Penyakit A-Z

Insomnia: Gejala, Penyebab, Bahaya dan Pencegahan

insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk memulai tidur, terbangun di tengah tidur, atau tidur tidak nyenyak sepanjang malam. Dampak dari gangguan ini bisa sangat mengganggu penderitanya. Orang yang mengalaminya akan merasakan kelelahan, lesu, perubahan mood, sakit kepala, ketika beraktivitas di siang hari. Pasalnya kebutuhan tubuh untuk tidur selama 8 jam per hari tidak tercukupi.

Baca Juga:

Gangguan tidur ini banyak dialami oleh orang-orang di seluruh dunia. Berdasarkan intensitasnya, gangguan ini bisa dibagi ke dalam dua jenis, akut dan kronis.

Insomnia akut terjadi dalam jangka waktu pendek, misalnya semalam atau seminggu. Sebaliknya, insomnia kronis terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penderitanya bisa mengalami ini selama berbulan-bulan, bahkan lebih. Tipe yang kedua ini sangat memerlukan pertolongan medis.

Jenis-jenis Insomnia

insomnia

Berdasarkan penyebabnya, insomnia dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Insomnia primer: gangguan tidur yang tidak berhubungan langsung dengan keberadaan penyakit lain di dalam tubuh penderitanya.
  • Insomnia sekunder: gangguan tidur yang berkaitan dengan adanya penyakit lain di dalam tubuh penderitanya, misalnya asma, depresi, kanker, asam lambung, terapi pengobatan, atau konsumsi alkohol yang berlebihan.

Gejala Insomnia

insomnia

Orang yang mengalami gangguan tidur dapat dilihat dari beberapa gejala di bawah ini:

1. Menurunnya kualitas tidur

Kualitas tidur seseorang dikatakan menurun apabila orang tersebut sulit untuk tertidur atau tidur tapi tidak nyenyak. Tidur yang tidak nyenyak ditandai dengan kebiasaan terbangun di tengah malam,atau tidak benar-benar tertidur atau yang sering disebut dengan istilah tidur ayam.

2. Kelelahan pada siang hari

Akibat tidur malam yang terganggu, seseorang dapat merasakan kelelahan saat beraktivitas di siang hari. Tubuh menjadi terasa lesu dan tidak bergairah. Selain itu, penderita gangguan tidur juga sering mengantuk pada siang hari.

3. Perubahan mood

Orang yang tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik acap kali mengalami perubahan mood, seperti cepat marah, mudah cemas, atau depresi. Kondisi gangguan psikologis ini diperparah dengan tubuh yang lemas.

4. Hilang fokus

Orang yang kebutuhan tidurnya tidak tercukupi juga sulit untuk mempertahankan fokus pada pekerjaan-pekerjaannya. Bukan hanya itu, menurunnya fokus ini juga diiringi menurunnya daya ingat orang tersebut.

Apa Penyebab Insomnia?

insomnia

Ada beberapa hal yang dapat memicu seseorang mengalami gangguan tidur. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Stres

Mengkhawatirkan banyak hal, seperti pekerjaan, hubungan dengan pasangan, atau kondisi pribadi, dapat menjadi pemicu stres. Orang yang sedang mengalami stres akan cenderung lebih susah tidur. Pikiran yang penuh menjelang waktu tidur akan membuatmu tidak bisa mendapatkan kualitas tidur yang nyenyak.

2. Makan terlalu banyak menjelang tidur

Sehabis makan, saluran pencernaan aktif mencerna makanan yang masuk ke tubuhmu. Itulah yang membuat tidurmu terganggu apabila beberapa menit sebelumnya kamu baru saja makan berat. Asam makanan yang ada di lambung juga bisa naik ke kerongkongan ketika kamu berbaring. Makanya, berilah waktu sekira 4 jam antara makan malam dan jam tidur.

3. Konsumsi kafein dan alkohol

Kafein dan alkohol juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami gangguan tidur. Kedua zat ini mengganggu dengan cara yang berbeda; kafein meningkatkan aktivitas saraf sehingga kamu akan lebih waspada, sedangkan alkohol berlebihan dapat membuatmu terbangun di tengah malam.

4. Kebiasaan sebelum tidur yang buruk

Kebiasaan buruk misalnya terus-terusan berada di depan layar handphone juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur. Di layar handphone terdapat blue light yang efeknya buruk untuk kualitas tidurmu.

5. Keberadaan penyakit lain dan penggunaan obat tertentu

Insomnia juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit lain dalam tubuh seseorang. Beberapa contoh penyakit tersebut misalnya diabetes, artritis, atau GERD. Di samping itu, penggunaan beberapa obat tertentu seperti obat hipertensi dan obat antidepresan juga dapat menurunkan kualitas tidur seseorang.

Pengobatan Insomnia

insomnia

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengecek apa penyebab pasti seseorang mengalami gangguan tidur. Sebagai pengobatan, dokter biasa memberikan resep seperti pil tidur atau obat-obat lain jika memang ditemukan ada penyakit lain di dalam tubuh orang yang mengalami gangguan tidur.

Selain resep obat, dokter juga bisa melakukan dua jenis terapi di bawah ini sebagai cara pengobatan:

1. Terapi relaksasi

Terapi ini meminta pasien untuk menenangkan pikiran. Caranya dapat melalui latihan pernafasan, latihan konsentrasi, meditasi, dan sejenisnya. Cara ini dimaksudkan agar otot-otot yang tegang di tubuh pasien mengendur dan pasien bisa merasa nyaman untuk tidur.

2. Terapi perilaku kognitif

Terapi ini ditujukan untuk mengurangi gangguan psikologis di diri pasien, misalnya gangguan kecemasan, stres, dan lain-lain. Dengan terapi ini, pasien diharapkan dapat membebaskan diri dari tekanan psikologis sehingga bisa membiasakan diri untuk tidur lebih nyenyak.

Selain pengobatan medis, kamu juga bisa mengurangi gangguan tidur dengan melakukan beberapa aktivitas di rumah. Di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah:

3. Berolahraga secara rutin

Berolahraga secara rutin bukan hanya dapat menjaga kebugaran tubuh, tapi juga melepas stres. Keduanya merupakan cara terbaik untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Namun, perlu diingat, jangan berolahraga di malam hari. Olahraga di malam hari menjelang tidur akan meningkatkan metabolisme pada waktu di mana tubuhmu seharusnya beristirahat. Yang akan terjadi justru sebaliknya, kamu akan kesulitan untuk tidur.

4. Menjaga pola konsumsi makanan yang sehat

Batasilah konsumsi kafein dan alkohol. Sebagai gantinya, makanlah makanan kaya serat untuk memperlancar pencernaan. Kamu juga bisa mengonsumsi susu hangat sebelum tidur. Perhatikan juga waktu makanmu. Berilah jeda 3-4 jam antara makan malam dengan jam tidur.

5. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur

Matikan gadget ketika kamu ingin pergi tidur. Selain itu, tata juga kamarmu agar lebih nyaman. Matikan lampu sebab kamar yang gelap lebih cepat membuat seseorang tertidur. Sebagai ganti bermain gadget, kamu bisa melakukan kebiasaan yang lebih baik seperti membaca buku agar terhindar dari insomnia.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu yang sedang mengalami insomnia, ya!

Related posts
Penyakit A-Z

Hipotermia; Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Penyakit A-Z

Usus Buntu; Penyebab dan Pengobatannya

KesehatanPenyakit A-Z

11 Penyebab Sulit Buang Angin dan Cara Mengatasinya