Bayi & Anak-AnakKesehatan

Waspadai Penyebab dan Gejala Usus Buntu Pada Anak

gejala usus buntu

Appendicitis, atau yang lebih familiar dikenal dengan nama penyakit usus buntu adalah kondisi dimana usus buntu yang terletak di bagian ujung dari usus besar, mengalami peradangan. Penyakit ini sebagian besar dialami oleh anak-anak dan juga orang dewasa.

Radang yang terjadi di usus buntu pada anak tidak dapat dianggap sepele, karena jika tidak segera mendapat penanganan dari ahli, maka dapat menyebabkan usus buntu pecah dan menimbulkan infeksi yang cukup serius.

Baca Juga:

Abses alias luka yang muncul akibat infeksi bakteri yang berisikan nanah akan terbentuk di luar usus buntu yang tengah meradang, kemudian menutup dinding usus buntu dari bagian perut yang lain.

Dan ketika pecah, usus buntu yang terinfeksi bakteri ini akan menyebabkan peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut peritoneum alias peritonitis. Usus buntu yang pecah mengakibatkan tinja akan langsung meresap dalam lapisan perut, yang mana akan menimbulkan rasa sakit pada penderita usus buntu.

Gejala Usus Buntu pada Anak

Anak-anak pada umumnya cenderung kesulitan mengungkapkan sakit yang mereka alami, sehingga penanganan penyakit usus buntu pada anak menjadi sedikit terlambat. Ada beberapa gejala yang patut diwaspadai oleh para orangtua, yang kemungkinan besar menjadi gejala awal dari terjadinya penyakit usus buntu.

Berikut ini beberapa gejala yang mungkin timbul akibat terjadinya peradangan di usus buntu pada anak.

1. Demam

Meningkatnya suhu tubuh pada anak dapat mengindikasikan adanya masalah yang terjadi di tubuhnya. Bisa jadi demam yang timbul pada anak merupakan sinyal alami dari tubuh terkait adanya radang di usus buntu. Demam ringan memang biasanya muncul menyertai penyakit usus buntu, dan bisa semakin tinggi bila radang usus buntu sudah semakin parah.

2. Sakit Perut

Selain demam, gejala lain yang muncul saat penyakit usus buntu menyerang adalah sakit perut. Biasanya, gejala ini dimulai dengan rasa sakit di bagian tengah perut yang kadang timbul, hilang, dan kemudian timbul lagi. Setelah beberapa jam, rasa sakit ini akan bergerak ke sisi kanan bawah dari bagian perut.

Anak yang mengalami peradangan usus buntu akan mengalami rasa sakit yang tidak tertahankan di bagian bawah perut, yang mana rasa sakit ini akan semakin menjadi jika perutnya ditekan. Untuk memastikan apakah anak terkena penyakit usus buntu atau tidak, kamu bisa menekan perlahan perut bagian bawah pada anak. Bila anak menangis kesakitan atau menampakkan tanda-tanda sakit seperti meringis dan menjerit, maka kemungkinan besar ia sedang mengalami penyakit usus buntu.

3. Mual Muntah

Peradangan yang terjadi pada bagian usus buntu tentu akan mengacaukan sistem pencernaan secara keseluruhan pada anak. Perut akan terasa nyeri dan tidak nyaman, yang berujung pada mual dan muntah. Kamu patut waspada bila anak mengalami mual dan muntah disertai pada sakit di bagian perut karena bisa jadi ini merupakan gejala awal dari radang usus buntu.

4. Hilang Nafsu Makan

Selain mual dan muntah, rasa tidak nyaman dan nyeri yang terjadi di perut berpotensi membuat anak kehilangan nafsu makannya. Anak mengalami kesulitan dalam melahap makanan karena rasa sakit yang timbul pada perut mereka. Orangtua harus bisa tanggap dan pintar melihat situasi yang terjadi agar mampu mengidentifikasi gejala usus buntu secara lebih cepat.

5. Diare

Kacaunya sistem pencernaan karena peradangan pada usus buntu juga dapat memicu terjadinya diare pada anak. Karenanya, jangan anggap sepele jika anak mengalami diare, sebab kemungkinan ini merupakan gejala awal terjadinya penyakit usus buntu pada anak. Jika anak mengalami diare selama beberapa hari berturut-turut, maka segeralah periksakan kondisi anak ke ahli kesehatan yang terpercaya.

Pemicu Radang Usus Buntu Pada Anak

usus buntu pada anak

Pada dasarnya, peradangan pada usus buntu dapat disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari folikel limfoid yang membesar, trauma, hingga tumor. Namun pada kebanyakan kasus, peradangan di usus buntu disebabkan oleh konsumsi makanan pemicu.

Berikut ini beberapa makanan yang mampu memicu terjadinya radang usus buntu. Pastikan untuk tidak terlalu sering memberikannya pada sang buah hati, ya.

1. Permen Karet

Sebagai makanan yang menjadi favorit bagi anak-anak, ternyata permen karet adalah salah satu jenis makanan yang berpotensi menyebabkan peradangan di bagian usus bantu. Beberapa anak-anak terkadang bersikap ceroboh dengan menelan permen karet yang seharusnya tidak diperbolehkan ditelan.

Hal ini berbahaya bagi anak karena dapat menyebabkan masalah pencernaan yang cukup serius. Apalagi bila dibarengi dengan konsumsi makanan yang sifatnya sulit untuk dicerna seperti misalnya biji-bijian yang teksturnya keras, hal ini dapat memperparah keadaan usus.

Sebaiknya, anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun tidak diperbolehkan mengunyah permen karet karena rentan tertelan, atau jika mereka sangat menginginkannya berikan maksimal dua buah saja per harinya dan awasi saat mereka memakan permen karet untuk memastikan mereka membuang permen karetnya setelah selesai mengunyah.

2. Daging Merah

Makanan lain yang dapat memicu terjadinya usus buntu selain permen karet adalah daging merah. Mengandung lemak dan zat besi yang tinggi, membuat daging merah dikategorikan sebagai salah satu bahan makanan yang butuh proses lebih lama untuk dicerna secara sempurna oleh usus.

Lamanya proses cerna daging merah ini biasanya menyebabkan sembelit di awal konsumsi, dan jika dibiarkan secara terus menerus akan meningkatkan potensi terjadinya peradangan di bagian usus buntu.

3. Produk Olahan Susu

Merupakan hal yang cukup mengejutkan melihat produk olahan susu termasuk dalam daftar makanan yang menyebabkan radang usus buntu pada anak, karena selama ini banyak orangtua meyakini bahwa dairy products adalah nutrisi yang baik untuk diberikan pada anak.

Faktanya, produk olahan susu seperti keju, yoghurt, dan es krim mengandung banyak laktosa, yang mana zat ini akan memicu peningkatan gas dan menyebabkan sembelit pada anak. Konsumsi produk olahan susu dalam jumlah yang banyak dan frekuensi yang rutin akan menyebabkan kondisi pencernaan menjadi kurang lancar, yang berujung pada semakin besarnya kemungkinan terjadi radang usus buntu.

Meski begitu, bukan berarti anak tidak diperbolehkan mengonsumsi produk olahan susu sama sekali. Solusinya, imbangilah konsumsi produk olahan susu ini dengan memperbanyak konsumsi air putih serta makanan kaya serat seperti misalnya buah-buahan dan sayuran.

usus buntu pada anak

Itu dia beberapa gejala serta penyebab penyakit usus buntu pada anak yang patut diwaspadai. Sebagai orangtua, perhatikan pola makan serta asupan nutrisi pada anak, hindari konsumsi bahan makanan yang mampu memicu meradangnya usus buntu secara berlebihan.

Apabila telah terjadi gejala-gejala awal usus buntu pada anak, maka orangtua harus sigap dan tanggap untuk segera memeriksakan kondisi anak kepada ahli kesehatan atau dokter. Lakukan penanganan medis sesegera mungkin sebelum peradangan semakin parah.

Jika peradangan usus buntu sudah mencapai titik yang sangat parah, maka biasanya dokter akan mengambil langkah operasi dengan memotong bagian usus buntu yang terkena radang.  

Related posts
GigiKesehatan

Obat Sakit Gigi Berlubang di Apotek untuk Pereda Nyeri Sementara

Kesehatan

Kontroversi Obat Asam Lambung Ranitidin yang Harus Kamu Tahu

KesehatanWanita

Kenali Penyebab Payudara Nyeri dan Cara Mengatasinya

Diet & NutrisiKesehatan

9 Manfaat Buah Duku untuk Kesehatan dan Kecantikan