Penyakit A-Z

Penyakit Menular Seksual; Penyebab, Gejala & Cara Mengobati

Penyakit menular seksual

Berhubungan seksual adalah cara manusia untuk bereproduksi. Aktivitas ini secara alami memang dibutuhkan oleh manusia. Walaupun begitu, ada yang perlu diwaspadai dari berhubungan seksual. Ada potensi kamu dapat terkena penyakit menular seksual.

Penyakit menular seksual paling banyak tersebar melalui hubungan seksual. Namun dalam beberapa kasus, infeksinya juga dapat tersebar karena penggunaan jarum suntik yang sama dengan penderita. Atau dapat ditularkan oleh ibu hamil ke janin yang dikandungnya.

Baca Juga:

Ada banyak jenis penyakit kelamin yang harus kamu ketahui. Tujuannya agar kamu dapat lebih waspada untuk menghindarinya, atau melakukan penanganan yang tepat sesegera mungkin jika sudah terjangkit. Yuk cari tahu penyebab dan gejala penyakit kelamin bersama Okadoc Indonesia di sini.

Jenis Penyakit Menular Seksual; Gejala dan Penyebabnya

Penyakit menular seksual

1. Gonore (GO)

Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh perkembangan bakteri Neisseria gonnorrhoeae. Jika ada kontak dengan cairan vagina atau sperma, bakteri akan berkembang pada kelamin sehingga menimbulkan infeksi bahkan hingga ke bagian tubuh lain.

Gonore lebih dikenal secara umum sebagai kencing nanah. Penyakit kelamin ini memungkinkan kamu untuk mengeluarkan cairan seperti nanah dari vagina atau penis. Ketika buang air kecil, kamu akan merasa nyeri dan tidak nyaman.

Pada kaum pria, penyakit gonore akan menyebabkan rasa sakit ketika ereksi dan buang air kecil. Selanjutnya ditambah dengan keluarnya nanah di pagi hari. Tetapi ketika masih stadium dini, tidak ada gejala yang signifikan.

Wanita dapat merasakan gejala ataupun tidak. Beberapa dari kamu akan merasa nyeri perut bagian bawah, disertai dengan keputihan yang beraroma tidak sedap. Ada juga rasa gatal dan sakit yang muncul beberapa waktu. Atau rasa sakit dan panas saat berhubungan seksual, atau bahkan pendarahan.

2. Vaginosis Bakterial

Sesuai namanya, penyakit kelamin vaginosis bacterial disebabkan oleh perkembangan bakteri. Bakteri yang bekerja di sini ada dua jenis, yaitu bakteri Anaerob dan Gardnerella vaginalis. Ketika kamu terjangkit penyakit ini, keputihan yang dikeluarkan oleh vaginamu tidak banyak. Warnanya abu-abu, aroma amis dan terasa lengket.

3. Chlamydia

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang dapat menyerang baik wanita maupun pria. Jika terdapat luka di sekitar alat kelamin, kamu harus berhati-hati. Luka ini akan membuat penularan penyakit kelamin terjadi dengan cepat, termasuk untuk penyakit chlamydia yang muncul disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis ini.

Gejala penyakit chlamydia dapat dipastikan melalui pemeriksaan organ dalam. Pada pria, saluran kandung kemih yang akan diserang. Sedangkan pada wanita, chlamydia akan menyerang bagian leher rahim. Dari luar, kamu kelamin wanita yang terinfeksi akan terasa nyeri ketika buang air kecil dan pendarahan setelah berhubungan seksual. Tapi ada juga yang tidak merasakan gejalanya sama sekali.

Masa inkubasi bakteri chlamydia berjalan selama 7 sampai 21 hari. Pada infeksi yang kronis, chlamydia berpotensi menyebabkan kebutaan dan radang paru pada bayi yang dilahirkan dari Ibu penderita penyakit ini. Masalah lebih buruk dapat mengakibatkan kemandulan atau kehamilan di luar kandungan, jika penyebarannya mencapai saluran telur.

4. Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. Gejalanya ditunjukkan dengan keputihan yang keluar dari vagina. Tapi jumlahnya banyak, seringkali berwarna kehijauan, berbusa, serta berbau busuk.

Kamu juga akan merasa gatal-gatal di area kelamin. Perlu kamu ketahui, parasit ini mengalami masa inkubasi selama 3 sampai 28 hari. Ketika berhubungan seksual atau buang air kecil, rasanya akan terasa nyeri.

5. Sifilis (Raja Singa)

Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang sangat ditakuti. Karena penyakit ini akan membuat alat kelaminmu terasa sangat tidak nyaman. Terjangkitnya raja singa ditandai dengan timbulnya luka di alat atau mulut kelamin. Yang menyebabkannya adalah bakteri jahat Treponema pallidum.

Dalam prosesnya, luka ini akan mempercepat proses penularan jika ada kontak dengan orang lain. Gejala raja singa itu terbagi dalam lima tahap. Pada tahap awal, timbul luka namun tidak terasa nyeri di bibir kemaluan, leher rahim, ataupun penis.

Di tahap keempat raja singa akan memicu kerusakan pada otak, jantung, sumsum tulang belakang, serabut saraf, dan pembuluh darah. Tahap kelima bahkan lebih buruk lagi karena berpengaruh pada keturunanmu.

6. Herpes

Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh virus. Penyebarannya dapat terjadi karena ada kontak langsung dengan penderita. Pada penyakit herpes, virus akan menginfeksi area kelaminmu. Tetapi kamu harus berhati-hati, karena virus herpes termasuk virus yang tidak terlalu aktif. Keberadaannya tersembunyi sehingga tidak menimbulkan gejala yang aneh.

Herpes dapat menjangkit tubuhmu karena diserang oleh virus Herpes Simplek (HSV). Jika gejala muncul, itu dapat hilang setelah diobati namun masih mungkin untuk muncul kembali. Ada beberapa penderita yang merasakan sensasi terbakar dan gatal-gatal.

Kemudian timbul bintil berisi air dengan warna kemerahan. Sebelumnya badan terasa pegal dan demam atau muncul pembengkakan kelenjar pada lipatan paha.

Cara Mengobati Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual

1. Anti-virus

Untuk penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus, tentu pengobatannya dapat dilakukan menggunakan anti-virus. Anti-virus bekerja untuk mengurangi risiko penyebaran dan meredakan gejala-gejala yang ditimbulkan. Kamu perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan arahan jenis anti-virus yang tepat untuk mengobatinya.

2. Anti-biotik

Kalau penyakit menular seksual disebabkan oleh bakteri, kamu perlu mengobatinya dengan memakai anti-biotik. Yang perlu kamu ingat, sekali kamu mengonsumsi anti-biotik maka perlus kamu konsumsi hingga habis. Sekalipun gejala yang ditimbulkan dari penyakit kelamin sudah menghilang.

Anti-biotik mampu membunuh bakteri dan beberapa jenis parasit lain. Ada anti-biotik yang diminum, ada pulan yang dimasukan ke dalam vagina. Untuk memaksimalkan pengobatan, sebaiknya kamu berhenti berhubungan seksual terlebih dulu sampai pengobatan selesai.

3. Anti-jamur

Sebenarnya masih ada penyakit kelamin lain yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Jika ini terjadi, cara mengobati yang paling tepat adalah menggunakan anti-jamur. Cara penggunaannya biasanya dioleskan saja ke area-area pertumbuhan jamur di sekitar alat kelamin.

Untuk mengetahui secara pasti penyakit menular seksual jenis apa yang menyerang tubuhmu, kamu harus mengonsultasikannya dengan dokter. Jangan malu mendiskusikannya dan utamakan kesehatanmu ya.

Related posts
Penyakit A-Z

12 Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara yang Bisa Dihindari

Penyakit A-Z

Penyakit ISPA di Tengah Polusi Udara

Penyakit A-Z

Penyakit Lupus: Pengertian, Gejala dan Penyebabnya

Penyakit A-Z

Sifilis: Pengertian dan Jenisnya