Ibu HamilKesehatanWanita

7 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Bagi sebagian wanita, menurunkan berat badan ideal setelah melahirkan bukan persoalan mudah. Mengurus anak bayi sendiri saja sudah bisa membuat stres, apalagi ditambah dengan rutinitas baru dan memulihkan diri dari proses persalinan.

Baca Juga:

Menurut The Institute of Medicine, biasanya wanita saat mengandung mengalami kenaikan berat badan sebanyak 11.5 hingga 16 kg masih berada dalam kategori sehat. Kenaikan berat badan ini berkaitan dengan pembentukan janin, plasenta, cairan ketuban, lapisan payudara, produksi darah yang meningkat, ukuran uterus yang kian membesar dan penyimpanan cadangan lemak. Lemak ini sangat diperlukan oleh tubuh karena akan digunakan untuk asupan tenaga saat proses melahirkan dan menyusui.

Sayangnya, untuk sebagian wanita, kelebihan asupan tenaga yang berupa lemak ini tetap bertahan bahkan setelah melahirkan. Tidak selalu normal, kelebihan berat badan setelah melahirkan akan menimbulkan beberapa konsekuensi negatif  berupa :

  • Resiko obesitas semakin meningkat
  • Meningkatkan resiko terkena penyakit diabetes dan penyakit jantung
  • Meningkatkan resiko komplikasi untuk kehamilan berikutnya
  • Meningkatnya resiko diabetes mellitus gestasional

Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Meski tak mudah, menurunkan berat badan bukanlah hal mustahil. Berikut beberapa cara untuk membantu usaha kamu menurunkan berat badan setelah melahirkan :

1. Goal kamu harus realistis

Scrolling di media sosial, melihat artis dan model yang langsung memiliki badan langsing setelah melahirkan memang bikin minder. Tapi, kamu harus tahu kenyataannya. Menurunkan berat badan secara sehat setelah melahirkan akan membutuhkan banyak waktu. Menurut penelitian, faktanya :

  • Kebanyakan wanita akan turun berat badan sebanyak 0.5 kg hingga 3 kg setelah melahirkan selama rentang waktu 12 bulan
  • Diantara 831 wanita, hanya ada 40.3% yang dapat menjaga 2.5 kg berat badan badan mereka sejak kehamilan. Dan hanya ada 14% hingga 20% wanita yang mampu menurunkan berat badan sebanyak 5 kg
  • Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada 1.743 ibu dari berbagai penjuru dunia yang mampu menurunkan berat badan lebih dari 4.7 kg selama waktu 2 minggu hingga 2 tahun setelah melahirkan.

Perhitungan ini masih didasarkan kepada berat badan selama masa kehamilan. Hal yang sangat masuk akal jika kamu punya target untuk menurunkan berat badan sebanyak 4.5 kg selama satu hingga dua tahun paska melahirkan. Usaha kamu ini tentunya harus dikombinasikan dengan pola makan yang baik dan juga olahraga.

2. Tetap jaga pola makan sehat

Memotong asupan makanan secara ekstrim demi turunnya berat badan secara signifikan dalam waktu singkat bisa berdampak negatif pada kesehatanmu. Faktanya, setelah melahirkan, tubuh kamu memerlukan nutrisi cukup untuk menyembuhkan diri dan kembali pulih. Ditambah lagi, jika kamu menyusui, kamu akan membutuhkan lebih banyak kalori daripada kebutuhan kamu sehari – hari.

Diet ekstrim akan memaksa tubuhmu kehilangan nutrisi penting dan membuatmu lebih cepat lelah. Percaya deh, kamu tidak akan ingin hal ini terjadi saat kamu repot – repotnya mengurus si buah hati dan kekurangan waktu tidur. Kasihan juga kan si buah hati yang memerlukan asupan nutrisi dari kamu.

Usahakan pola diet kamu hanya memangkas sebanyak 500 kalori per hari agar kamu bisa mencapai gol masuk akal, turun berat badan sebanyak 1 kg per minggu. Contohnya, jika kamu biasa memakan 2.000 kalori per hari, kamu sebaiknya mengonsumsi makanan dan minuman sebanyak 1.500 kalori agar tidak membahayakan asupan ASI.

3. Menyusui

Kegiatan menyusui memiliki kelebihan tidak hanya untuk ibu tapi juga untuk bayi.

  • ASI mengandung semua nutrisi yang bayi butuhkan untuk dapat bertumbuh dengan maksimal selama 6 bulan pertama hidupnya.
  • Mendukung sistem imun bayi, ASI membantu pembentukan antibody yang dapat membantu bayi memerangi virus dan bakteri
  • Mengurangi ukuran uterus, kegiatan menyusui dapat membantu uterus kembali ke ukuran normal lebih cepat setelah melahirkan
  • Menurunkan resiko sang bayi terkena penyakit, asupan ASI dapat menurunkan resiko bayi terkena penyakit paru – paru, kulit, obesitas, diabetes, leukemia dan kematian tiba – tiba pada bayi (SIDS)
  • Menurunkan resiko sang ibu terkena penyakit, saat wanita menyusui, resiko terkena 2 tipe diabetes, kanker payudara, kanker rahim dan depresi setelah melahirkan menurun drastis
  • Membantu menurunkan berat badan lebih cepat, faktanya, wanita menyusui terbukti turun berat badan lebih banyak 1.6 kg daripada wanita tidak menyusui dalam jangka waktu 6 bulan.

4. Makan makanan tinggi serat

Menurut penelitian, setiap 10 gram serat yang dikonsumsi dapat membantu mengurangi lemak perut sebanyak 3.7% selama 5 tahun. Hal ini bisa terjadi karena serat akan membuatmu lebih cepat kenyang. Rasa kenyang yang bertahan lama ini bisa timbul karena serat akan menurunkan aktivitas pencernaan pada tubuhmu dan mengurangi produksi penyebab rasa lapar secara signifikan.

5. Memilih protein sehat

Protein yang tepat akan membuat metabolism tubuhmu meningkat, meredam nafsu makan dan membatasi asupan kalori yang diserap tubuh. Zat protein menimbulkan efek termal sehingga pembakaran makanan dan minuman yang masuk didalam tubuh akan semakin efektif dan efisien.

Satu penelitian menyebutkan, mereka yang mengkonsumsi protein 30% lebih banyak akan mengurangi asupan makan sebanyak 441 kalori lebih sedikit. Kamu bisa mendapatkan asupan protein sehat pada telur, daging, ikan, kacang dan juga berbagai produk olahan susu.

6. Memakan cemilan sehat

Pepatah yang menyebutkan kamu adalah apa yang kamu makan itu ternyata benar adanya loh. Penelitian membuktikan kebanyakan individu obesitas mengonsumsi makanan yang tidak sehat, sedangkan mereka yang terbiasa memakan makanan rumahan, buah dan sayuran rata – rata tumbuh dalam berat badan yang normal.

Menggantikan cemilan snack dengan buah, kacang, sayuran dan yogurt dapat membantu wanita yang baru melahirkan turun berat badan secara efektif dan efisien.

7. Hindari gula buatan dan karbohidrat berlebih

Gula buatan dan karbohidrat berlebih biasanya mengandung nutrisi yang sangat sedikit. Sayangnya, asupan nutrisi yang terbatas ini justru tinggi akan kalori tidak sehat sehingga meningkatkan berat badan, kemungkinan kamu terserang diabetes, penyakit jantung dan penyakit kanker lainnya juga semakin tinggi.

Setelah kamu melahirkan, usahakan hindari minuman bergula, jus buatan, gula putih, tepung terigu, cakes, biscuit dan roti. Biasakan untuk selalu membaca label gizi untuk tahu kandungan nutrisi apa saja yang ada didalam makanan yang kamu beli.

Naiknya berat badan dari mulai masa kehamilan hingga setelah melahirkan adalah hal yang wajar. Disiplin, pola makan yang tepat, olahraga, tidur yang cukup hingga menjauhi gaya hidup tak sehat menjadi kunci utama suksesnya kamu menurunkan berat badan secara efektif dan efisien.

Jangan lupa untuk selalu menomorsatukan kesehatan dirimu dan bayi. Jangan coba – coba mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi obat – obatan ataupun terlalu memaksa diri untuk menjalani diet yang berbahaya. Kesehatan kamu dan bayi adalah prioritas nomor 1. Semoga bermanfaat!

Related posts
Kesehatan

Waspadai 5 Komplikasi Hipertensi Ini!

Kesehatan

Ini Dia Ciri – Ciri Kolesterol Naik yang Harus Diwaspadai

Bayi & Anak-AnakKesehatan

8 Manfaat Alpukat Sebagai MPASI untuk Si Kecil

Kesehatan

Ini 5 Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah