Penyakit A-Z

Penyakit Gastritis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

penyakit Gastritis

Gastritis adalah penyakit peradangan lambung. Peradangan ini timbul akibat lendir pada dinding lambung yang berfungsi melindungi dari asam lambung rusak. Tidak adanya lendir tersebut menimbulkan beberapa gangguan pada bagian dalam perut seseorang.

Pada dasarnya, kondisi ini bukan merupakan kondisi yang berbahaya apabila terjadi hanya sementara. Yang dikatakan sementara, secara medis, disebut gastritis akut. Bagaimana cirinya? Biasanya ditandai dengan munculnya rasa sakit pada ulu hati secara tiba-tiba Namun, setelah beberapa waktu nyeri ini akan hilang dengan sendirinya.

Baca Juga:

Di lain sisi, ada juga kondisi yang disebut gastritis kronis. Rasa sakit dalam kondisi kronis ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan bertahap. Bukan hanya muncul secara perlahan, rasa sakit yang ditimbulkan kondisi kronis ini juga biasanya tidak sehebat pada kondisi akut. Akan tetapi, justru kondisi kronis inilah yang berbahaya.

Rasa nyeri yang muncul perlahan ini biasanya bertahan dalam waktu yang relatif lama. Pelan-pelan, peradangan berubah makin parah dan semakin mengikis lapisan lambung. Kemungkin terburuk yang bisa muncul adalah terjadinya penyakit kanker lambung.

Gejala Penyakit Gastritis

penyakit Gastritis

Setelah mengetahui gambaran umum penyakit ini, kamu perlu memperhatikan gejala-gejala yang timbul ketika seseorang menderita penyakit ini. Berikut ciri-cirinya:

  1. Mual
  2. Rasa nyeri pada ulu hati
  3. Cegukan
  4. Muntah
  5. Rasa panas di bagian dalam perut di antara waktu makan atau saat malam
  6. Kembung
  7. Hilang nafsu makan
  8. Tinja berwarna hitam
  9. Muntah darah

Penyebab Penyakit Gastritis

penyakit Gastritis

Seperti yang sudah dijelaskan, penyakit ini terjadi karena lendir yang berfungsi melindungi lambung dari asam lambung rusak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rusaknya lendir lambung, di antaranya:

1. Faktor usia

Secara alami, tubuh manusia mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Begitu pun dengan keberadaan lendir pada lambung. Lendir ini akan semakin menipis ketika seseorang menua. Akhirnya, lambung pun lebih rentan terhadap peradangan. Itulah sebabnya penyakit gastritis lebih sering menjangkiti orang-orang lanjut usia.

2. Konsumsi alkohol yang berlebihan

Minuman beralkohol dapat mengikis lendir pada lambung. Semakin sering mengonsumsi minuman beralkohol, pengikisan ini terjadi semakin cepat. Rusaknya lendir ini akan menyebabkan peradangan pada lambung.

3. Infeksi bakteri

Secara umum, ada banyak jenis bakteri yang dapat mengakibatkan rusaknya lapisan lendir pada lambung. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui makanan-makanan dan minuman yang tidak sehat, misalnya tidak dimasak dengan sempurna atau mentah. Namun demikian, bakteri yang kerap menjadi penyebab penyakit gastritis adalah bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Bakteriini hidup pada lapisan dalam perut. Jika tidak diberi penanganan, bakteri ini dapat menimbulkan rasa sakit yang parah pada lambung.

4. Konsumsi obat-obat antinyeri secara berlebihan

Apakah kamu terbiasa meredakan nyeri dengan mengonsumsi obat-obatan seperti aspirin? Meskipun dapat meredakan rasa sakit, obat-obat jenis ini berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering. Obat-obat anti nyeri dapat merusak lapisan lendir pada lambung sehingga lambung rebih rentan terhadap peradangan.

6. Penyakit autoimun

Gastritis yang disebabkan autoimun disebut gastritis autoimun. Situasi ini terjadi karena sistem imun menyerang dinding lambung. Dinding lambung yang luka akhirnya mengakibatkan nyeri yang hebat.

7. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah penyakit peradangan kronis pada usus. Penyakit ini, lambat laun bisa merusak seluruh lapisan dinding sistem pencernaan.  Orang yang menderita penyakit ini akan merasa tubuhnya melemah dan perutnya sakit luar biasa.

Pengobatan Penyakit Gastritis

penyakit Gastritis

Sebenarnya, dokter dapat melakukan beragam pendekatan pengobatan pada penyakit ini tergantung pada hasil diagnosis. Karena penyakit gastritis biasanya juga melibatkan gangguan fungsi tubuh lain seperti diare, misalnya, jadi ada kemungkinan doter memberi beberapa obat untuk keluhan-keluhan yang dirasakan.

Obat-obat yang umum diberi pada penderita penyakit ini di antaranya:

1. Obat penetralisir asam lambung

Ini merupakan obat utama yang menangani inti penyakit gastritis, yaitu rasa nyeri. Obat yang disebut dengan obat antasida ini efektif untuk menghilangkan nyeri yang disebabkan oleh gastritis akut sebab mampu menetralisir asam lambung dengan cepat.

2. Obat penurun asam lambung

Jika yang pertama tadi adalah obat-obat penetralisir asam lambung, maka yang masuk ke golongan obat kedua ini merupakan obat-obatan yang dapat menurunkan produksi asam lambung. Setidaknya, ada dua jenis obat yang masuk golongan ini, yaitu obat penghambat histamin dan pompa proton. Keduanya memiliki fungsi yang sama, namun cara kerjanya berbeda.

3. Antibiotik

Jika hasil diagnosis menunjukkan bahwa gastritis yang dialami seseorang disebabkan oleh bakteri, khususnya bakteri H. pyroli, maka dokter akan memberikan obat antibiotik untuk membasmi bakteri tersebut. Obat-obat antibiotik ini di antaranya amoxicillin, tetracycline, dan lain-lain.

4. Obat diare

Apabila penderita juga mengeluhkan diare sebagai gejala penyakitnya, biasanya dokter juga akan memberikan obat diare sebagai bentuk penanganan. Karena penyakit yang satu ini terkait erat dengan sistem pencernaan, kasus-kasus pasien mengeluhkan diare jamak terjadi.

Makanan dan Diet Sehat Lambung

penyakit Gastritis

Penyakit gastritis dapat diredakan dengan mengontrol konsumsi makanan. Seperti dilansir oleh medicinenet.com, para pakar dari The University of Maryland menyarankan pola makan porsi sedikit namun sering untuk meringankan gejala penyakit tersebut.

Selain itu, mereka yang sedang mengalami peradangan di lambungnya juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, dan terlalu berlemak. Bahkan bukan hanya itu. Mengurangi stres juga bisa menjadi jalan keluar menangani penyakit ini.

Apabila rasa nyeri menyerang, kamu bisa melakukan pertolongan pertama dengan mengonsumsi secangkir teh madu hangat yang dicampur jahe. Di samping itu, makanan-makanan seperti apel, seledri, bawang putih, dan bawang merah juga dapat membunuh bakteri H. pyroli.

Berikut ini beberapa makanan lain yang bisa kamu konsumsi saat merasakan gejala-gejala gastritis:

  • Teh hijau
  • Teh putih
  • Yogurt
  • Peppermint
  • Jus wortel
  • Air kelapa
  • Sayuran hijau
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Apel
  • Seledri
  • Buah beri
  • Brokoli
  • Kacang kedelai

Yang perlu diingat, meskipun makanan-makanan tersebut dapat mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan penyakit ini, kamu tetap disarankan untuk mengunjungi dokter untuk pengecekan lebih lanjut, apalagi jika rasa nyeri yang dirasakan sudah lama berlangsung.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan pengecekan secara menyeluruh pada bagian lambung untuk mengetahui penyebab utama penyakit, misalnya Tes infeksi H. pylori melalui tes darah, tes tinja, atau pernafasan; gastroskopi untuk melihat kondisi di dalam lambung, apakah ada luka atau tidak; rontgen untuk memeriksa saluran pencernaan atas.

Biasanya, kesalahan paling umum yang dilakukan orang saat mengalami gejala-gejala di atas adalah meremehkannya sebagai penyakit maag belaka. Padahal, gastritis tidaklah sama dengan maag. Maag, pada dasarnya, adalah sebutan sehari-hari bagi segala gangguan lambung. Sedangkan gastritis memiliki penyebab dan karakter khusus yang juga memerlukan perhatian khusus.

Dengan mengetahui gejala, penyebab, dan cara pengobatan, kamu dapat lebih cermat dalam menilai kondisi kesehatan lambungmu sendiri.

Related posts
Penyakit A-Z

Hipotermia; Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Penyakit A-Z

Usus Buntu; Penyebab dan Pengobatannya

KesehatanPenyakit A-Z

11 Penyebab Sulit Buang Angin dan Cara Mengatasinya