadi rusak dan memicu timbulnya berbagai penyakit serius lainnya seperti stroke hingga lumpuh di anggota badan tertentu.

8. Memicu kanker

Mengonsumsi mie instan dapat menekan sistem pencernaan karena memaksa sistem untuk mencerna mie yang sudah diproses selama berjam-jam lamanya. Makan mie instan juga dapat menimbulkan gangguan pada kadar gula darah dan pelepasan insulin bila terlalu cepat dicerna. Pencernaan yang lambat akan menyebabkan makanan tersimpan di dalam tubuh dan berakibat pada bertahannya bahan kimia beracun serta pengawet dalam tubuh.

Seringkali hal ini mengarah pada paparan berlebih dari Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ). Kedua zat ini (TBHQ dan BHA) sebenarnya digunakan dalam produk mie instan untuk membuatnya bertahan lebih lama, itu sebabnya kita dapat menyimpan mie instan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Akan tetapi, bila dikonsumsi, kedua zat ini dapat bersifat karsinogenik. Artinya, BHA dan TBHQ berpotensi memicu berkembangnya sel kanker dalam tubuh, hingga menyebabkan asma, kecemasan berlebih, hingga diare bila dikonsumsi terlalu sering atau terus menerus.

Tips Konsumsi Mie Instan yang Aman

bahaya mie instan

Setelah mengetahui bahaya mie instan jika dikonsumsi terus menerus, tentu akan timbul kekhawatiran dalam benak kita. Biar bagaimanapun, menghentikan konsumsi mie instan secara total tentu bukan perkara mudah yang bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Untuk itu, sebagai langkah awal, ada baiknya untuk perlahan mengurangi frekuensi serta kuantitas konsumsi mie instan, atau menanggulangi efek negatifnya dengan memilih cara mengonsumsi mie instan secara aman seperti tips berikut ini.

1.Gunakan hanya separuh bumbu / ganti dengan bumbu alami

Mengingat bumbu pelengkap dalam mie instan mengandung banyak MSG dan natrium yang berbahaya bagi kesehatan, ada baiknya untuk mengurangi jumlahnya. Gunakan hanya separuh saja bumbu saat memasak mie instan.

Apabila dirasa mengurangi ketajaman rasa, kamu bisa tambahkan dengan bumbu alami seperti bawang-bawangan atau garam dapur, bahkan kamu bisa berkreasi dengan tidak menggunakan bumbu pelengkapnya sama sekali dan menggantinya dengan bumbu alami racikanmu sendiri.

2. Tambahkan sayur dan lauk

Sifat mie instan yang miskin akan nutrisi dapat diakali dengan menambahkan sayur mayur dan juga lauk sebagai sumber vitamin dan protein. Kamu bisa menambahkan potongan sawi, wortel, atau sayur lainnya, serta daging rebus, ikan goreng tepung, hingga telur setengah matang sebagai pendamping mie instan untuk melengkapi kandungan nutrisinya.

Itu dia bahaya makan mie instan sekaligus tips aman mengonsumsinya. Meskipun rasanya lezat, namun tetap perhatikan kesehatan dengan tidak berlebihan mengonsumsi mie instan, ya!

Related posts
GigiKesehatan

Obat Sakit Gigi Berlubang di Apotek untuk Pereda Nyeri Sementara

Kesehatan

Kontroversi Obat Asam Lambung Ranitidin yang Harus Kamu Tahu

KesehatanWanita

Kenali Penyebab Payudara Nyeri dan Cara Mengatasinya

Diet & NutrisiKesehatan

9 Manfaat Buah Duku untuk Kesehatan dan Kecantikan