Penyakit A-Z

Gejala Usus Buntu yang Harus Diwaspadai

gejala usus buntu

Usus manusia bekerja secara terus menerus untuk memproses berbagai makanan yang dikonsumsi. Usus ini bekerja seperti mesin-mesin yang ada di pabrik. Penggunaan terus menerus dengan input yang beragam, dapat menurunkan fungsi pencernaan di usus.

Masalah kesehatan berat yang dapat dialami usus adalah radang usus buntu. Jika dibiarkan, selanjutnya usus buntu pecah dan menyebabkan infeksi di lapisan perut.

Baca Juga:

Namun banyak yang menganggap jika gejala usus buntu sama dengan sakit maag atau sakit perut biasa. Nah, cari tahu yuk gejala usus buntu yang harus diwaspadai berikut ini!

Gejala Usus Buntu

gejala usus buntu

Usus buntu adalah masalah serius yang harus segera ditangani oleh dokter. Agar lebih bersiap, kamu perlu mengetahui ciri usus buntu di bawah ini.

1. Sakit perut di bagian kanan bawah

Usus berada di perut bagian dalam. Saat muncul, ciri usus buntu pertama terasa di ini. Ada rasa sakit di bagian perut sebelah kanan bawah.

Rasanya akan sangat mengganggu ketika kamu menggerakan perut, bersin dan batuk, berjalan, atau mengalami guncangan saat berkendara.

2. Sakit perut cepat memburuk

Rasa sakit di perut disebabkan oleh kondisi usus yang tidak baik. Maka wajar saja, jika usus buntu dibiarkan rasa sakit akan terasa semakin berat.

Karena kondisinya sudah lemah, rasa sakit ini berkembang dengan sangat cepat juga. Bahkan dalam hitungan jam, kedatangan rasa sakitnya sudah seperti rutinitas.

3. Mual, muntah, dan tidak nafsu makan

Usus adalah salah satu organ penting yang menjalani fungsi pencernaan. Karena kondisinya memburuk, usus buntu mendorong kamu untuk merasa tidak nafsu makan.

Jika dipaksakan pun, ada rasa mual atau bahkan muntah setelahnya. Sering muntah ini dapat menjadi ciri usus buntu yang menunjukkan kondisinya semakin parah.

4. Demam

Hal paling mendasar yang terjadi jika seseorang sakit adalah demam. Tidak terkecuali untuk kasus usus buntu ini.

Jika tubuhmu demam lalu disertai dengan sakit perut yang luar biasa, mungkin peradangan semakin parah terjadi dan memperburuk kondisi usus buntu dalam tubuhmu.

5. Sembelit atau diare

Biasanya setelah makanan dicerna, kandungan baik diserap dan disebarkan ke seluruh tubuh. Sedangkan sisa makanan lainnya dikeluarkan kembali.

Gejala usus buntu dapat dilihat dengan rasa sembelit atau diare saat buang air besar. Tentu ditambah dengan dorongan rasa sakit perut pada bagian kanan bawah.

6. Sering buang air kecil

Usus buntu menyebabkan pembengkakan di dalam perut. Karena usus berdekatan dengan organ lain, kamu akan lebih sering ingin membuang air kecil. Hal ini disebabkan kandung kemih tertekan oleh usus yang membesar.

7. Sulit buang angin

Gejala usus buntu selanjutnya dapat dilihat dari rasa sulit untuk buang angin. Biasanya kamu buang angin menjelang buang air besar. Tapi pada kondisi ini, sangat sulit dilakukan karena usus membengkak dan menyumbat beberapa saluran.

Bahkan setelah operasi usus buntu, penanda usus sudah kembali normal jika kamu sudah bisa membuang angin dari dalam tubuh.

8. Perut kembung

Usus buntu menghalangi tubuh untuk melakukan pencernaan. Ada penumpukan makanan yang dicerna di situ. Perut selanjutnya akan terasa kembung seperti habis meminum minuman bersoda atau terlalu banyak makan sayur.

Tapi kamu perlu mengaitkan ciri usus buntu yang satu ini dengan yang lainnya agar tidak salah menduga.

9. Semakin sakit setelah menekan perut

Dokter biasanya melakukan pengecekan dengan menekan perut jika kamu mengeluh sakit. Kamu juga bisa mencobanya di rumah sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Tentu saat ditekan, perut akan terasa ngilu. Tapi penanda kamu sedang mengalami usus buntu adalah rasa sakit semakin bertambah, setelah kamu mengangkat tangan yang sebelumnya menekan perutmu.

Penyebab Usus Buntu

ciri hamil muda

Usus buntu tidak terjadi dengan tiba-tiba. Ada beberapa gangguan yang muncul sebelumnya. Hal ini selanjutnya menjadi penyebab usus buntu.

  • Ada cedera pada perut.
  • Memiliki tumor di bagian perut.
  • Jaringan dinding usus buntu menebal dan membengkak karena terjadi infeksi.
  • Terdapat hambatan di rongga usus buntu, misalnya karena ada parasit yang tumbuh sehingga menyumbat rongga.

Cara Memastikan Jika Terkena Usus Buntu

warna urine dan kesehatan

Setelah mengetahui ciri usus buntu, hal yang selanjutnya dapat kamu lakukan adalah memastikan apakah benar kamu mengalaminya atau tidak.

Satu-satunya cara untuk memastikan usus buntu adalah dengan berkonsultasi pada dokter. Dokter akan mengarahkanmu melakukan pemeriksaan lebih lanjut, di antaranya:

1. Tes urine

Sakit di bagian perut dapat terjadi karena banyak hal. Untuk memastikan usus buntu, dokter perlu yakin tidak ada kemungkinan lain yang terjadi di sini.

Misalnya dengan tes urine, ciri usus buntu tidak menandakan batu ginjal dan infeksi saluran kemih.

2. Tes darah

Tes ini dilakukan untuk memeriksa sel darah putih yang dapat bahan pengukur tingkat infeksi dalam tubuh.

Memang banyak beberapa dokter menyarankan kamu melakukan beberapa tes agar diagnosisnya pasti.

3. Tes kehamilan

Sama seperti tes urine, tes kehamilan juga dilakukan untuk memastikan keluhan yang kamu rasakan bukan berperan sebagai penanda lain. Dalam hal ini, bukan karena kehamilan.

4. Pemeriksaan panggul

Masih berkaitan dengan reproduksi, pemeriksaan panggul juga kerap dilakukan untuk memastikan bahwa gejala yang terjadi tidak menunjukkan masalah reproduksi dan infeksi panggul.

5. Foto rontgen di bagian dada

Gejala usus buntu mirip dengan gejala penyakit pneumonia. Agar tidak salah menduga, foto rontgen perlu dilakukan.

6. CT Scan atau USG

Jika kamu keberatan untuk melakukan banyak tes, kamu bisa langsung meminta pemeriksaan ini terlebih dahulu. CT scan atau USG adalah pemeriksaan yang menunjukkan kondisi usus secara jelas.

Kalau ternyata ususmu baik-baik saja, tes lain bisa dilakukan untuk menemukan penyebabnya.

Komplikasi Usus Buntu

gejala usus buntu

Usus buntu memerlukan penanganan yang serius. Jika tidak begitu, hal ini dapat memicu terjadinya komplikasi dalam tubuh.

1. Abses

Abses adalah salah satu respon tubuh akibat komplikasi pada penyakit usus buntu. Abses ini adalah kantong dalam tubuh yang berisi nanah.

Ada dua hal yang dapat dilakukan untuk menangani ini. Pertama dengan pemberian antibiotik di sekitarnya. Cara lain adalah dengan menyedot nanah keluar dari kantongnya secara perlahan dalam operasi.

2. Peritonitis

Infeksi sering terjadi jika ada gangguan dalam tubuh. Usus buntu yang dibiarkan, mendorong terjadinya infeksi peritonitis. Infeksi jenis ini merupakan bentuk lain dari komplikasi yang terjadi karena usus buntu.

Infeksi peritonitis terjadi di lapisan dalam perut. Penanganannya harus segera dilakukan sebelum infeksi menyebar ke bagian lain.

Kamu akan diberi antibiotik terlebih dahulu. Setelah itu operasi dilakukan untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut.

Perlu kamu pahami, usus mengalami kerusakan karena dipaksa untuk bekerja keras. Untuk menjaga kesehatan usus agar terhindar dari usus buntu, pilih lah makanan dengan bijak.

Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Hindari makanan yang terlalu pedas atau makanan yang dapat memberikan pengaruh buruk pada usus.

Related posts
Penyakit A-Z

Stroke: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Sakit Kepala Belakang, Ketahui Penyebabnya!

Penyakit A-Z

Diabetes: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

HIV dan AIDS; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati