Penyakit A-Z

Kenali Faktor Pemicu dan Gejala Kanker Paru-paru

Gejala Kanker Paru-paru

Salah satu penyakit mematikan yang harus diwaspadai adalah kanker paru-paru. Faktanya, kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Bahayanya lagi, kanker paru-paru lebih sering menyerang dibandingkan kanker prostat dan kanker payudara. 

Baca juga:

Pada kanker paru-paru, pola pertumbuhan sel berlebih terjadi di paru-paru, yang merupakan organ vital untuk pernapasan dan pertukaran udara. Perlu diketahui, orang yang merokok memiliki risiko tinggi terkena kanker paru-paru. Namun kanker paru-paru juga dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok. Risiko kanker paru-paru meningkat seiring lamanya waktu dan jumlah rokok yang dikonsumsi. 

Faktor Pemicu Kanker Paru-paru

Kanker Paru-paru

Ada banyak faktor yang bisa memicu seseorang terdiagnosis kanker paru-paru. Tak hanya orang yang merokok dan terpapar rokok saja, ada banyak faktor pemicu kanker paru-paru yang ada di sekeliling kita. Berikut daftarnya:

1. Merokok dan Perokok Pasif

Tidak semua perokok terkena kanker paru-paru dan tidak semua orang yang menderita kanker paru-paru adalah perokok. Namun beberapa studi penelitian mengungkapkan 9 dari 10 orang terkena  kanker paru-paru akibat merokok atau menjadi perokok pasif. 

Risiko seseorang terkena kanker paru-paru meningkat dengan jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari dan berapa lama kamu telah merokok. Bahkan jika tidak merokok, risiko kanker paru-paru juga bisa meningkat jika sering terpapar asap rokok.

Merokok bisa menyebabkan kanker paru-paru karena kandungannya merusak sel-sel yang melapisi paru-paru. Ketika menghirup asap rokok yang penuh dengan zat penyebab kanker (karsinogen), jaringan paru-paru bisa berubah. Produk tembakau mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia dan setidaknya 70 diketahui menyebabkan kanker. 

Pada awalnya tubuh dapat memperbaiki kerusakan tersebut, tetapi jika terus menerus terkena paparan, sel-sel yang melapisi paru-paru akan semakin rusak. Seiring waktu, kerusakan menyebabkan sel tidak normal dan membuat kanker berkembang. 

2. Terkena Paparan Gas Radon

Radon merupakan gas yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak terasa yang terjadi secara alami dengan pemecahan uranium pada batuan dan tanah. Gas ini dapat meresap ke fondasi bangunan dan ke ruang hidup dan kerja karena radon sulit dideteksi, seseorang tidak sadar telah terpapar paparan gas radon.

Orang yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terkena efek radon daripada mereka yang tidak merokok. Diketahui, radon adalah penyebab utama kedua kanker paru-paru di Amerika Serikat.

3. Paparan Asbes dan Karsinogen 

Paparan asbes di tempat kerja dan zat lain yang diketahui menyebabkan kanker, seperti arsenik, kromium dan nikel, juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Khususnya jika kamu seorang perokok.

Asbes merupakan bahan industri yang digunakan orang dalam konstruksi untuk isolasi dan sebagai penghambat api. Ketika bahan tersebut terganggu, serat-serat kecil akan mengudara dan dapat dihirup. Seseorang berisiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru jika terpapar asbes secara teratur.

Ada beberapa zat lain yang berisiko menyebabkan kanker paru-paru, yakni arsenic, beryllium, cadmium, vinyl chloride, senyawa nikel, senyawa kromium, produk batubara, mustard gas, chloromethyl ethers, dan knalpot diesel.

4. Riwayat Keluarga dengan Kanker Paru-paru

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jika anggota keluarga dekat seperti orang tua atau saudara menderita atau memiliki kanker paru-paru, risiko terdiagnosis kanker paru-paru akan meningkat sedikit lebih tinggi. 

5. Usia

Menurut Lung Cancer Alliance (LCA), usia rata-rata di Amerika Serikat untuk mendiagnosis seseorang terkena kanker paru-paru adalah sekitar usia 70 tahun. Hanya sekitar 10 persen kanker paru-paru terjadi pada orang yang lebih muda dari 50 tahun. Semakin tua usia seseorang, semakin lama telah terpapar bahan kimia berbahaya dan hal ini meningkatkan risiko kanker.

6. Punya Riwayat Penyakit Paru-paru Lainnya

Jika seseorang memiliki riwayat penyakit kronis yang memengaruhi paru-paru, mereka mungkin berisiko lebih besar terkena kanker paru-paru. Penyakit paru-paru dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di paru-paru. Penyakit tersebut termasuk TBC dan penyakit paru obstruktif kronis, seperti bronkitis kronis dan emfisema.

Gejala Kanker Paru-paru

Kanker Paru-paru

Umumnya, kanker paru-paru tidak menunjukkan tanda dan gejala yang pasti saat seseorang mulai terkena kanker. Tanda dan gejala kanker paru-paru biasanya terjadi ketika penyakit kanker sudah berlanjut. Adapun gejala kanker paru-paru yang sering ditemui adalah:

1. Sesak Napas

Penderita kanker paru-paru dapat mengalami sesak napas jika kanker tumbuh untuk memblokir saluran pernapasan utama. Kanker paru-paru juga dapat menyebabkan cairan menumpuk di sekitar paru-paru serta membuat paru-paru yang terpapar kanker sulit berkembang saat menarik napas.

2. Batuk Darah

Batuk darah dari saluran pernapasan Anda disebut hemoptisis. Ini adalah salah satu gejala paling umum kanker paru-paru. Batuk darah umumnya tidak terkait dengan kanker paru-paru. Namun sebagian besar batuk berdarah sebagai gejala kanker paru-paru muncul ketika penyakit sudah mencapai stadium lanjut.

3. Sakit Dada

Kanker paru-paru dapat menimbulkan rasa sakit di dada, bahu, atau punggung. Ketika kanker paru-paru menyebabkan nyeri dada, hal tersebut umumnya terjadi akibat pembesaran kelenjar getah bening atau metastasis ke dinding dada dan membentuk selaput di sekitar paru-paru atau tulang rusuk yang disebut pleura.

4. Turunnya Berat Badan 

Penurunan berat badan 10 pon atau lebih yang tidak dapat dijelaskan kemungkinan menjadi salah satu gejala kanker paru-paru. Ketika seseorang terdiagnosis kanker paru-paru, turunnya berat dapat disebabkan oleh sel kanker yang menggunakan energi. Ini juga bisa diakibatkan oleh pergeseran cara tubuh menggunakan energi dari makanan.

5. Sakit Tulang

Kanker paru-paru yang telah menyebar ke tulang dapat menimbulkan rasa sakit di punggung atau di area lain dari tubuh. Nyeri ini dapat memburuk di malam hari saat beristirahat di punggung. Mungkin sulit untuk membedakan antara nyeri tulang dan otot.

Nyeri tulang seringkali lebih buruk di malam hari dan rasa sakitnya makin terasa jika digerakkan. Selain itu, kanker paru-paru kadang-kadang dikaitkan dengan nyeri bahu, lengan, atau leher, meskipun ini jarang terjadi. 

6. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan tanda bahwa kanker paru-paru telah menyebar ke otak. Namun, tidak semua sakit kepala berhubungan dengan metastasis otak. Kadang-kadang, tumor paru-paru dapat membuat tekanan pada vena cava superior, vena besar yang memindahkan darah dari tubuh bagian atas ke jantung. Tekanan tersebut juga dapat memicu sakit kepala atau dalam kasus yang lebih parah disebut migrain.

Cara Mencegah Kanker Paru-paru

Kanker Paru-paru

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan demi menghindari risiko terkena penyakit mematikan ini. Simak caranya berikut ini:

1. Berhenti Merokok

Berhenti merokok mengurangi risiko kanker paru-paru, bahkan jika sudah merokok selama bertahun-tahun. Bicaralah dengan dokter tentang strategi dan alat bantu berhenti merokok yang dapat membantu untuk benar-benar berhenti. 

2. Hindari Asap Rokok

Jika tinggal atau bekerja dengan seorang perokok, sarankan dia untuk berhenti. Paling tidak, minta mereka merokok di luar. Sebisa mungkin, hindari area di mana banyak orang merokok, seperti bar dan restoran.

3. Hindari Karsinogen di Tempat Kerja

Ambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan bahan kimia beracun di tempat kerja. Ikuti tindakan pencegahan yang dianjurkan di kantor. Misalnya jika diberi masker untuk perlindungan, selalu kenakan saat di area bekerja. 

4. Konsumsilah Buah dan Sayuran

Nutrisi sangat penting untuk menjaga kesehatan. Adapun nutrisi yang dibutuhkan untuk menyembuhkan sel-sel yang rusak adalah buah-buahan, sayur, dan aneka nutrisi yang mengandung vitamin dan mineral. Makanlah lima atau lebih porsi buah dan sayuran per hari serta kacang-kacangan dan biji-bijian. Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi serta hindari minuman beralkohol. 

5. Rutin Olahraga

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat menurunkan risiko terkena kanker paru-paru dan jenis kanker lainnya. Orang dewasa dianjurkan untuk melakukan aktivitas aerobik setidaknya 150 menit (2 jam dan 30 menit) setiap minggu, ditambah latihan kekuatan pada setidaknya 2 hari setiap minggu.

Related posts
Penyakit A-Z

Asma: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Hernia; Jenis, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Wasir (Ambeien): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Penyakit EMM: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan