Kesehatan

Jangan Disepelekan, Kesemutan Bisa Jadi Pertanda Penyakit Ini!

kesemutan

Saat menempuh perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi umum, entah itu berdiri atau duduk, pastinya kalian pernah merasa kesemutan pada kaki, bukan?

Baca Juga:

Berdiri atau duduk terlalu lama memang bisa membuat kaki kesemutan. Kesemutan sendiri sebenarnya bisa juga kok terjadi pada anggota tubuh lainnya, misalkan pada bagian tangan. Namun, umumnya kesemutan memang lebih sering terjadi pada bagian kaki.

Lantas, bagaimana jika kesemutan yang kalian alami terjadi dalam rentan waktu yang cukup sering dan apakah itu pertanda gejala penyakit berbahaya? Berikut ini beberapa penyakit yang ditandai dengan kesemutan.

Penyakit yang Ditandai dengan Kesemutan

kesemutan

Jangan disepelekan, kesemutan bisa jadi merupakan pertanda dari penyakit-penyakit di bawah ini.

1. Diabetes Melitus (DM)

Diabetes memang menjadi salah satu pembunuh terbesar di Indonesia. Pasalnya, penyakit ini bisa memakan korban jiwa jika tidak ditangani secara serius.

Diabetes terjadi diakibatkan karena kadar gula (glukosa) yang tinggi pada penderitanya. Salah satu tanda atau gejala umum seseorang menderita menderita penyakit ini yaitu kerap mengalami kesemutan.

Kesemutan tersebut muncul karena terjadinya kerusakan pada pembuluh darah si penderita. Hal ini membuat darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang.

Kondisi tersebut sebenarnya dapat diatasi dengan mengontrol secara ketat kadar gula darah dalam diri seorang dengan mengatur pola konsumsi, khususnya pada makanan berglukosa tinggi.

Tak lupa, penderita pun dianjurkan untuk mengkonsumsi obat-obatan dengan kandungan gabapentin, vitamin B1, dan B12.

2. Stroke

Berdasarkan tingkat kronisnya, stroke terbagi menjadi dua, yaitu stroke berat dan ringan. Nah, kesemutan bisa menjadi salah satu tanda gejala stroke ringan.

Masalah ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di otak, sehingga bisa mengakibatkan gangguan saraf.

Secara umum, gejala stroke ringan juga ditandai dengan masalah lainnya, misalkan rasa kebas atau mati rasa yang terjadi pada separuh badan, pandangan mata terganggu pada bagian sebelah mata, penglihatan menjadi kabur, sulit untuk berbicara, dan kepala terasa pusing.

Gejala ini dapat terjadi dalam beberapa menit ataupun kurang dari 24 jam. Umumnya, penderita akan mengalami masalah ini saat waktu tidur atau saat mereka bangun.

Hal yang perlu diperhatikan, jika masalah ini terjadi dalam rentan waktu yang cukup sering dan terjadi hingga lebih dari sehari, segera hubungi dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Jika tak ditangani secara serius, maka tidak menutup kemungkinan kondisi penderita bisa memburuk hingga ke tahap stroke berat.

3. Penyakit Jantung

Tak kalah menakutkannya dengan diabetes, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebab terbesar orang meninggal dunia.

Terjadinya kesemutan memang tak hanya karena tekanan neuropati saja, tetapi bisa juga karena masalah komplikasi jantung dengan saraf.

Untuk pasien yang sedang menjalani operasi pemasangan klep pada jantung, maka bisa saja ada bekuan darah yang menempel. Bekuan tersebut bisa terbawa pada aliran darah hingga ke otak, sehingga bisa terjadi serebral embolik.

Apabila sumbatan di otak tadi mengenai bagian yang berperan sebagai pengontrol sistem sensorik, maka si penderita akan merasakan masalah kesemutan sebelah.

Lebih parahnya, jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena sumbatan, maka bisa mengakibatkan kelumpuhan.

4. Infeksi Tulang Belakang

Kesemutan bisa menjadi salah satu pertanda terjadinya masalah infeksi tulang belakang. Penyakit ini bisa membuat bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan sama sekali.

Parahnya lagi, penderita yang mengalami masalah ini akan mengalami kesulitan mengontrol ketika ingin buang air kecil dan besar.

Penyakit yang dinamakan mielitis atau radang sumsum tulang belakang ini bisa membuat penderita lumpuh sebagian, bahkan tak menutup kemungkinan bisa berujung pada kondisi lumpuh pada seluruh tubuh.

5. Rematik

Rematik mungkin kerap diidentikan sebagai penyakit orang berusia lanjut. Namun, kebiasaan mandi di malam hari juga bisa menjadi pemicu terjadinya rematik.

Rematik bisa menimbulkan kesemutan pada tubuh. Dalam hal ini, rematik bisa terjadi karena saraf terjepit akibat sendi pada engsel. Pada kasus ini, kesemutan dapat hilang secara alami bila rematik telah sembuh.

6. Spasmofilia (Tetani)

Sering mengalami kesemutan bisa juga menjadi pertanda kamu menderita penyakit spasmofilia (tetani).

Penyakit ini dapat timbul karena kadar ion kalsium dalam darah mengalami penurunan atau berkurang. Hal tersebut terjadi karena menurunnya tegangan karbon dioksida pada paru-paru orang tersebut.

Gejala lain yang menjadi pertanda penyakit ini antara lain, kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi kerap naik turun, sebelah kepala terasa sakit, atau yang disebut migrain dan mengalami hilang kesadaran.

7. Guillain-barre Syndrome

Penyakit lain yang ditandai dengan gejala kesemutan selanjutnya adalah Guillain-barre syndrome.

Selain kesemutan dan rasa kebas, penderita yang mengalami penyakit ini juga ditandai dengan gejala lainnya, seperti demam tinggi, batuk, dan sulit bernapas.

Kesemutan akan terjadi secara menyeluruh, yaitu terjadi pada sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan. Hal ini terjadi karena virus ini menyerang sistem saraf tepi.

8. Cytomegalovirus (CMV)

Jika kamu mengalami kesemutan namun ditandai dengan flu berat, bisa jadi kamu menderita Cytomegalovirus. Masalah ini ditandai dengan kesemutan yang terasa hebat mulai dari ujung jari hingga ke bagian pusar.

Umumnya, penderita akan merasa kebas hingga sulit bergerak bahkan berjalan. Hal ini terjadi karena sumsum tulang belakang penderita terkena radang. Cytomegalovirus sendiri diakibatkan oleh serangan virus cytomegalovirus.

Faktor Penyebab Kesemutan

kesemutan

Memang, kesemutan bisa menjadi indikasi atau pertanda awal penyakit-penyakit di atas. Namun, bukan berarti kamu lantas menyimpulkan hal tersebut.

Bisa saja kesemutan yang terjadi karena beberapa hal. Nah, berikut ini beberapa faktor penyebab seseorang mengalami kesemutan.

1. Kesemutan karena faktor fisiologis

Kesemutan memang bisa menjadi salah satu pertanda atau gejala penyakit tertentu. Namun, kamu juga tidak perlu khawatir akan hal ini, karena kesemutan bisa saja terjadi karena faktor fisiologis.

Misalnya saja,tubuh sedang berada pada posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama, seperti berdiri atau duduk bersila.

Secara umum, kesemutan terjadi karena hambat aliran darah ke daerah saraf tertentu terjadi penekanan secara terus-menerus dalam waktu yang cukup lama.

2. Kekurangan vitamin

Kurangnya asupan vitamin bisa juga menjadi penyebab terjadinya kesemutan pada tubuh, terutama karena kekurangan vitamin B. Kekurangan asupan vitamin pada tubuh bisa saja karena pola makan yang buruk dan asupan yang tidak seimbang.

3. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu bisa juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kesemutan. Beberapa obat-obatan yang umumnya bisa menyebabkan kesemutan, yaitu obat-obatan yang digunakan untuk melawan kanker (kemoterapi), serta obat HIV dan AIDS.

4. Infeksi

Infeksi yang berakibat pada komplikasi bisa saja diakibatkan oleh virus, bakteri, dan parasit. Beberapa infeksi memang bisa menyebabkan penderitanya mengalami radang pada saraf. Beberapa contoh infeksi tersebut misalkan pada penyakit lyme, herpes, hepatitis B dan C, serta kusta.

Nah, itulah beberapa faktor penyebab kesemutan. Namun, kamu tetap harus waspada. Jangan disepelekan jika sering mengalami masalah kesemutan. Khususnya jika masalah tersebut terjadi dalam rentan waktu yang lama dan terbilang sering.

Bila memang hal itu terjadi, segera hubungi dokter terdekat untuk mendapat pemeriksaan dan jawaban yang pasti. Semoga bermanfaat!

Related posts
Kesehatan

Kenali Ciri-Ciri Burnout dan Cara Mengatasinya

Kesehatan

WHO Tetapkan COVID-19 Sebagai Nama Resmi Virus Corona dari Wuhan

Kesehatan

Obat Panu yang Efektif: Alami dan Medis

Diet & NutrisiGaya HidupKesehatan

11 Camilan Sehat untuk Penderita Penyakit Jantung