Penyakit A-Z

Sering Nyeri Lutut? Ini Penyebab dan Penanganannya

nyeri lutut

Nyeri lutut merupakan kondisi di mana seseorang merasakan nyeri di bagian lututnya. Biasanya, rasa sakit terasa di tempurung lutut, bagian depan lutut, atau pada persendian lutut.

Orang-orang cenderung menganggap ini penyakit orang tua. Padahal, penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, dari anak kecil, anak muda, hingga lansia. Mereka yang mengalaminya umumnya memiliki aktivitas fisik berintensitas tinggi. Di samping itu, kondisi ini juga mungkin diderita oleh orang-orang yang mengidap penyakit tertentu seperti obesitas atau osteoartritis.

Gejala dan Penyebab Nyeri Lutut

nyeri lutut

Kebanyakan orang baru merasakan nyeri lutut ketika menggerakkan lututnya. Lutut sakit saat ditekuk maupun dipakai berdiri, berjalan, atau berlari adalah gejala awal yang sering dialami. Rasa sakit yang menyerang membuat seseorang susah melakukan kegiatan tersebut. Jika dipaksakan, rasa sakit semakin terasa.

Di samping sakit, kadangkala penderita juga mendengar bunyi gemeretak pada lututnya. Dalam situasi ini, penderita kesulitan untuk berdiri karena lututnya sulit untuk dijadikan tumpuan.

Baca Juga:

Secara fisik, gejala yang dapat terlihat berupa ruam merah atau bengkak di sekitar daerah lutut. Bahkan, dalam kasus yang cukup parah, bentuk lutut juga bisa berubah. Tidak jarang, beberapa jam kemudian, penderita juga akan mengalami demam sebagai gejala lanjutan.

Penyebabnya yang paling umum adalah cedera fisik. Aktivitas berat tanpa pemanasan acap kali menyebabkan keram otot maupun lutut terkilir. Situasi ini bukan hanya menimpa para olahragawan, melainkan orang-orang biasa yang jarang melatih kekuatan kakinya.

Selain cedera, ada beberpa penyakit yang mungkin juga menjadi penyebab, di antaranya osteoartritis, tendonitis, bursitis, atau infeksi persendian. Sayangnya, sulit untuk mengetahui pasti tanpa memeriksakannya ke dokter.

Pertolongan Pertama untuk Nyeri Lutut

nyeri lutut

Sebelum dokter mendiagnosa secara menyeluruh, kamu bisa melakukan pertolongan pertama saat terjadi nyeri lutut.

Usahakan untuk tidak berdiri agar lutut tidak terbebani berat tubuh. Duduk atau berbaring sejenak dan biarkan lutut beristirahat.

Kompres bagian yang bengkak dengan air es. Air es bisa meredakan bengkak dan ruam merah yang muncul pada lututmu. Lakukan selama 20 menit hingga 3 jam.

Silangkan kaki yang sakit di atas kaki yang lain. Hal ini penting agar lututmu tidak tertimpa beban kakimu yang lain.

Jika diperlukan, kamu bisa menggunakan obat pereda rasa sakit. Obat ini ada yang berjenis siap minum, ada juga yang berjenis semprot. Untuk jangka pendek, obat pereda rasa sakit berjenis semprot lebih cepat meredakan nyeri yang kamu rasakan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

nyeri lutut

Untuk mencegah sakit semakin parah, adakalanya kamu harus memeriksakan kondisi lututmu ke dokter. Ketika rasa sakit semakin terasa dan lutut tidak bisa menopang berat badan, misalnya.

Kamu juga harus segera pergi ke dokter jika pembengkakan di lututmu semakin parah. Bengkak yang tidak unjung sembuh selama tiga hari pengompresan, sebaiknya segera diberi penanganan medis.

Perubahan bentuk lutut juga merupakan tanda kamu membutuhkan pertolongan medis. Bentuk lutut yang tidak umum adalah bukti paling jelas ada yang tidak beres dengan lututmu.

Lutut yang tidak dapat ditekuk juga indikasi ada masalah serius pada persendian atau keram otot. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui penyebab nyeri lutut yang kamu alami. Ronsen dengan menggunakan X-ray juga dilakukan untuk melihat gambaran lengkap kondisi lutut.

Mencegah Nyeri Lutut

nyeri lutut

Faktor terbesar terjadinya sakit pada lutut adalah ketidaksiapan lutut untuk melakukan kegiatan yang kamu inginkan. Tak heran, kondisi ini biasa timbul saat kita mencoba gerakan baru yang lebih berat daripada yang biasa kita lakukan, atau mengulang-ulang gerakan berat dalam frekuensi tinggi.

Untuk mengurangi kemungkinan cedera, kamu wajib membiasakan lutut untuk bergerak. Usahakan untuk berolahraga secara rutin. Mulailah olahraga dengan porsi ringan, lalu secara bertahap meningkat ke yang lebih berat. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelumnya dan pendinginan setelahnya.

Selain faktor ketidaksiapan, rasa sakit pada lutut bisa muncul apabila lutut dipaksa menopang tubuh yang terlalu berat. Untuk mencegahnya, perhatikan berat badan kamu. Jauhi kebiasaan buruk yang menyebabkan obesitas, contohnya makan sembarangan, stres, atau kurang tidur.

Kamu dapat menggunakan kalkulator berat badan di internet untuk mengetahui berat badan idealmu. Umumnya, perhitungan didasarkan pada perbandingan dengan tinggi badan. Berat badan yang tidak berlebih akan mengurangi beban kerja lututmu.

Perhatikan alas kaki yang kamu gunakan. Pilihlah alas kaki dengan bantalan yang empuk untuk mengurangi risiko cedera. Sebab, bantalan yang keras akan membuat fokus tumpuan lebih berat ke lutut.

Tips ini sangat penting khususnya ketika kamu melakukan kegiatan olahraga. Intensitas gerak tubuh yang tinggi akan membahayakan seandainya kamu menggunakan alas kaki yang salah.

Jika lutut mulai terasa sakit, segeralah beristirahat. Duduk atau berbaring dan luruskan kakimu. Ambil es batu untuk kompres kalau mulai terlihat gejala pembengkakan. Jangan paksakan diri untuk terus bergerak. Beri waktu beberapa saat untuk lututmu rileks sebelum melanjutkan aktivitas lagi.

Hindarilah juga kebiasaan mandi pada malam hari. Kebiasaan yang satu ini isa mendatangkan penyakit rematik. Jika terpaksa, gunakanlah air hangat. Atau kalau ingin yang lebih aman, bilas saja badanmu dengan handuk yang sudah direndam di air panas.

Cegah Nyeri Lutut dengan Makanan Sehat

nyeri lutut

Untuk pencegahan jangka panjang, mulailah membiasakan diri mengatur pola makan. Makanan tinggi protein dan kalsium mampu menjaga kekuatan tulang tubuhmu, termasuk lutut. Sementara, omega 3 dibutuhkan agar pelumas di persendianmu terjaga.

Sebaliknya, berhati-hatilah memilih asupan lemak. Lemak jahat dan kolesterol bisa membuat berat badanmu naik sehingga sulit untuk ditopang oleh lutut. Minuman beralkohol dan bersoda juga cepat membuat perut buncit, jadi sebaiknya juga kamu hindari.

Berikut ini beberapa daftar makanan yang baik untuk tulang dan persendian:

  • Sayuran hijau seperti brokoli, bayam, kubis, dll
  • Ikan
  • Telur
  • Keju
  • Susu rendah lemak
  • Bawang putih
  • Buah ceri
  • Buah jeruk
  • Alpukat
  • Roti gandum
  • Biji-bijian

Pencegahan terhadap nyeri lutut sangat direkomendasikan karena caranya yang terbilang mudah dan murah. Jika tidak sempat berolahraga yang berat, cukup latih kakimu dengan cara berjalan kaki 30 menit per hari. Awali dengan langkah-langkah yang pendek dan perlahan agar otot dan persendianmu tidak kaget.

Ini perlu kamu lakukan sedari dini karena, sebagaimana yang sudah kamu pelajari, nyeri pada lutut bukan saja menyerang orang-orang lanjut usia. Anak-anak muda pun rentan terhadap kondisi ini, apalagi dengan pola hidup zaman sekarang yang serba praktis, di mana semua kegiatan dimudahkan sampai kamu tidak perlu banyak bergerak untuk mendapatkan apa yang kamu mau.

Hidup sehat sejak muda adalah kunci kesehatan tubuh. Tulang-tulang dan persendian di usia muda cenderung lebih kuat dan belum keropos. Jika tidak dijaga, bukan tidak mungkin masa tuamu akan penuh penyakit.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, bukan?

Related posts
Penyakit A-Z

Demam Tifoid; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Penyakit Paru-Paru Obstruktif: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Stroke: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Sakit Kepala Belakang, Ketahui Penyebabnya!