GigiKesehatan

Cara Hilangkan Sakit Gigi Setelah Dicabut

cara hilangkan sakit gigi

Gigi adalah bagian tubuh yang paling sering beraktivitas. Walaupun tidak berada di bagian terluar tubuh, gigi sangat aktif digunakan setiap waktu. Tentu kamu tahu kalau gigi itu dipergunakan untuk mengunyah makanan. Karena penggunaannya sering gigi juga mudah rusak dan sakit.

Baca Juga:

Ketika gigi sudah sangat rusak hal yang dilakukan setelah itu adalah mencabutnya. Tapi kamu juga harus siap, karena dalam beberapa kasus cabut gigi itu akan menghasilkan rasa sakit. Salah satu penyebab sakit gigi setelah dicabut adalah Alveolar osteitis atau dry socket. Seperti apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobati sakit gigi, kamu akan mempelajarinya di sini.

Penyebab Sakit Gigi Setelah Dicabut (Dry Socket)

cara hilangkan sakit gigi

Dry socket adalah kondisi yang menyakitkan setelah cabut gigi secara permanen. Pembekuan darah area gigi yang dicabut, lepas sebelum gigi sembuh. Darah yang membeku ini berfungsi untuk melindungi ujung tulang dan saraf yang sudah tidak tertutupi oleh gigi. Lama kelamaan, bekuan darah akan mengembangan jaringan lunak dan menjadi fondasi untuk pertumbuhan tulang yang baru.

Ketia bekuan darah lepas, rasa sakit dari bagian tulang pendukung dan saraf dekat gigi yang dicabut pun akan muncul. Hal ini dikarenakan tulang dan saraf gigi terkena udara, makanan, dan cairan secara langsung. Rasa sakitnya bisa bertahan selama 1 sampai 3 hari. Jika tidak segera ditangani, area ini akan terinfeksi.

Untuk lebih jelasnya, dry socket, salah satu penyebab sakit gigi setelah dicabut, terjadi karena:

  • Adanya kontaminasi bakteri pada area cabut gigi.
  • Adanya trauma pada tulang dan jaringan karena kesulitan saat mencabut gigi.
  • Ada fragmen akar atau tulang yang tersisa area gigi yang dicabut.

Gejala Nyeri Gigi Setelah Dicabut

cara hilangkan sakit gigi

Seperti halnya penyakit lain, rasa sakit akibat cabut gigi juga menimbulkan gejala. Jika kamu memahami gejala yang muncul, kamu akan lebih cepat dan lebih mudah untuk mengobati sakit gigi. Beberapa gejala yang bisa kamu rasakan yaitu:

  • Dalam beberapa hari, rasa sakit setelah cabut gigi akan terasa luar biasa.
  • Rasa sakitnya tidak hanya terasa di gigi, tetapi juga mata, leher, dan kulit telinga.
  • Bekuan darah hilang sebagian atau seluruhnya.
  • Karena bekuan darah hilang, tulang gigi akan terlihat.
  • Ada aroma busuk dari mulut.
  • Karena sakit, mulutmu dan gigimu yang lain akan terasa tidak nyaman seperti hari-hari biasanya.
  • Yang paling parah, muncul pembengkakan kelenjar getah bening di leher ataupun rahang gigi.

Cara Mengobati Sakit Karena Cabut Gigi

cara hilangkan sakit gigi

Setelah tahu penyebabnya, cara mengobati sakit gigi yang paling efektif adalah dengan mengurangi gejalanya. Kamu bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Membersihkan area cabut gigi.
  • Redakan rasa sakit dengan obat tertentu.
  • Gunakan bahan yang mengandung obat pada area gigi yang sakit.
  • Merawat gigi dengan selalu menjaga kebersihannya.
  • Konsultasikan ke dokter jika dalam waktu 5 hingga 10 hari rasa sakit belum mereda.

Cara Mencegah Sakit Setelah Cabut Gigi

cara hilangkan sakit gigi

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Sebelum kamu menderita karena sakit gigi, lakukan beberapa hal ini sebelum cabut gigi.

1. Persiapan sebelum operasi cabut gigi

Beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan untuk menghindari sakit setelah cabut gigi di antaranya:

  • Riset sederhana untuk mencari dokter gigi atau ahli bedah mulut yang cukup berpengalaman.
  • Berhenti merokok beberapa waktu sebelum cabut gigi. Alasannya karena merokok bisa meningkatkan resiko dry socket.
  • Konsultasikan kondisi gigimu dengan dokter gigi atau ahli bedah mulut. Siapa tahu mereka merekomendasikan obat yang dijual bebas atau suplemen untuk meredakan sakit sebelum cabut gigi.

2. Penggunaan obat sebelum dan sesudah cabut gigi

Ada beberapa obat yang dapat kamu gunakan sebelum dan sesudah cabut gigi. Biasanya obat ini diaplikasikan oleh dokter gigi atau ahli bedah yang melakukan operasi cabut gigi. Misalnya larutan antiseptik pada luka cabutan gigi.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan obat kumur dan gel antibakteri. Serta antibiotik oral untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi coba konsultasikan ini dengan dokter gigi terlebih dahulu ya.

3. Perawatan mandiri setelah cabut gigi

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk merawat gigi setelah dicabut. Dan perawatan ini merupakan tanggung jawab pribadimu, bukan tanggung jawab dokter. Berikut ini perawatan mandiri yang bisa kamu lakukan setelah cabut gigi:

  • Istirahat selama beberapa waktu setelah melakukan operasi cabut gigi. Jangan memaksakan diri untuk langsung aktif beraktivitas seperti biasa. Ini dilakukan untuk menghindari bekuan darah di area cabut gigi terlepas dengan cepat.
  • Jika tetap terasa sakit, kompres di bagian luar wajah dengan handuk dingin. Tapi pada hari pertama, kamu perlu mengompresnya dengan handuk hangat
  • Minum banyak air putih setelah cabut gigi. Hindari minuman berasa, beralkohol, berkarbonasi, berkafein, atau minuman yang panas.
  • Jangan minum menggunakan sedotan. Karena menghisap akan mempercepat bekuan darah lepas dari tempatnya.
  • Pilih makanan yang lunak, misalnya bubut, yoghurt dan sup pada awal-awal tumbuh. Lanjutkan dengan makanan semi-lunak ketika dirasa sudah lebih baik.
  • Hindari mengunyah pada area gigi yang baru saja dicabut.
  • Bersihkan gigi dan mulut dengan air bersih. Jika ingin menyikatnya, lakukan dengan perlahan. Tapi hindari ini di hari pertama ya. Setelah satu hari, pertama-tama bersihkan mulut dengan larutan air garam.
  • Kalau kamu merokok, gunakan tembakau di area gigi yang dicabut. Tapi lakukan ini setelah dua hari berlalu ya.

Itu dia cara hindari dan hilangkan sakit gigi setelah dicabut. Lakukan dengan benar dan semoga cabut gigi tidak menyiksamu ya.

Related posts
KehamilanKesehatan

10 Obat Sakit Gigi yang Aman Bagi Ibu Hamil

Kesehatan

9 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

KesehatanKulit

Penyebab Keloid dan Cara Alami Mengatasinya

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Cara Pengobatan Penyakit Difteri Pada Anak