Penyakit A-Z

Kanker Serviks: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

kanker serviks

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada bagian serviks, alias leher rahim yang menghubungkan rahim bagian bawah dan vagina.

Leher rahim ini berfungsi untuk memproduksi lendir, yang juga disebut mukus. Lendir inilah yang membantu membawa sperma masuk ke dalam rahim dari vagina saat berhubungan seks. Selain itu, leher rahim atau serviks juga punya peran penting selama masa kehamilan dan melahirkan.

Baca Juga:

Leher ini akan menutup untuk melindungi janin di dalam rahim manakala seorang perempuan sedang mengandung. Dan, akan membuka ketika proses persalinan berlangsung.

Sel-sel kanker yang tumbuh pada daerah ini dapat mengganggu sistem reproduksi seorang wanita, dan pada akhirnya membahayakan penderitanya. Itulah sebabnya, kanker ini disebut sebagai kanker yang paling berbahaya bagi wanita selain kanker payudara.

Penyebab Kanker Serviks

kanker serviks

Banyak kasus kanker serviks yang terjadi akibat infeksi virus human papillomavirus. Salah satu cara penularan virus ini adalah melalui hubungan seksual yang tidak aman. Oleh sebab itu, banyak yang mengaitkan kanker leher rahim ini dengan Penyakit Menular Seksual (PMS).

Apabila seseorang berhubungan seks dengan penderita kanker ini tanpa menggunakan pengaman, maka orang tersebut rentan tertular penyakit yang menyerang bagian serviks ini. Itulah alasannya, pencegahan terhadap hubungan seks yang tidak aman, serta pemeriksaan kesehatan organ reproduksi secara teratur bisa membuat kamu lebih terlindungi dari bahaya penyakit ini.

Gejala Kanker Serviks

kanker serviks

Umumnya, penyakit ini tidak menunjukkan gejala berarti, terutama di masa awal kemunculannya. Karena tidak ada gejala yang tampaklah biasanya para penderitanya tidak mengetahui keberadaan penyakit di tubuhnya.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, lama-kelamaan penyakit ini pun bisa berkembang menjadi lebih parah. Di fase perkembangannya inilah, kanker serviks dapat menunjukkan beberapa gejala seperti berikut:

1. Pendarahan di vagina

Pendarahan ini terjadi di luar masa menstruasi. Selain itu, pendarahan ini juga dapat disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak normal. Bukan hanya demikian, pendarahan juga bisa terjadi saat penderitanya melakukan aktivitas lain, seperti berhubungan seks, buang air besar, dan lainnya.

2. Keluar cairan dari vagina

Gejala berikutnya adalah keluarnya cairan dari vagina. Kamu harus mewaspadai apabila dari organ intimmu keluar cairan berbau atau malah berdarah. Kemunculan sel-sel pada bagian leher rahim membuat produksi mukus atau lendir oleh serviks menjadi tidak normal. Inilah yang menyebabkan gejala satu ini muncul.

3. Nyeri pada perut bagian bawah

Salah satu gejala kanker serviks yang biasa dialami adalah keluhan akan munculnya rasa sakit pada bagian bawah perut. Meski demikian, perlu diingat, ada jenis-jenis penyakit lain yang memiliki gejala seperti ini. Untuk mengetahui lebih jelasnya penyebab di balik nyeri pada bagian perut ini, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

4. Munculnya rasa nyeri saat berhubungan seks

Keberadaan sel kanker yang menyerang bagian leher rahim juga bisa membuat seorang wanita merasakan sakit ketika berhubungan seks dengan pasangannya. Apabila ukuran kanker membesar, rasa sakit ini dapat menjadi semakin hebat.

5. Berat badan dan nafsu makan sama-sama turun

Penyakit ini juga bisa ditandai dengan gejala umum seperti menurunnya berat badan. Penurunan ini disebabkan oleh hilangnya nafsu makan penderitanya. Penurunan ini juga akan berlanjut manakala kanker sudah memasuki tahap stadium berikutnya.

Pengobatan Kanker Serviks

kanker serviks

Pengobatan yang dilakukan dokter terhadap penyakit ini sangat bergantung pada tingkat stadium penyakitnya. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih jelas, kita perlu membahas dulu perbedaan kondisi di tiap stadiumnya.

  • Stadium 1. Di stadium pertama ini, sel kanker sudah tumbuh, tapi belum menyebar luas ke luar rahim. Ukuran kanker juga sedang berkembang, sekitar 3-4 cm.
  • Stadium 2. Di stadium kedua, sel kanker kemungkinan sudah berukuran lebih dari 4cm. Kanker ini sudah berkembang ke luar rahim, namun belum menjangkau area vagina dan bagian panggul. Meski belum berkembang ke organ tubuh lain, kanker sudah menjalar masuk ke kelenjar getah bening di area sekitarnya.
  • Stadium 3. Memasuki stadium 3, kanker sudah menyebar lebih luas ke area vagina dan panggul, serta menjangkiti kelenjar getah bening.
  • Stadium 4. Pada stadium akhir ini, kanker serviks sudah menyerang organ tubuh lain penderitanya, misalnya usus, kandung kemih, hati, dan lain-lain.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap stadium kanker yang sedang dialami seseorang, dokter bisa melakukan beberapa langkah pengobatan sebagai berikut:

1. Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat bagian yang terkena kanker dari tubuh pasien. Setidaknya ada 3 kemungkinan operasi yang dapat dilakukan dokter, yaitu:

  • Radical Trachelectomy, yaitu pengangkatan bagian serviks tanpa melibatkan pengangkatan rahim. Dengan begitu, pasien masih dapat hamil dan mengandung di kemudian hari. Ini cara yang biasa ditempuh dokter apabila pasien berada di tahap awal kanker.
  • Hiserektomi, yaitu pengangkatan serviks dan rahim. Operasi yang satu ini menyebabkan pasien tidak bisa memiliki anak lagi di kemudian hari.
  • Pelvic exenteration, yaitu pengangkatan serviks, rahim, indung telur, tuba, kemih, falopi, dan rektum. Operasi ini juga membuat pasien tidak bisa mengandung kembali.

2. Radioterapi

Radioterapi adalah terapi menggunakan radiasi. Ada dua jenis radioterapi yang bisa dilakukan, eksternal dan internal.

Secara eksternal, pengobatan ini melibatkan mesin yang akan memancarkan radiasi ke tubuh pasien. Sedangkan secara internal, pengobatan ini menggunakan implan yang memancarkan radiasi, yang digunakan dengan cara dipasangkan ke tubuh pasien.

3. Kemoterapi

Cara pengobatan ini sering digunakan untuk mencegah bertambahnya sel kanker pada kondisi kanker yang sudah lanjut. Kemoterapi dapat digunakan sebagai pengobatan tunggal, atau sebagai pelengkap pengobatan radioterapi. Pengobatan ini memiliki risiko, seperti menopause dini atau penyempitan vagina.

Pencegahan Kanker Serviks

kanker serviks

Mengingat penyakit ini tergolong ke dalam penyakit mematikan, ada baiknya kamu melakukan pencegahan sedini mungkin dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Tes pap smear

Lakukan pemeriksaan mengenai kesehatan organ reproduksi secara rutin agar semua gangguan yang muncul bisa segera di pantau sejak awal. Kamu juga harus terbuka untuk menanyakan langkah penanganan medis yang tepat apabila ditemukan gangguan pada organ reproduksi.

2. Vaksin HPV

Vaksin HPV dapat melindungimu dari ancaman HPV 16 dan HPV 18. Vaksin ini biasanya diberikan kepada wanita di bawah usia 26 tahun.

3. Hubungan seks yang aman

Cobalah untuk tetap melakukan hubungan seks yang aman. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memakai kondom saat berhubungan, serta tidak berganti-ganti pasangan seksual.

4. Gaya hidup sehat

Gaya hidup yang sehat dapat menjagamu dari berbagai penyakit, termasuk kanker serviks. Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang, kaya serat dan vitamin. Selain itu, olahraga yang rutin juga dapat membuat tubuhmu senantiasa bugar selalu.

Related posts
Penyakit A-Z

Hepatitis B: Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyakit A-Z

Pembunuh Mematikan Bernama Kanker Paru-Paru

Penyakit A-Z

Varises; Gejala, Faktor Resiko, dan Cara Pengobatannya

Penyakit A-Z

Ketahui, Penyebab dan Obat Sakit Pinggang Alami