Bayi & Anak-AnakKesehatan

Gejala & Cara Mengobati Amandel Pada Anak

amandel pada anak

Penyakit amandel pada anak biasanya terjadi ketika terdapat peradangan berupa benjolan pada lapisan belakang tenggorokan. Amandel sendiri termasuk sistem imun manusia yang membantu memerangi infeksi pada tubuh. Meskipun begitu, lingkungan, kebiasaan berbagi makanan dan cuaca membuat amandel anak lebih rentan terserang virus ataupun bakteri.

Gejala dan Tanda Anak Terkena Amandel

amandel pada anak

Anak-anak, umumnya yang masih kecil dan belum lancar berbicara, biasanya mengalami kesusahan memberitahukan jika ada hal yang kurang nyaman pada dirinya. Selain menjadi lebih rewel dan menangis, berikut ciri-ciri penyakit amandel pada anak yang bisa kamu amati pada si kecil.

  • Demam yang disertai sensasi serak dan tak nyaman pada tenggorokan
  • Anak merasakan sensasi mual dan perasaan sakit pada perutnya
  • Batuk – batuk
  • Pilek dan hidung tersumbat
  • Bagian belakang lidah terlihat ada lapisan putih atau kekuning – kuningan
  • Nafas tidak sedap dan
  • Timbulnya ruam pada badan ataupun daerah mulut

Selain itu, kamu juga bisa mewaspadai tanda-tanda berikut ini saat anak terserang penyakit amandel!

  • Anak merasa sesak nafas, merasa sulit untuk bernafas ataupun mulai mengeluarkan air liur tanpa ia sadari
  • Anak tidak dapat makan dan minum karena rasa sakit yang ia derita
  • Terdapat perubahan seuara dan kamu menjadi jauh lebih sulit memahami apa yang anak coba komunikasikan
  • Anak merasakan sensasi kebas ataupun tidak nyaman pada daerah leher
  • Anak tidak buang air kecil lebih dari 12 jam dan terlihat sangat lemas dan lelah

Mengobati Amandel Pada Anak

amandel pada anak

Jika anak menunjukkan tanda – tanda atau gelaja amandel, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut untuk mencegah penyakit amandel menjadi lebih parah. Tapi, tetap ingat, jika anak tidak menunjukkan tanda – tanda membaik, sangat direkomendasikan untuk segera memeriksakan anak ke dokter atau tenaga medis terdekat ya!

1. Banyak minum air hangat

Meminum air hangat atau mengkonsumsi sup hangat dapat mengobati tenggorokan yang sedang mengalami peradangan. Agar anak bisa mengonsumsinya dengan senang hati, kamu bisa memilih diantara sup, kuah ataupun teh untuk melegakan rasa sakit yang diakibatkan peradangan di tenggorokan.

Baca Juga:

Jika sang anak mau meminum teh, kamu bisa mengusahakan memberinya teh herbal yang mengandung bahan – bahan madu, pestin ataupun gliserin yang dapat bermanfaat untuk melindungi dan melapisi membran tipis yang ada pada mulut dan tenggorokan anak, juga menimbulkan sensasi nyaman pada tenggorokan yang sedang iritasi

2. Memakan makanan yang bersuhu sejuk

Selain meminum air hangat, anak juga bisa mengonsumsi makanan – makanan yang bersuhu dingin seperti frozen yogurt ataupun es krim untuk meredakan rasa sakit yang timbul untuk sementara waktu. Jika ingin pilihan yang lebih sehat, kamu bisa memilih jus smoothies yang telah didinginkan.

Tidak ampuh? Kamu bisa mencoba memberinya permen hisap ataupun permen karet yang telah didinginkan sebelumnya dan mengandung mint atau menthol. Kedua bahan ini dianggap sangat ampuh untuk menimbulkan sensasi mendinginkan dan meredakan rasa sakit pada tenggorokan.

3. Hindari makan makanan yang bertekstur keras

Jika sang anak menderita penyakit amandel, maka biasanya ia akan merasa kesulitan dalam menelan ataupun mengonsumsi makanan yang bertekstur keras dan memiliki bentuk tertentu, keduanya akan menimbulkan sensasi tidak nyaman dan menyakitkan saat dikonsumsi.

Makanan yang keras juga rawan menimbulkan luka goresan pada tenggorokan yang kemudian dapat berujung pada iritasi dan peradangan. Saat anak terserang penyakit amandel, makan sangat disarankan untuk menghindari keripik, biscuit, sereal kering, roti panggang, wortel mentah, apel.

Sangat disarankan untuk memberikan sang anak makanan yang mudah untuk dikonsumsi seperti sup ayam, sayur – sayuran berkuah ataupun smoothies dingin hingga tanda – tanda amandel mereda.

4. Berkumur dengan air garam

Berkumur dengan air garam dapat meredakan sensasi sakit ataupun gatal – gatal pada tenggorokan. Kamu bisa mencampur seperempat sendok garam ke dalam gelas kecil dan mengaduknya hingga benar – benar larut. Lalu, gunakan campuran ini sebagai obat kumur pada anak selama beberapa detik sebelum dibuang.

Sangat disarankan untuk mengulangi cara ini beberapa kali dalam sehari agar khasiatnya bisa lebih cepat terlihat. Namun, jaga dan beritahu anak kalau air campuran garam ini tidak bisa ditelan. Bagi para praktisi kesehatan, cara ini dipandang memiliki resiko tersendiri jika diaplikasikan pada anak batita yang masih belum mengerti cara berkumur karena ada potensi tersedak. Jadi, coba untuk mengawasi anak lebih dekat lagi ya

5. Tingkatkan tingkat kelembaban di dalam rumah

Dalam kasus menangani amandel pada anak, tingkat kelembaban yang tinggi dirumah dapat memperingan gejala – gejala yang timbul loh. Hal ini disebabkan, udara yang kering justru dapat melukai bagian yang radang atau justru membuat iritasi pada tenggorokan menjadi semakin parah. Udara lembab dapat menimbulkan sensasi nyaman pada tenggorokan.

Namun, perlu diingat untuk selalu membersihkan humidifier yang kamu pakai setiap hari, untuk mencegah timbulnya bakteri – bakteri yang justru membahayakan kesehatan. Jika tidak memiliki humidifier, kamu bisa mengajak anak menghirup uap yang ada pada air hangat.

6. Jaga kondisi suara anak

Peradangan pada tenggorokan umumnya menimbulkan sensasi serak dan menurunnya volume yang dikeluarkan daripada biasanya, kedua hal ini biasanya membuat anak berteriak agar suaranya terdengar. Namun, usaha ini justru dapat memperparah iritasi yang ada pada tenggorokannya.

JIka anak merasa sakit dan tak nyaman saat berkomunikasi, sarankan ia untuk mengistirahatkan tenggorokannya selama mungkin. Tapi, bila anak mengalami sulit bicara pada waktu yang lama, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter karena dapat berujung kepada permasalahan kesehatan yang lebih serius.

7. Beristirahat

Jika amandel pada anak sedang meradang, jaga ia agar mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Mengistirahatkan badannya memberi waktu lebih kepada tubuh untuk memerangi virus ataupun bakteri yang menginvasi tubuhnya. Ada baiknya untuk anak agar tidak bersekolah terlebih dahulu karena justru akan memperpanjang durasi penyakit dan meningkatkan resiko menulari anak lain.

8. Mengonsumsi obat pereda rasa sakit

Jika dirasa mengganggu, kamu bisa memberikan obat pereda rasa sakit pada anak dengan tujuan agar ia dapat beristirahat, makan dan minum dengan lebih baik. Kamu bisa memilih ibuprofen khusus anak, namun konsumsi obat pereda rasa sakit pada anak ini harus mengikuti saran apoteker ataupun tenaga medis terkait ya.

9. Memilih tablet hisap

Beberapa tablet hisap tenggorokan untuk anak mengandung bahan anestetis yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan sensasi tidak nyaman pada tenggorokan. Tablet hisap tenggorokan juga biasanya mampu memerangi peradangan pada tenggorokan dengan mengurangi pembengkakan.

Tablet hisap menjadi pilihan yang lebih efektif karena bekerja langsung di tempat iritasi yaitu tenggorokan. Namun, perlu dingat tablet hisap hanya bisa diberikan untuk anak kecil yang sudah belajar untuk mengemut/menghisap sesuatu, bayi ataupun batita tidak cocok untuk mengonsumsi obat tablet hisap ini.

JIka setelah melakukan 9 cara diatas, namun penyakit amandel pada anak tidak kunjung sembuh, ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter. Jangan menunda – nunda, karena kita tidak pernah tahu secara pasti seberapa parah penyakit anak. Semoga bermanfaat!

Related posts
Kesehatan

7 Tips Perawatan Kaki Penderita Diabetes

Kesehatan

Alasan Kenapa Cuci Tangan Itu Penting untuk Cegah Corona

Kesehatan

7 Tips Sehat Selama Social Distancing

Bayi & Anak-AnakKesehatan

13 Aktivitas Menarik untuk Bantu Perkembangan Motorik Anak