Penyakit A-Z

Rematik: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

rematik arthritis

Rematik merupakan istilah yang dipakai masyarakat umum yang merujuk pada kondisi sakit di persendian. Istilah rematik dalam dunia medis sendiri sudah tidak dipakai. 

Baca Juga:

Saat orang menyebut rematik, umumnya yang dimaksud adalah arthritis atau radang sendi. Arthritis menimbulkan rasa nyeri, kaku pada persendian, pembengkakan, dan berkurangnya kemampuan gerak di area persendian.

Berikut ini penjelasan ringkas tentang arthritis, macam-macam arthritis, gejala, dan cara mengobatinya. 

Definisi Rematik (Arthritis)

rematik arthritis

Arthritis adalah peradangan pada area persendian, baik yang terjadi pada satu atau banyak sendi. Arthritis seringnya muncul saat usia seseorang menginjak lanjut usia. Namun bisa juga muncul secara mendadak.

Kebanyakan penderita arthritis berusia di atas 65 tahun dan terjadi pada orang yang memiliki berat badan berlebih. Selain itu perempuan lebih sering mengalami penyakit ini dibandingkan laki-laki. Beberapa jenis arthritis bisa muncul pada orang dengan usia lebih muda, remaja, bahkan anak-anak.

Macam-macam arthritis mencapai 100 jenis. Setiap jenis memiliki sebab yang berbeda, begitu pun perawatan dan pengobatannya. Macam-macam arthritis di antaranya adalah:

1. Rheumatoid Arthritis (RA) 

Merupakan kondisi di mana sendi-sendi dan organ tubuh diserang oleh sistem imun tubuh. RA termasuk penyakit autoimun. 

2. Osteoarthritis

Merupakan kondisi di mana kartilago (tulang rawan) di dalam sendi rusak. Sehingga menimbulkan rasa sakit saat bergerak. 

3. Psoriatic Arthritis

Merupakan penyakit autoimun di mana sistem imun menyerang tubuh, sehingga muncul peradangan dan nyeri. 

4. Gout/ Asam Urat

Pengkristalan asam urat di mana tubuh menghasilkan asam urat terlalu banyak atau tubuh tidak mampu membuang seluruh sisa asam urat dari tubuh.

5. Fibromyalgia

Merupakan sindrom di mana otak dan sumsum tulang belakang merespon sinyal rasa nyeri secara berbeda. 

6. Lupus

Penyakit peradangan autoimun yang mempengaruhi beberapa bagian tubuh. Seperti sendi, ginjal, kulit, darah, otak, dan organ lainnya. 

Gejala Rematik (Arthritis)

rematik arthritis

Tanda-tanda yang menunjukkan arthritis umumnya selalu menyerang bagian persendian. Beberapa persamaan dari berbagai macam jenis arthritis menyebabkan sakit berikut ini:

  • Sendi kaku
  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Kemampuan gerak yang berkurang
  • Sakit persendian

Pada kasus rheumatoid arthritis, kamu mungkin merasakan:

  • Lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Anemia atau berkurangnya sel darah merah
  • Demam
  • Sendi berubah bentuk

Sementara pada kondisi osteoarthritis, gejala-gejalanya adalah:

  • Radang atau nyeri sendi
  • Kaku setelah digunakan beristirahat, namun normal kembali setelah banyak bergerak.
  • Sakit yang semakin parah setelah beraktivitas

Penyebab 

rematik arthritis

Penyebab arthritis tergantung dari jenisnya. Setiap jenis berbeda dalam penyebab dan pengobatannya. Secara umum, masalah radang sendi terjadi akibat berkurangnya jumlah kartilago atau tulang rawan pada sendi. 

Kartilago merupakan jaringan yang penting, karena jaringan ini sangat fleksibel sekaligus kokoh dan bertugas untuk menghubungkan antar sendi. Kartilago melindungi persendian dengan menyerap tekanan dan guncangan yang muncul saat kamu bergerak. 

Arthritis yang paling sering terjadi adalah rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Keduanya berbeda penyebab dan pengobatannya. Berikut ini perbedaan penyebab antara rheumatoid arthritis dengan osteoarthritis. 

1. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit gangguan autoimun yang menyerang area persendian. Autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, yakni bagian synovium

Synovium adalah jaringan tubuh di dalam sendi yang memproduksi cairan yang memberi nutrisi pada tulang rawan dan sendi. Karena terjadinya autoimun, persendian mengalami kerusakan sehingga mendorong rusaknya tulang dan kartilago di dalam persendian. 

Penyebab utama sistem imun menyerang bagian ini masih menjadi misteri dalam dunia kedokteran. Namun para ahli menemukan data bahwa jika kamu memiliki riwayat genetik maka kamu pun berisiko untuk mengidap rheumatoid arthritis.

2. Osteoarthritis 

Berbeda dengan rheumatoid arthritis yang merupakan penyakit autoimun, osteoarthritis merupakan kondisi yang lazim terjadi pada orang-orang lanjut usia. Osteoarthritis merupakan kasus terbanyak dari masalah radang sendi, di mana hal ini terjadi akibat pemakaian sendi secara normal dan terjadi robekan persendian secara bertahap seiring usia bertambah tua. 

Infeksi atau cedera sendi bisa memperbesar kerusakan alami jaringan tulang rawan. Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan radang sendi ini, maka kamu berpotensi lebih besar untuk mengalaminya juga.

Siapa saja yang Berisiko Mengalami Radang Sendi? 

rematik arthritis

1. Orang berusia lanjut (di atas 65 tahun)

Risiko orang dengan usia semakin tua semakin berpotensi terkena rematik jenis osteoarthritis, rheumatoid arthritis dan asam urat/ gout.

2. Faktor genetik

Beberapa jenis arthritis bisa diwariskan dari riwayat keluarga yang mengalami penyakit ini.

3. Perempuan

Jenis kelamin juga berpengaruh terhadap risiko terkena arthritis. Kasus penyakit  rheumatoid arthritis misalnya, lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki. 

4. Pernah cedera sendi

Jika kamu pernah mengalami cedera sebelumnya, kemungkinan untuk mengalami radang persendian lebih besar terjadi.

5. Kegemukan

Memiliki badan gemuk bisa menyebabkan tertekannya bagian sendi yang menopang tubuh. Terutama di bagian lutut, paha, dan tulang belakang. Obesitas meningkatkan risiko lebih tinggi untuk terkena arthritis.

Diagnosis 

rematik arthritis

Pemeriksaan ke dokter adalah langkah pertama yang perlu kamu lakukan, apalagi jika kamu tidak tahu apakah penyakit yang kamu alami termasuk radang sendi atau arthritis jenis tertentu. Dokter akan membantu memeriksa secara fisik, melihat cairan persendian, melihat tanda-tanda fisik di bagian yang sakit, serta melakukan pengamatan pada saat kamu menggerakkan area sendi. 

Jika perlu, dokter akan membantumu ke dokter spesialis yang ahli untuk mengetahui diagnosis yang paling tepat dari penyakit yang kamu alami. 

Namun, jika kamu mengalami rasa sakit yang terlalu parah, kamu bisa juga memilih langsung ke dokter ahli rheumatologist. Rheumatologist akan membantu dan mendiagnosis masalahmu dengan lebih tepat. 

Cara lain untuk mengetahui kondisi yang kamu alami adalah memeriksa kadar inflamasi di dalam darah. Dokter akan melakukan ekstraksi maupun analisis pada darah dan cairan sendi.

Tes darah dilakukan untuk memeriksa jenis khusus antibodi seperti anti-cyclic citrullinated peptide, rheumatoid factor, dan antinuclear antibody. 

Selain dengan cara di atas, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan melalui pemindaian gambar. Misalnya, dengan memeriksa lewat X-ray, MRI, dan CT scan untuk mengetahui seperti apa kondisi sebenarnya dari tulang dan kartilago/tulang rawan. 

Cara Mengobati 

rematik arthritis

Mengatasi radang sendi bisa diatasi dengan serangkaian perawatan untuk mengurangi jumlah rasa sakit yang dialami pasien sekaligus mencegah bertambahnya kerusakan pada area sendi.

Beberapa cara yang bisa kamu lakukan di antaranya adalah:

1. Kompres bagian yang sakit

Meredakan sakit untuk sementara bisa dilakukan dengan mengompres bagian yang sakit dengan es batu atau koyo. Sebagian orang memilih memakai alat bantu berjalan seperti tongkat atau walkers, untuk membantu menekan nyeri di persendian.

2. Obat-obatan

Obat-obatan apapun perlu mendapat izin dari dokter. Sebelum mengkonsumsi obat, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter terkait obat yang paling sesuai dengan kondisi medismu. 

  • Umumnya dokter akan memberikan semacam obat analgesik, seperti hydrocodone atau acetaminophen. Kedua obat ini cukup ampuh menekan rasa sakit yang hebat, meskipun bukan untuk menyembuhkan peradangan.
  • Selain itu, obat golongan Nonsteroidal anti-inflammatory seperti ibuprofen dan salicylate membantu mengontrol rasa sakit dan peradangan.
  • Sementara itu untuk mengobati rasa sakit di bagian sendi, dokter kemungkinan akan meresepkan krim menthol atau capsaicin. Selain itu jenis immunosuppressant seperti prednisone atau cortisone bisa membantu meredakan inflamasi. 
  • Pengobatan untuk masalah sendi akibat rheumatoid arthritis bisa diatasi dengan kortikosteroid atau disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), yang menekan sistem imun. Sementara untuk pengobatan osteoarthritis relatif banyak alternatif, karena obat-obatan osteoarthritis dijual bebas di apotek maupun dengan resep dokter.

3. Pembedahan

Solusi pembedahan bisa dilakukan terutama jika kamu perlu mengganti sendimu dengan sendi palsu. Umumnya prosedur pembedahan ini dilakukan untuk mengganti bagian sendi di area lutut dan paha.

Jika kondisi arthritis yang kamu alami sangat parah di bagian jari atau pergelangan tangan, dokter kemungkinan akan melakukan proses joint fusion. Proses ini bertujuan menyambung pangkal tulang secara bersamaan hingga sembuh dan menyatu. 

4. Terapi Fisik

Terapi fisik mengharuskan kamu melakukan gerakan atau olah raga yang bisa menguatkan otot-otot di sekitar sambungan sendi.

Beberapa perawatan di atas hanya untuk meredakan rasa sakit dan meminimalkan kondisi yang lebih buruk. Arthritis tidak bisa disembuhkan. Memahami gejala radang di persendian dan berkonsultasi ke dokter menjadi langkah pertama yang kamu lakukan untuk solusi dan hasil terbaik. 

Related posts
Penyakit A-Z

Penyakit Lyme: Faktor Risiko, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Leptospirosis; Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Virus Corona: Gejala, Pencegahan dan Perkembangan Terkini

Penyakit A-Z

Vertigo: Gejala, Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengobati