Penyakit A-Z

Gejala Stroke Ringan yang Perlu Diketahui

Gejala Stroke Ringan

Stroke merupakan kondisi penyakit yang disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otak. Hambatan ini disebabkan oleh pembekuan darah atau penumpukan kolesterol. Gejala stroke bisa terlihat pada gangguan beberapa fungsi motorik organ tubuh. Lalu, apa yang membedakan stroke ringan dengan stroke?

Baca Juga:

Stroke ringan biasanya hanya berlangsung dalam jangka waktu singkat, misalnya 24 jam. Sebaliknya, stroke berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Untuk membedakan kondisi kedua jenis stroke ini lebih jauh, dokter harus melakukan pemeriksaan melalui metode MRI untuk mengecek kondisi otak pasien. Namun, biasanya, stroke ringan menunjukkan gejala-gejala yang bisa dicermati secara kasat mata.

Apa Saja Gejala Stroke Ringan?

Gejala Stroke Ringan

Stroke ringan terjadi tiba-tiba. Penderitanya kerap mengalami kesulitan menggerakkan organ tubuh terntu selama beberapa waktu. Misalnya, jika stroke terjadi pada tangan, penderitanya dapat mengalami kesulitan menggenggam sesuatu selama kurun waktu beberapa saat, baik beberapa menit maupun beberapa jam.

Untuk lebih jelasnya, kamu dapat melihat beberapa penjelasan mengenai gejala stroke ringan di bawah ini:

1. Gangguan pada otot wajah

Apabila seseorang mengalami stroke ringan, ia akan mengalami pelemahan pada otot wajahnya. Dampaknya, wajah sulit untuk melakukan beberapa gerakan sederhana, misalnya tersenyum, mengerutkan dahi, atau menggerakkan alis. Selain itu, struktur wajah pada penderita stroke ringan juga tampak tidak simetris. Salah satu mata acap kali terlihat lebih turun dibandingkan yang lainnya.

2. Tidak mampu menggerakkan tangan dan kaki

Tangan dan tungkai kaki merupakan bagian lain yang kerap menjadi dampak penyakit ini. Orang yang mengalami penyakit ini akan kesulitan mengangkat kedua bagian tubuh tersebut. Selain sulit digerakkan, kedua bagian itu juga mengalami mati rasa yang menyebabkan penderitanya mengalami kebas selama beberapa saat.

3. Tidak bisa bicara dengan lancar

Selain wajah, tangan, dan kaki, mulut merupakan bagian yang rentan terkena penyakit ini. Pada beberapa kondisi, orang yang mengalami serangan penyakit ini akan kesulitan untuk bicara dengan lancar. Mulut menjadi lebih cadel, suara tidak jelas terdengar, atau dalam kasus yang lebih serius, penderita jadi tidak bisa bicara sama sekali.

4. Rasa kesemutan di bagian-bagian tertentu

Selain tak bisa bergerak dengan semestinya, dalam kondisi stroke, bagian-bagian tersebut juga mengalami sensasi kesemutan. Kesemutan ini biasanya berlangsung beberapa saat sebelum fungsi gerak organ tubuh yang terkena stroke terganggu. Oleh karena itu, jangan sepelekan kesemutan. Waspadailah apabila kesemutan berlangsung lama.

5. Pandangan kabur

Gejala stroke ringan berikutnya adalah mengaburnya pandangan. Gejala ini bisa terjadi pada salah satu mata atau keduanya. Bahkan, dalam kasus penyakit yang lebih serius, seseorang dapat mengalami kebutaan.

6. Kesulitan berdiri dan memposisikan tubuh

Orang yang sedang menderita stroke ringan biasanya akan kesulitan mengatur tubuhnya untuk posisi-posisi yang normal. Misalnya, berdiri atau duduk. Kesulitan menggerakkan beberapa anggota tubuh menyebabkan penderita tidak bisa mengatur gerak tubuhnya untuk menyesuaikan dengan posisi tubuh tertentu.

7. Hilang keseimbangan

Gejala yang satu ini biasa diawali dengan rasa pusing yang menyerang kepala. Setelah itu, penderita umumnya akan merasa sulit menyeimbangkan tubuhnya. Dalam kondisi ini, ia harus bertumpu pada sesuatu agar tidak terjatuh. Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba, bukan karena ada guncangan atau dorongan.

Apabila kamu sudah mulai merasakan gejala-gejala di atas, sebaiknya lekas menghubungi pihak medis untuk berkonsultasi. Sebab, stroke ringan seringkali berkembang menjadi stroke permanen. Apabila sudah permanen, penanganan yang dibutuhkan akan lebih berat.

Untuk mendeteksi kondisi pasien yang mengeluhkan gejala stroke, dokter dapat melakukan beberapa tes untuk mendapat gambaran utuh apa yang terjadi pada tubuh. Semakin cepat dikonsultasikan, dokter bisa lebih cepat untuk melakukan pencegahan stroke ringan berlanjut menjadi semakin parah.

Cara Mencegah Stroke Ringan

Gejala Stroke Ringan

Stroke ringan bisa dicegah melalui cara-cara sederhana, yaitu dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Penyakit ini biasa disebabkan oleh gaya hidup pasien yang tidak sehat, misalnya berupa kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak baik untuk kesehatan atau kebiasaan malas berolahraga. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah tubuhmu terkena penyakit stroke ringan ini.

1. Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol

Lemak dan kolesterol adalah penyebab stroke yang umum terjadi. Keduanya bersumber dari makanan tidak sehat yang sering dikonsumsi sembarangan, misalnya junk food atau gorengan. Oleh karena itu, mulailah untuk memperhatikan makanan yang kamu konsumsi.

Jika memang harus memakan makanan yang digoreng, pilihlah minyak rendah lemak dan pastikan untuk selalu membuang minyak bekas pakai. Solusi lainnya adalah dengan mengganti konsumsi makanan kaya lemak dan kolesterol dengan makanan lain yang lebih sehat.

Sayuran hijau dan buah-buahan bisa menjadi alternatif menu yang lebih sehat. Kamu bisa memasukkannya ke dalam menu diet sehatmu. Selain itu, sayuran dan buah juga bisa menjadi cemilan sehat di antara waktu makanmu.

2. Berolahraga secara rutin

Olahraga secara rutin bisa mengurangi risiko stroke. Sebab, salah satu fungsi dari olahraga adalah melancarkan aliran darah.

Jika tak ada waktu, kamu bisa membiasakan untuk menggerakkan tubuh dengan beberapa aktivitas ringan seperti jalan kaki atau naik-turun tangga. Kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar untuk kesehatan tubuhmu.

3. Menjaga berat badan ideal

Obesitas dan stroke adalah dua hal yang seringkali berkaitan erat. Cobalah untuk menjaga berat badan ideal dengan menjaga konsumsi makanan. Pilihlah menu yang ramah diet, dan kurangi cemilan yang kurang menyehatkan.

Sebagai penyeimbang menu diet, olahraga yang dilakukan secara rutin dapat menjaga berat badan tetap ideal. Hal ini disebabkan oleh salah satu manfaat olahraga yang dapat mempercepat pembakaran kalori.

Related posts
Penyakit A-Z

Asma: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Kenali Faktor Pemicu dan Gejala Kanker Paru-paru

Penyakit A-Z

Hernia; Jenis, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Wasir (Ambeien): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati