Penyakit A-Z

Penyakit Jantung: Ketahui Jenis, Gejala dan Pencegahannya

penyakit jantung

Penyakit jantung adalah gangguan pada jantung yang menyebabkan organ tubuh tersebut bekerja tidak normal. Banyak yang mengatakan bahwa gejala penyakit jantung ditandai dengan rasa sakit di bagian dada. Meski demikian, rasa nyeri pada dada bukanlah satu-satunya tanda kehadiran penyakit ini di tubuh seseorang.

Baca Juga:

Bahkan, dalam beberapa kasus, penderitanya tidak merasakan gejala sama sekali. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya penyakit jantung ini memiliki gejala yang beragam. Sebelum kita membahas soal gejalanya, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa jenis penyakit jantung.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung

penyakit jantung

Penyakit jantung memiliki beberapa jenis yang digolongkan berdasarkan bagian yang sakit atau bekerja tidak normal. Di bawah ini adalah beberapa contoh jenis penyakit jantung yang bisa dirasakan seseorang:

1. Penyakit jantung koroner

Penyakit ini terjadi karena pembuluh darah yang bertugas membawa oksigen ke jantung terhambat oleh plak yang menumpuk. Jantung yang kekurangan oksigen dan nutrisi pada akhirnya bekerja tidak normal dan menimbulkan gangguan yang dicirikan dengan rasa sakit pada dada, jantung berdebar cepat, lemas, keringat dingin, mual, dan lain-lain.

2. Aritmia

Jantung berdetak disokong oleh aliran listrik. Apabila aliran listrik yang merangsang detaknya tak stabil, maka jantung akan bekerja secara tidak normal, baik terlalu lambat ataupun terlalu cepat. Kondisi ini disebut aritmia. Ciri-cirinya dapat berupa detak jantung tak beraturan, lemas, kepala berputar, hingga pingsan.

3. Gagal jantung

Gagal jantung terjadi saat jantung tak dapat lagi memompa darah sebagaimana seharusnya. Penyebabnya antara lain adalah tekanan darah yang tinggi serta penyempitan pembuluh darah. Dalam kondisi seperti ini, jantung terlalu lemah untuk memompa darah.

Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala seperti debar pada dada yang tidak beraturan, sesak nafas, batuk dengan lendir putih, bengkak di beberapa bagian tubuh seperti perut dan kaki, pusing, lemas, dan lain-lain.

4. Fibrilasi atrium

Kondisi ini sejenis aritmia, tapi daerah yang mengalami gangguan adalah serambi jantung atau yang biasa disebut atrium. Kondisi ini bisa berakibat fatal berupa kemunculan penyakit lain seperti stroke, darah beku, dan lain-lain.

5. Kardiomiopati

Penyakit jantung yang satu ini terjadi ketika otot jantung mengalami gangguan, baik menjadi kaku, tebal, ataupun membesar melebihi ukurang semestinya. Pada beberapa orang, kondisi yang satu ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, pada beberapa yang lain menunjukkan gejala penyakit jantung umum seperti dada berdebar, rasa sakit pada dada, lemas, sesak nafas, dan sebagainya.

6. Perikarditis

Kondisi ini terjadi apabila perikardium, lapisan tipis yang mengelilingi jantung, mengalami peradangan. Biasanya, kondisi ini dicirikan dengan beberapa gejala seperti demam yang tidak tinggi, detak jantung lebih cepat, sakit pada dada, dan lain-lain.

7. Penyakit katup jantung

Yang disebut katup jantung adalah sejenis pintu yang terdapat pada bilik maupun serambi jantung. Gangguan pada bagian ini dapat menyebabkan peredaran dari dan menuju jantung menjadi tidak normal. Akibatnya, penderitanya bisa merasakan sakit pada dada tiap kali menghirup nafas, lemas, dan pusing.

Ketujuh jenis penyakit jantung di atas sering kali disalahpahami sebagai satu penyakit yang sama. Padahal, penyebab dan kondisinya bisa berbeda satu sama lain. Namun, memang secara umum gejala yang muncul dapat serupa satu dengan yang lainnya.

Dari gejala yang ditunjukkan pada ketujuh penyakit jantung di atas, kita bisa menarik kesimpulan beberapa gejala penyakit jantung secara umum.

Gejala Sakit Jantung

penyakit jantung

Meski adakalanya penyakit jantung tidak menampakkan tanda-tanda apa pun, namun ada beberapa gejala umum yang kerap ditemui dalam beberapa kasus, seperti:

1. Rasa sakit pada dada bagian kiri

Gejala ini merupakan yang paling umum dialami seseorang. Rasa nyeri pada dada bagian kiri bisa datang secara tiba-tiba maupun berangsur-angsur. Rasa tidak nyaman yang ditimbullkan gejala ini membuat penderitanya kesulitan untuk beraktivitas.

Pada beberapa kasus yang masih dalam tahap ringan, gejala ini hanya berlangsung selama beberapa saat. Setelah itu, penderita mulai merasa lega kembali. Namun, ada juga kejadian di mana penderitanya tidak membaik setelah rasa nyeri berlangsung beberapa saat. Yang terjadi justru sebaliknya, rasa sakit semakin parah hingga menimbulkan kondisi lemas dan sesak nafas.

Dalam tingkat lanjutan, biasanya rasa sakit pada dada ini juga menjalar ke bagian lain seperti leher, bahu, rahang, juga punggung.

2. Detak jantung tak beraturan

Jantung yang sehat berdetak secara beraturan, dan baru meningkat apabila kamu melakukan aktivitas berintensitas tinggi seperti olahraga. Namun, pada orang-orang yang sedang mengalami sakit jantung, organ tersebut bisa berdetak tak beraturan.

Keluhan yang sering terjadi adalah seseorang merasa detak jantungnya melemah atau bahkan berhenti sebentar, sebelum akhirnya meningkat lebih cepat dalam kondisi tak berolahraga. Jika memang ini merupakan gejala sakit jantung, biasanya akan muncul tanda susulan berupa lemas, jatuh, sesak nafas, bahkan pingsan.

3. Sesak napas

Gangguan pada jantung berimbas pada aliran oksigen dalam darah. Jadi, apabila seseorang mengalami gangguan jantung, ia akan kesulitan untuk bernapas. Tapi, yang perlu diingat, kondisi ini harus dibedakan dari penyakit lain seperti penyakit paru-paru.

Ketiga gejala di atas adalah gejala utama yang biasanya muncul pada serangan jantung. Selain ketiga tanda tersebut, penderita sakit jantung juga bisa mengalami ciri-ciri lain, misalnya badan lemas, pusing, dan mual. Namun, seseorang yang mengalami kondisi ini tidak bisa serta merta diartikan sedang mengalami sakit jantung.

Pengobatan dan Pencegahan Sakit Jantung

penyakit jantung

Penyakit jantung termasuk salah satu penyakit serius yang membutuhkan pertolongan medis. Pertolongan yang dilakukan dokter biasanya berupa pemberian resep obat tertentu, atau, dalam kasus yang lebih serius, operasi pembedahan.

Mengingat seriusnya pengobatan terhadap penyakit ini, penting bagimu untuk mengetahui cara pencegahannya agar dapat meminimalisis risiko mengidap penyakit ini.

Berikut beberapa contoh pencegahan penyakit jantung yang bisa kamu lakukan:

  • Makan makanan sehat nan seimbang, yaitu makanan rendah lemak dan kaya serat
  • Olahraga secara teratur untuk melatih kekuatan jantung
  • Menjaga berat badan di titik ideal, tidak berlebih atau kurang
  • Hindari asap rokok, baik dengan cara tidak merokok maupun tidak berdekatan dengan orang yang sedang merokok
  • Lakukan check up secara rutin untuk terus memonitor kesehatan tubuh secara menyeluruh
Related posts
Penyakit A-Z

Hipotermia; Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Penyakit A-Z

Usus Buntu; Penyebab dan Pengobatannya

KesehatanPenyakit A-Z

11 Penyebab Sulit Buang Angin dan Cara Mengatasinya