Penyakit A-Z

Migrain: Penyebab, Obat dan Pencegahannya

penyakit migrain

Migrain adalah penyakit saraf yang menyerang satu sisi kepala, atau yang biasa disebut sakit kepala sebelah. Selain rasa nyeri yang terasa menyiksa, penyakit ini umumnya juga disertai kondisi lain, seperti mual, badan lesu, hingga muntah. Biasanya, kondisi sakit kepala ini berlangsung selama beberapa jam. Namun, pada kasus yang sudah parah, penyakit ini bisa berlangsung selama beberapa hari.

Baca Juga:

Penyakit ini bisa diderita siapa saja, mulai dari anak muda sampai orang berusia lanjut. Namun, wanita diyakini lebih rentan mengalami sakit kepala jenis ini dibandingkan pria.

Gejala Migrain

penyakit migrain

Penyakit ini biasanya datang tidak secara tiba-tiba, melainkan didahului tanda-tanda atau prodromal berikut ini:

  • Serangan kecemasan
  • Mood berubah
  • Badan terasa lelah
  • Nafsu makan berkurang
  • Mual
  • Muntah

Tanda-tanda di atas biasanya terjadi beberapa hari sebelum migrain. Selanjutnya, setelah gejala di atas terlewati, tubuh penderitanya akan mengalami beberapa tanda lanjutan yang disebut dengan aura.Berikut ini gejala yang biasa muncul di dalam tahap aura:

  • Gangguan pendengaran dan penglihatan

    Gangguan ini ditandai dengan mengaburnya penglihatan dan pendengaran. Orang yang sedang berada dalam tahap ini biasanya akan mengeluhkan silau dan cahaya berkedip saat mencoba melihat. Selain itu, biasanya kuping juga mengalami kondisi berdenging yang membuat orang tersebut kesulitan menangkap suara di sekitar.

  • Bicara tidak jelas

    Gejala ini biasa muncul ketika penderitanya sudah kesulitan berkonsentrasi akibat menurunnya pendengaran dan penglihatan. Kesulitan bicara juga diiringi rasa lesu yang mendera tubuh penderita, bersama mual dan pusing.

  • Kepala pusing dan berputar-putar

    Ini merupakan awal dari rasa sakit kepala hebat yang akan muncul berikutnya. Di titik ini, penderitanya kerap mengeluhkan badan lesu dan sulit untuk berdiri. Pusing yang melanda di fase ini akan berubah menjadi rasa nyeri kepala di sebelah sisi.

Setelah tahap aura, penderita akan mulai merasakan rasa sakit kepala sebenarnya, yang menyerang sisi kepala sebelah. Rasa nyeri yang menyerang kerap kali terasa intens. Dan, umumnya, rasa nyeri ini bisa berlangsung sampai beberapa jam, hingga bahkan beberapa hari.

Di fase ini, kamu perlu memperhatikan kondisi sakit kepalamu. Ada beberapa situasi yang mengharuskanmu pergi ke dokter. Di antaranya sebagai berikut:

  • Sakit kepala tidak kunjung reda meskipun sudah minum obat pereda nyeri
  • Kesulitan bicara, mendengar, dan melihat terus berlanjut bahkan semakin parah
  • Sakit kepala disertai demam tinggi hingga mual dan muntah

Penyebab Migrain

penyakit migrain

Tidak ada penyebab pasti yang mengakibatkan seseorang bisa mengalami sakit kepala sebelah. Beberapa kalangan medis menyebut bahwa faktor keturunan memiliki peran penting yang membuat seseorang bisa mengalami penyakit ini.

Artinya, apabila orangtuamu punya riwayat sakit kepala sebelah, ada kemungkinan kamu akan mengalaminya juga. Namun, kemungkinan tersebut belum tentu selalu terjadi.

Meski tidak diketahui penyebab pastinya, perlu dicatat, ada beberapa faktor yang membuat seseorang rentan mengalami kondisi ini. Berikut beberapa contohnya:

  • Stres
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol
  • Ibu hamil atau mengonsumsi pil KB
  • Menopause
  • Mengonsumsi makanan mengandung MSG secara berlebihan
  • Ketidakstabilan hormon, misalnya wanita yang sedang mengalami menstruasi

Bagaimana Cara Mengatasi Migrain?

penyakit migrain

Jika masih berada dalam tingkat tidak terlalu parah, kamu bisa melakukan perawatan sendiri di rumah. Ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk meredakan sakit kepala sebelah, yaitu:

1. Berbaring di ruangan yang cahayanya tidak terlalu terang

Sakit kepala hebat membuat kamu kesulitan beraktivitas. Makanya, istirahatkan tubuhmu dengan berbaring terlentang. Selain itu, untuk meredakan pusing akibat penglihatan yang kabur, matikan lampu kamar, atau setidaknya jangan menyalakan lampu terlalu terang. Ini juga bisa membuat tubuhmu lebih rileks.

2. Hiruplah minyak esensial untuk meredakan pusing

Kamu bisa menemukan banyak minyak esensial di pasaran. Minyak esensial dapat mengurangi rasa pusing yang dialami.

3. Berhenti mengonsumsi makanan kaya MSG

Selagi kamu masih merasakan sakit kepala hebat, berhentilah memakan makanan yang tinggi MSG. Sebagai gantinya, konsumsilah makanan sehat seperti buah dan sayur.

4. Minum air putih yang banyak

Pastikan hidrasi tubuh terjaga. Memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh merupakan cara untuk meringankan rasa sakit kepala. Selain itu, air putih juga baik untuk menurunkan demam. Pastikan untuk tidak mengonsumsi kopi, minuman bersoda, dan minuman beralkohol ketika migrain menyerang.

Apabila pengobatan di rumah tidak kunjung membuatmu membaik, segeralah kunjungi dokter untuk mendapat penanganan medis.

Dokter dapat melakukan proses diagnosis melalui beberapa tes, seperti tes fisik, tes darah, serta pengecekan riwayat medis. Sedangkan untuk pengobatan, dokter umumnya akan memberikan resep terapi obat sakit kepala akut, contohnya parasetamol, sumatriptan, dan NSAID.

Cara Mencegah Migrain

penyakit migrain

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk memperkecil risiko serangan sakit kepala sebelah. Meski demikian, perlu dicatat, cara-cara ini merupakan cara umum untuk menjaga kesehatan saraf dan aliran darah, jadi tidak bisa dijadikan acuan untuk mengusir faktor penyebab penyakit tersebut.

1. Olahraga disertai latihan peregangan

Latihan peregangan dapat mengurangi risiko gangguan saraf. Latihan sederhana ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kamu bisa meluruskan otot-ototmu setelah seharian duduk bekerja, misalnya. Selain itu, olahraga lain seperti jogging atau angkat beban juga bisa menjadi alternatif menghindari sakit kepala.

2. Jauhkan diri dari stress

Stres adalah penyakit yang biasa dialami oleh orang-orang yang khususnya tinggal di kota besar. Sayangnya, masih banyak yang menyepelekan penyakit ini. Padahal, stress bisa berkembang menjadi penyakit lain, seperti sakit kepala sebelah. Jadi, sebisa mungkin jauhkanlah diri dari hal-hal yang menyababkan stress. Luangkan waktu untuk berlibur dan menenangkan diri.

3. Batasi konsumsi makanan tinggi MSG

MSG memang membuat rasa makanan lebih enak, tapi ia juga punya efek buruk. Untuk mencegah migrain, kurangilah konsumsi makanan dengan kandungan MSG yang tinggi. Gantilah camilan dengan yang lebih sehat seperti kacang-kacangan dan buah-buahan. Serta, jalanilah diet seimbang agar pola makanmu lebih sehat.

Related posts
Penyakit A-Z

Hipotermia; Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Penyakit A-Z

Usus Buntu; Penyebab dan Pengobatannya

KesehatanPenyakit A-Z

11 Penyebab Sulit Buang Angin dan Cara Mengatasinya