GigiPenyakit A-Z

Karies Gigi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Karies Gigi

Masih banyak orang yang menganggap bahwa sakit gigi itu tidak membahayakan, salah satunya karies gigi. Padahal karies gigi atau yang kerap disebut pembusukan gigi ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Umumnya, karies gigi adalah kerusakan gigi secara permanen yang menyerang permukaan gigi sehingga menimbulkan lubang. Ada banyak faktor yang menyebabkan karies gigi, di antaranya adalah sering mengkonsumsi makanan manis dan tidak membersihkan gigi dengan tepat.

Baca Juga:

Bahayanya, karies gigi bisa menyerang siapa saja. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Jika tidak ditangani dengan tepat, rongga gigi tersebut bisa menjadi lebih besar dan mempengaruhi lapisan gigi yang lebih dalam. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit gigi yang parah, infeksi, dan kehilangan gigi. Ketahui lebih lanjut mengenai gejala, penyebab, dan cara mengobati karies gigi.

Gejala Karies Gigi

karies gigi

Karies gigi merupakan penyakit kronis yang paling umum terjadi pada anak usia 6 hingga 11 tahun dan remaja berusia 12 hingga 19 tahun. Karies juga mempengaruhi orang dewasa. Sebuah studi penelitian mengungkapkan 9 dari 10 orang di atas usia 20 memiliki tingkat kerusakan gigi yang mengarah ke karies gigi. 

Gejala karies gigi bisa dideteksi tergantung luas dan letak terjadinya pembusukan gigi. Jika karies gigi baru menyerang, bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun. Namun ketika pembusukan semakin besar, karies gigi baru menunjukan gejala seperti berikut ini:

  • Sakit gigi secara tiba-tiba dan terjadi tanpa sebab yang jelas
  • Mengalami gigi sensitive, nyeri ringan hingga tajam saat makan atau minum sesuatu yang manis, panas, atau dingin
  • Ada lubang di gigi 
  • Bau mulut
  • Permukaan gigi berubah warna menjadi coklat, hitam, atau putih
  • Nyeri saat menggigit

Penyebab Karies Gigi

karies gigi

Karies gigi disebabkan oleh plak, zat lengket yang mengikat gigi. Plak merupakan kombinasi dari bakteri, air liur, asam atau acid, dan sisa makanan. Faktanya, setiap orang memiliki bakteri di mulutnya. Setelah makan atau minum asupan yang mengandung gula, bakteri di mulut mengubah gula menjadi asam. Plak mulai terbentuk pada gigi Anda segera setelah makan atau minum asupan yang manis. 

Kemudian, plak menempel pada gigi dan asam dalam plak perlahan bisa mengikis enamel gigi. Enamel merupakan lapisan pelindung yang keras pada gigi yang melindungi terhadap kerusakan gigi. Saat enamel gigi melemah, risiko kerusakan gigi pun meningkat. Berikut faktor yang menyebabkan terjadinya penumpukan plak sehingga menimbulkan karies gigi:

1. Lokasi gigi

Karies gigi paling sering terjadi pada gigi belakang, seperti geraham. Gigi geraham memiliki banyak alur, lubang, dan celah, dan akar yang dapat mengumpulkan sisa makanan. Akibatnya, gigi lebih sulit dibersihkan daripada gigi depan yang lebih halus dan mudah dijangkau.

2. Makanan dan minuman tertentu

Makanan yang melekat pada gigi untuk waktu yang lama, seperti susu, es krim, madu, gula, soda, kue, permen, sereal, dan keripik cenderung menyebabkan kerusakan daripada makanan yang mudah tersapu oleh air liur.

3. Sering ngemil

Saat mengkonsumsi camilan atau minuman manis, bakteri mulut lebih banyak mendapatkan bahan bakar untuk menghasilkan asam yang menyerang gigi. 

4. Memberi makan bayi sebelum tidur

Ketika bayi diberi susu atau minuman lain yang mengandung gula, kandunagn minuman ini akan menempel di gigi mereka selama berjam-jam saat mereka tidur sehingga memberi makan bakteri penyebab karies gigi. Kerusakan ini juga dapat terjadi pada balita.

5. Tidak mendapat cukup fluoride

Fluoride merupakan mineral yang terbentuk secara alami untuk membantu mencegah gigi berlubang dan mengatasi kerusakan gigi. Fluoride biasanya ditemukan pada pasta gigi dan obat kumur.

6. Mulut kering

Mulut kering disebabkan oleh kurangnya air liur. Padahal air liur membantu mencegah kerusakan gigi dengan cara membersihkan makanan dan plak dari gigi. Zat yang ditemukan dalam air liur juga membantu melawan asam yang diproduksi oleh bakteri. 

7. Obat-obatan tertentu

Beberapa kondisi medis seperti radiasi ke kepala atau leher Anda atau obat kemoterapi tertentu dapat meningkatkan risiko gigi berlubang karena mengurangi produksi air liur.

8. Tambalan gigi yang aus

Selama bertahun-tahun, tambalan gigi dapat melemah, kasar, hingga mengalami kerusakan. Kondisi ini memungkinkan plak menumpuk lebih mudah dan membuatnya lebih sulit untuk dihilangkan sehingga memungkinkan terjadinya karies gigi pada bagian bawah.  

9. Sakit maag atau GERD

Kondisi ini dapat menyebabkan asam lambung mengalir ke mulut (reflux), menghilangkan enamel gigi, dan menyebabkan kerusakan gigi yang signifikan. Sehingga membuat dentin lebih banyak terkena serangan bakteri dan menyebabkan kerusakan gigi. Namun konsultasikan lah dengan dokter demi mengetahui apakah refluks lambung adalah penyebab hilangnya email gigi.

10. Gangguan makan

 Anoreksia dan bulimia dapat menyebabkan erosi dan karies gigi. Pasalnya, asam lambung dari muntah berulang menyapu gigi dan melarutkan email. Gangguan makan juga bisa mengganggu produksi air liur.

Cara Mengobati Karies Gigi

karies gigi

Kebersihan mulut dan gigi yang baik dapat membantu kamu menghindari gigi berlubang dan kerusakan gigi seperti karies gigi. Berikut adalah cara mengobati karies gigi yang bisa kamu lakukan:

1. Menambal gigi

Menambal gigi bisa menghilangkan kerusakan dan mengisi lubang atau menutupi karies gigi. Umumnya, dokter gigi menggunakan bor dan menghilangkan kaires gigi, kemudian mengisi gigi dengan zat seperti perak, emas, atau resin komposit.

2. Mahkota gigi

Mengaplikasikan mahkota gigi, penutup khusus yang menggantikan seluruh mahkota alami gigI, bisa mengobati karies gigi. Dengan metode ini, dokter gigi akan mengeringkan semua bagian gigi yang rusak dan sisa gigi untuk memastikan kecocokan. Mahkota dapat dibuat dari emas, porselen berkekuatan tinggi, resin, DAB porselen yang menyatu dengan logam atau bahan lainnya.

3. Perawatan akar gigi 

Pengobatan ini diperlukan untuk menghilangkan kerusakan gigi yang menyebar ke pusat gigi tempat darah dan saraf (pulpa). Ketika kerusakan gigi menyebabkan kematian saraf, dokter gigi akan melakukan perawatan akar gigi untuk menyelamatkan gigi. Dokter gigi akan menghilangkan jaringan saraf, jaringan pembuluh darah, dan area gigi yang membusuk. Lalu memeriksa infeksi dan mengaplikasikan obat ke akar gigi sesuai kebutuhan. 

4. Pencabutan gigi 

Biasanya metode ini disarankan ketika gigi rusak parah dan tidak dapat dipulihkan. Dokter gigi dapat mengganti gigi dengan gigi tiruan. Beberapa gigi menjadi sangat rusak sehingga tidak dapat dipulihkan dan harus dicabut. Mencabut gigi dapat membuat celah gigi yang lain bergeser. Jika mungkin, kamu bisa mengaplikasikan implan gigi untuk mengganti gigi yang hilang.

5. Perawatan fluoride

Jika belum parah, perawatan fluoride dapat membantu mengembalikan enamel gigi dan bisa membalikkan rongga gigi ke semula. Perawatan fluoride profesional mengandung lebih banyak fluoride daripada jumlah yang ditemukan dalam pasta gigi dan obat kumur. Perawatan fluoride bisa berupa cairan, gel, busa, atau pernis yang disikat ke gigi 

6. Mengkonsumsi obat-obatan

Karies gigi dapat menjadi penyebab rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kamu bisa mengobati rasa sakit sementara ini dengan menggunakan obat  penghilang rasa sakit tanpa resep (OTC). Namun periksa dengan ke dokter untuk dosis yang tepat dan penggunaan anestesi OTC.

Tips Menghindari Karies Gigi

karies gigi

Agar terhindar dari karies gigi, kamu bisa melakukan hal sederhana ini:

1. Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride setelah makan atau minum

Sikat gigi setidaknya dua kali sehari dan idealnya setiap kali makan dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Untuk membersihkan sela-sela gigi, gunakan benang atau pembersih interdental.

2. Kumur-kumur 

Jika dokter gigi Anda merasa memiliki risiko tinggi terkena gigi berlubang, rutinlah menggunakan obat kumur dengan fluoride.

3. Lakukan sealant gigi

Sealant merupakan lapisan plastik pelindung yang diaplikasikan pada permukaan gigi belakang. Sealant menutup alur dan celah yang cenderung mengumpulkan makanan serta melindungi email gigi dari plak dan asam. Sealant dapat bertahan selama beberapa tahun sebelum perlu diganti, tetapi harus diperiksa secara teratur.

4. Kurangi mengkonsumsi camilan

Sebaiknya kurangi mengkonsumsi camilan, baik itu makanan dan minuman. Seban, camilan akan membantu bakteri mulut menciptakan asam yang dapat merusak email gigi. Jika kamu sering mengkonsumsi camilan, kerusakan gigi pun akan terjadi.

5. Konsumsi makanan sehat 

Hindari makanan yang bisa tersangkut di lekukan dan lubang gigi untuk waktu yang lama atau sikat gigi setelah makan. Konsumsi juga buah-buahan dan sayuran segar untuk meningkatkan air liur serta kopi tanpa gula, teh, dan permen karet bebas gula untuk membantu membersihkan sisa makanan.

Yuk, rawat gigimu dengan baik!

Related posts
Penyakit A-Z

Pneumonia (Penyakit Infeksi Paru): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

16 Gangguan Sistem Pencernaan yang Umum Terjadi

Penyakit A-Z

Eksim Atopik: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Ini 10 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi