Kesehatan

6 Mitos Kanker Paru-Paru yang Perlu Kamu Tahu

Mitos Kanker Paru-Paru

Did you know? Menurut Raffles Medical Group, kanker paru-paru menjadi salah satu penyebab kanker nomor satu bagi pria dan kedua bagi para wanita!

Setiap tahunnya, kanker paru-paru membunuh 1,3 juta orang di seluruh dunia. Dari lima orang yang meninggal akibat kanker, bisa dipastikan salah satunya mengidap kanker paru-paru. Paru – paru menjadi tempat dimana metastasis seringkali muncul daripada bagian tubuh kita lainnya.

Baca Juga:

Resiko bagi seorang perokok terserang kanker paru – paru berlipat ganda menjadi 15 hingga 25 kali lipat lebih besar daripada mereka yang tidak merokok. Ketika perokok berhenti merokok dalam waktu 10 hingga 15 tahun, resiko terkena kanker paru – paru menurun hingga 2 kali lipat daripada mereka yang tidak merokok. Jadi, bisa dibilang saran terbaik bagi kamu yang tidak ingin terserang kanker paru-paru adalah, berhenti merokok. Sekarang juga.

Sedihnya, meskipun kebanyakan orang sudah mengetahui fakta ini. Masih banyak perdebatan ganjil yang beredar. Mitos kanker paru – paru pun berseliweran dimana-mana. Adapun mitos yang tidak perlu kamu percaya adalah :

1. Rokok Menjadi Satu – Satunya Penyebab Kanker Paru – Paru

Dr.Steve Yang, seorang spesialis pengobatan saluran pernapasan menjelaskan bahwa 10% dari mereka yang terkena kanker paru – paru adalah mantan perokok sedangkan 20% wanita yang terkena kanker paru – paru adalah mereka yang tidak pernah merokok seumur hidupnya.

Meskipun memang berbahaya, rokok tidak menjadi satu – satunya penyebab kanker paru – paru. Mitos kanker ini tidak bisa kamu amini begitu saja. Kenyataannya, menurut Lonny Yarmus, Direktur Divisi Paru & Perawatan Kritikal, rokok menjadi penyebab nomor satu, karena 90% kanker paru – paru terkait dengan kebiasaan merokok. Terpaksa menjadi perokok pasif pun menjadi penyebab utama bagi mereka yang tidak merokok.

Selain rokok, ada beberapa zat berupa gas yang menjadi penyebab utama kanker paru – paru, seperti Asbestos, Arsenik, Gas Pembuangan Diesel dan berbagai bentuk hasil olahan Silika dan Kronium. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memastikan polusi udara menjadi distributor penyebab kanker mematikan di seluruh dunia.

2. Kanker Payudara Menjadi Penyebab Kematian Utama Pada Wanita

Nah, ini dia mitos kanker paru-paru yang sering salah kaprah. Ternyata, resiko terkena kanker paru – paru pada wanita sama besarnya dengan resiko terkena kanker payudara. Hampir setengah kasus kanker paru – paru terjadi pada wanita, dan lebih banyak wanita terkena kanker paru – paru dibandingkan jenis kanker lainnya.

Menurut lungevity.org, pada tahun 2015, tercatat 69.078 wanita meninggal akibat kanker paru – paru sedangkan 41.116 wanita meninggal akibat kanker payudara. Dari Uji Coba Pemeriksaan Paru-Paru Nasional di Amerika, jumlah wanita yang terkena kanker paru – paru meningkat lebih dari 100%.

3. Kanker Paru – Paru Ketuk Palu Kematian

Mereka yang terkena kanker paru – paru tetap memiliki kesempatan untuk hidup. Jika kanker paru – paru dideteksi dan diobati pada tingkat awal, ada kemungkinan besar si penderita dapat hidup lebih lama. Ada beberapa alternatif pengobatan dan tindakan operasi yang mampu memperpanjang ataupun mengurangi gejala kanker paru – paru.

Berhenti ataupun mengurangi kebiasaan merokok bisa menurunkan resiko terkena kanker paru-paru. Selain itu, kebiasaan makan sehat dan olahraga rutin juga terbukti ampuh untuk menekan resiko.

4. Hanya Orang Tua yang Akan Terkena Kanker Paru – Paru

Mitos kanker soal umur ini kadang menjadi alasan ngeles bagi kebanyakan orang untuk menolak berhenti dari kebiasaan buruk mereka. Padahal, faktor umur tidak bisa menjadi alasan apakah kanker paru – paru tersebut bisa disembuhkan atau tidak. Pada kebanyakan kasus, mereka yang berumur muda lebih dapat mentoleransi akibat ataupun efek samping dari pengobatan kemoterapi ataupun tindakan operasi.

Tidak ada orang yang terlalu muda ataupun terlalu tua untuk terkena penyakit kanker paru – paru. Memang betul, kebanyakan kasus kanker paru – paru terjadi pada orang – orang berusia lanjut ataupun lansia. Namun bukan berarti mereka yang muda aman dari bahaya kanker paru – paru. Remaja ataupun anak kecil pun beresiko terkena penyakit mematikan ini. Bronchioloalveolar Cancer (BAC) merupakan salah satu tipe dari kanker paru – paru yang seringkali diderita wanita muda yang tak merokok.

5. Tidak Ada Gunanya untuk Berhenti Merokok Saat Terkena Kanker Paru – Paru

Tahukah kamu, pada kebanyakan kasus. Efek samping dari merokok biasanya meningkat setelah pasien kanker paru – paru tidak mau berhenti dari kebiasaan buruk ini. Mereka yang mengidap kanker paru – paru stadium awal biasanya mempunyai tingkat kesembuhan dua kali lipat saat berhenti merokok daripada mereka yang tetap meneruskan kebiasaan buruknya ini.

Tidak ada kata terlambat, begitu pun dalam usaha mengobati penyakit kanker paru – paru ini. Menurut Hopkins Medicine, berhenti dari kebiasaan merokok meningkatkan tingkat keefektifan pengobatan ataupun treatment yang dilakukan selama periode penyembuhan kanker paru – paru.

Tidak hanya itu, berhenti merokok akan meningkatkan tingkat keberhasilan operasi dan merendahkan kemungkinan meninggal selain dari kanker paru – paru. So, tidak ada salahnya untuk mencoba menghentikan kebiasaan buruk yang satu ini, kapan pun dimana pun ya!

6. Kanker Paru – Paru Itu Menular

Tinggal di kota berpolusi tinggi jelas meningkatkan potensi terkena kanker paru – paru. Asap polusi kendaraan ataupun asap hasil pembakaran produksi pabrik pun menjadi faktor penyumbang kanker paru – paru pada manusia. Meski bahayanya tetap tidak lebih tinggi daripada kebiasaan merokok.

Banyak yang percaya, kanker paru – paru bisa menular melalui udara ataupun tindakan pengobatan operasi terlalu berbahaya dan tidak seharusnya dilakukan. Padahal, jika tindakan operasi dilakukan pada pasien kanker paru – paru stadium awal, harapan hidup sang pasien akan jauh menjadi lebih lama. Kanker paru – paru juga tidak bisa dengan mudah ditularkan lewat udara karena harus ada sel tubuh yang rusak dan mengalami disfungsi terlebih dahulu baru individu tersebut terkena kanker.

Ketakutan mitos kanker paru – paru itu menular juga terkadang membuat kita panik tanpa alasan yang jelas. Ujung – ujungnya, malah kita menjauhi orang yang seharusnya membutuhkan bantuan dan perhatian dari orang – orang sekitar. Terkena penyakit kanker paru – paru memang mengerikan. Waspadai tanda – tanda awal penyakit ini seperti, batuk – batuk yang tidak berkesudahan, sesak nafas berkepanjangan, rasa sakit yang tajam pada daerah punggung dan bahu.

Apapun penyebabnya, masih ada harapan hidup untuk mereka yang menderita kanker paru – paru. Menurut Dr.Vinod Jona, kanker paru – paru adalah kanker yang sangat umum terjadi di berbagai belahan dunia. Melalui perawatan kemoterapi, radiasi ataupun tindakan operasi, angka harapan hidup seorang pasien kanker paru – paru masih bisa diperpanjang. Kunci dari keberhasilan dari pengobatan kanker paru – paru tak lain dan tak bukan adalah usaha diri kita sendiri untuk hidup sehat, menjaga diri dari berbagai kebiasaan buruk dan juga rajin berolahraga!

Related posts
KehamilanKesehatan

10 Obat Sakit Gigi yang Aman Bagi Ibu Hamil

Kesehatan

9 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

KesehatanKulit

Penyebab Keloid dan Cara Alami Mengatasinya

Bayi & Anak-AnakKesehatan

Cara Pengobatan Penyakit Difteri Pada Anak