Penyakit A-Z

16 Gangguan Sistem Pencernaan yang Umum Terjadi

gangguan sistem pencernaan

Gangguan sistem pencernaan memang bukan masalah yang asing lagi. Hampir semua orang pastinya pernah mengalami hal ini. Dari gangguan yang ringan, hingga yang tergolong berat pastinya pernah kamu alami salah satunya.

Baca Juga:

Gangguan sistem pencernaan umumnya terjadi pada saluran ataupun organ-organ yang terlibat dengan proses pencernaan. Gejala gangguan sistem pencernaan memang bervariasi. Kondisi ini bisa diakibatkan karena infeksi, hingga meningkatnya asam lambung.

Lantas, apa saja, sih, gangguan sistem pencernaan yang umum terjadi? Berikut ini 16 gangguan sistem pencernaan yang umum terjadi.

1. Diare

Siapa, sih, yang tidak pernah mengalami diare? Gangguan sistem pencernaan yang satu ini memang memang menjadi salah satu gangguan pencernaan yang umum.

Kondisi ini terjadi dimana feses yang dikeluarkan memiliki konsentrasi yang lebih encer dan umumnya diikuti dengan frekuensi buang air besar yang juga meningkat.

Penyebab diare memang bervariasi, mulai dari virus, bakteri, efek samping obat, ataupun karena intoleransi makanan. Penderita masalah ini umumnya mengalami mual, kembung, hingga adanya lendir dan darah dalam feses.

2. Konstipasi

Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sembelit adalah kondisi sebaliknya dari masalah diare. Penderita gangguan ini umumnya memiliki frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Selain frekuensi yang kurang, tekstur feses yang dihasilkannya pun cukup keras.

Gangguan ini umumnya diakibatkan karena penderita kurang asupan serat, kurang cairan, efek samping obat, atau terjadi perubahan pada rutinitas (seperti melakukan perjalanan jarak jauh).

Tak hanya karena gangguan tersebut, sembelit juga dapat terjadi pada wanita yang berada pada masa hamil. Hal itu dikarenakan adanya perubahan hormon yang berpengaruh pada kerja sistem pencernaan mereka hingga menjadi lebih lambat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu bisa mengonsumsi obat pencahar dan diimbangi dengan mengonsumsi makanan kaya serat, mencukupi kebutuhan cairan, berolahraga, dan menghindari kebiasaan menahan BAB.

3. Ambeien

Ambeien atau wasir adalah kondisi terjadinya pembengkakan di sekitar area pembuluh darah di anus dan rektum bagian bawah.

Ambeien sering terjadi karena komplikasi dari sembelit yang berkelanjutan. Namun, ada pula penyebab lain yang menjadi masalah ini, misalkan diare kronis, mengejan terlalu keras, duduk terlalu lama di toilet, obesitas, bahkan kehamilan.

4. Irritable bowel syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome (IBS) sendiri merupakan kondisi terjadinya gangguan sistem pencernaan yang menyerang usus besar. Gangguan ini terjadi karena kontraksi otot di usus, kelainan pada saraf pencernaan, masalah peradangan di usus, bahkan gangguan karena perubahan bakteri baik dalam usus.

Gejala IBS umumnya seperti rasa kram, sakit perut, kembung, dan diare atau sembelit. Gangguan ini bisa ditangani dengan mengatur pola makan, pola gaya hidup sehat, hingga mengelola stres.

5. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau yang juga dikenal dengan istilah penyakit asam lambung, yaitu gangguan dimana kondisi asam lambung kerap kali naik ke saluran yang menjadi penghubung antara lambung dan mulut (kerongkongan/esofagus). Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya iritasi di lapisan esofagus.

GERD sendiri mampu membuat penderitanya merasakan gejala heartburn, sakit di dada, sulit menelan, regurgitasi makanan atau cairan asam, serta terjadinya benjolan di tenggorokan.

6. Esofagitis

Esofagitis adalah gangguan sistem pencernaan karena terjadinya peradangan yang berakibat rusaknya jaringan kerongkongan. Gangguan ini umumnya sering diakibatkan oleh masalah seperti refluks asam, namun bisa juga karena pengaruh obat, alergi, infeksi bakteri, virus, hingga jamur.

7. Dispepsia

Dispepsia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di perut bagian atas. Pada dasarnya, dispepsia bukanlah sebuah penyakit. Gangguan ini merupakan gejala yang sering terjadi pada masalah pencernaan lain seperti kembung, mual, dan sendawa.

Dispepsia dapat diatasi dengan beberapa cara misalkan dengan mengonsumsi obat yang memengaruhi asam lambung, obat prokinetik, antibiotik, atau antidepresan.

8. Gastritis

Gastritis merupakan istilah umum untuk menggambarkan terjadinya peradangan pada lapisan lambung. Gangguan ini kerap disebabkan oleh permasalahan seperti infeksi bakteri. Namun, tidak juga menutup kemungkinan sebagai efek jangka panjang penggunaan obat penghilang rasa sakit, hingga kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Gejala gastritis umumnya ditandai dengan munculnya rasa sakit pada perut bagian atas, rasa mual, muntah, dan perasaan kenyang atau begah. Masalah ini pun kerap memburuk setelah makan.

9. Tukak lambung

Tukak lambung merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang diakibatkan karena adanya luka di lapisan lambung. Hal ini berlaku untuk berbagai jenis luka yang memengaruhi lambung dan usus halus.

Gejala penderita gangguan ini umumnya seperti nyeri perut, penurunan berat badan, mual dan muntah, kembung, sendawa, dan heartburn. Penyebab tukak lambung umumnya disebabkan karena infeksi bakteri atau penggunaan obat antiinflamasi non-steroid dalam jangka panjang.

10. Tukak Duodenum

Sekilas, tukak duodenum memiliki kondisi yang sama persis seperti tukak lambung. Yang membedakan antara keduanya, yaitu lokasi luka yang muncul.

Untuk tukak duodenum sendiri, gangguan ini terjadi di bagian usus dua belas jari. Gejala keduanya kurang lebih sama dan tak jauh berbeda.

11. Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan penyakit radang usus yang berakibat terjadinya peradangan dan luka yang bertahan lama di saluran pencernaan. Gangguan kolitis ulseratif memengaruhi lapisan terdalam usus besar dan rektum.

Dicurigai, gangguan ini muncul karena masalah sistem kekebalan tubuh seseorang. Namun, faktor lain seperti pola makan dan stres juga tak menutup kemungkinan sebagai penyebabnya.

12. Divertikulitis

Divertikulitis sendiri adalah kondisi dimana terjadi peradangan atau infeksi di area kantong kecil saluran pencernaan (diverticula).

Divertikulitis terjadi ketika divertikula mengalami luka sobek. Umumnya, gangguan ini meliputi rasa nyeri pada perut di sisi sebelah kiri bagian bawah, rasa mual dan muntah, demam, nyeri perut, hingga gangguan pencernaan lainnya seperti sembelit atau diare.

13. Radang usus buntu

Radang usus buntu (apendisitis) terjadi karena kantong berbentuk jari pada usus besar mengalami peradangan.

Gejala yang umum terjadi pada penderita diantaranya rasa nyeri secara mendadak di bagian sisi kanan perut bagian bawah, rasa sakit ketika penderita batuk atau berjalan, munculnya rasa mual dan muntah, selera makan menurun, demam ringan, sembelit atau diare, hingga mengalami perut kembung.

14. Penyakit cronh

Sama seperti sebelumnya, penyakit cronh juga merupakan peradangan pada usus. Permasalahan ini muncul karena sistem kekebalan ataupun karena faktor keturunan.

Penyakit cronh menimbulkan gejala seperti sakit perut, diare akut, tubuh terasa lelah, berat badan yang terus menurun, hingga terjadinya malnutrisi.

15. Penyakit celiac

Penyakit celiac merupakan kelainan yang terjadi pada sistem pencernaan seseorang, dimana penderita akan sulit bahkan tidak bisa sama sekali mengonsumsi gluten karena dapat merusak usus kecil mereka. Tidak seperti masalah sebelumnya, gangguan pencernaan ini bersifat genetik.

16. Kanker saluran pencernaan

Kanker memang menjadi salah satu momok yang menakutkan. Bahkan, saluran pencernaan pun tak luput dari seranganya. Gangguan ini disebut kanker kolorektal yang merupakan kanker rektum atau usus besar. Gejala pada kanker ini umumnya dimulai dengan polip, yaitu terjadinya pertumbuhan jaringan abnormal di usus besar.

Nah, itulah 16 gangguan sistem pencernaan yang umum terjadi. Gangguan ringan pada sistem pencernaan memang kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sepele.

Namun, gejala-gejala tersebut juga harus diwaspadai. Jika masalah tersebut terjadi dalam rentan waktu yang cukup lama, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Related posts
Penyakit A-Z

Pneumonia (Penyakit Infeksi Paru): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Eksim Atopik: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Ini 10 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi

Penyakit A-Z

Penyakit Antraks: Gejala, Penyebab dan Pengobatan