Penyakit A-Z

Sakit Maag: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Sakit maag

Sakit maag merupakan penyakit yang menyerang organ lambung dengan ciri-ciri berupa rasa perih dan panas. Rasa perih dan panas ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori, terjadinya luka terbuka pada bagian tukak atau lapisan dalam lambung, stress, dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat antiinflamasi nonsteroid.

Baca Juga:

Di Indonesia, penyakit ini sendiri merupakan penyakit umum yang sudah banyak diderita oleh orang-orang. Umumnya, penyakit ini dikaitkan dengan pola makan yang tidak teratur, misalnya telat makan atau mengonsumsi makanan tertentu seperti makanan asam atau pedas.

Pendapat ini tidak salah, namun dalam konteks kebiasaan orang Indonesia, biasanya penanganan penyakit maag cenderung disepelekan. Misalnya, seseorang kerap kali hanya menunggu hingga rasa perihnya hilang sendiri. Padahal, ada beberapa kasus di mana sakit maag membutuhkan penanganan medis.

Penyebab Sakit Maag

sakit maag

Sebagaimana yang disebutkan di awal, penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti kemunculan luka pada lambung, konsumsi obat tertentu, infeksi bakteri, atau keadaan stress yang dialami.

Meski demikian, ada beberapa faktor lain yang bisa membuat seseorang terkena penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

1. Makan terlalu banyak

Makan terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangkan bagian dalam lambung. Lapisan mukosa pada lambung rusak dan lama kelamaan menimbulkan rasa perih pada perut. Itulah kenapa kamu perlu memperhatikan porsi makanmu. Jangan terlalu berlebihan.

2. Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, dan berminyak

Selain porsinya, kamu juga harus memperhatikan jenis makanan yang kamu makan. Makanan dengan tingkat kepedasan terlalu tinggi, lemak terlalu banyak, dan minyak yang berlebihan, juga dapat mengikis lapisan mukosa lambung. Efeknya, kamu bisa merasakan perih dan rasa terbakar di bagian dalam perut.

3. Makan terburu-buru

Cara makan yang terburu-buru juga dapat merusak bagian dalam lambung, sehingga menyebabkan seseorang mengalami sakit maag. Maka dari itu, kamu perlu berhati-hati saat menyantap makanan. Selain maag, makan terlalu cepat juga dapat membuatmu tersedak.

4. Mengonsumsi kafein dan soda terlalu banyak

Selain makanan, minuman juga bisa menjadi penyabab maag. Biasanya, minuman yang dapat melukai lambung adalah minuman yang mengandung kafein dan soda. Kamu tetap boleh mengonsumsi minuman jenis ini, tapi pastikan untuk memperhatikan porsinya. Jangan terlalu banyak dan berhentilah apabila lambungmu terasa perih.

5. Konsumsi cokelat berlebih

Cokelat merupakan camilan yang disukai banyak orang. Meski coklat sendiri memiliki banyak efek yang baik bagi tubuh, konsumsi yang berlebihan dapat memicu rasa perih pada lambung. Oleh sebab itu, tetap perhatikan tingkat konsumsi terhadap makanan manis satu ini.

Gejala Sakit Maag

sakit maag

Penyakit ini dapat diketahui lewat beberapa ciri-ciri atau gejala yang terjadi. Berikut ini beberapa tanda-tandanya:

1. Perut kembung

Perut yang terasa kembung atau penuh bisa jadi merupakan salah satu ciri-ciri sakit maag. Kondisi ini membuat penderitanya merasakan mual. Ini bisa dialami saat makan atau sesudah makan.

2. Rasa perih seperti terbakar pada ulu hati

Kondisi ini berhubungan dengan ciri pertama, yaitu perut terasa penuh. Ketika perut terasa penuh, seseorang yang sedang mengalami penyakit ini cenderung cepat merasa kenyang saat sedang makan. Ini membuat porsi makan orang tersebut berkurang, dan lama-kelamaan disertai penurunan nafsu makan dan berat badan.

3. Sendawa

Sering bersendawa ialah tanda lainnya dari penyakit ini. Kondisi sering bersendawa ini disebabkan oleh perut yang kembung dan asam lambung yang naik. Situasi ini biasanya terjadi sehabis kamu menyantap makanan tertentu, misalnya yang terlalu pedas, berminyak, atau terlalu banyak.

Ketiga gejala di atas merupakan ciri-ciri yang kerap ditemukan pada seseorang yang sedang menderita sakit maag. Namun, selain keempat poin di atas, kamu juga harus mewaspadai gejala-gejala lanjutan yang menandakan penyakit yang kamu derita sudah berada dalam tahap parah.

Gejala Lanjutan yang Menandakan Maag Sudah Dalam Level Bahaya

sakit maag

Di bawah ini merupakan tanda-tanda bahwa penyakit maag yang dialami seseorang sudah berada dalam tingkat berbahaya:

1. Muntah terus-menerus, bahkan berdarah

Muntah yang terjadi secara terus-menerus bisa menjadi pertanda bahwa kerusakan di bagian tukak lambung sudah parah. Ketika luka terbuka di lambung sudah semakin besar, seseorang bahkan bisa mengalami muntah darah. Jika tanda ini sudah terjadi, segera periksakan diri ke dokter.

2. Tinja berwarna gelap atau berdarah

Tanda bahwa luka lambung sudah parah selanjutnya adalah tinja yang berwarna gelap atau berdarah. Kerusakan di bagian organ pencernaan bisa sangat berpengaruh pada feses seseorang. Jadi, apabila kamu mengalami gejala ini, jangan dibiarkan dan segeralah meminta pertolongan medis.

3. Nyeri perut dan dada yang semakin parah

Nyeri di bagian ulu hati yang tak kunjung hilang merupakan tanda berikutnya. Selain tak mau hilang, rasa nyeri ini juga kerap kali menjalar ke bagian dada. Di titik ini, penyakit maag yang diderita seseorang sudah terbilang parah dan butuh penanganan serius.

Cara Mengobati Maag

sakit maag

Maag yang masih dalam taraf ringan bisa diatasi sendiri di rumah dengan melakukan beberapa cara pengobatan sederhana. Namun, adakalanya, seseorang yang sudah berada dalam level parah perlu menerima penanganan medis dari dokter.

Berikut ini beberapa cara mengobati sakit maag, dari yang ringan hingga yang parah:

1. Berhenti mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menyebabkan maag

Saat maag menyerang, hentikan konsumsi makanan berminyak, pedas, berlemak, juga minuman beralkohol dan berkafein. Istirahatkan sejenak lambungmu. Apabila dibutuhkan, kamu juga bisa mengompres perut dengan air hangat.

2. Hentikan konsumsi obat-obatan yang bisa menaikkan asam lambung

Obat-obatan tertentu, seperti aspirin, dapat menaikkan kadar asam lambung. Jadi, ketika kamu mengalami maag, sebaiknya hentikan konsumsi obat jenis ini.

3. Kontrol diri untuk mengurangi stress

Stress juga dapat menjadi pemicu sakit maag. Karenanya, kamu perlu mengendalikan pikiran agar tidak merasa tertekan. Pikiran yang tenang dan jauh dari cemas dapat membantu mengurangi banyak penyakit, termasuk maag.

4. Endoskopi

Ini merupakan cara pengobatan yang akan dilakukan dokter sewaktu hasil diagnosisnya menunjukkan penyakit maag yang diderita seseorang tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan rumahan. Dengan metode ini, dokter akan mengecek kondisi bagian dalam lambung.

5. USG dan rontgen

Selain endoskopi, USG dan rontgen perut juga bisa memberi gambaran pada dokter apa penyebab rasa sakit yang dikeluhkan pasien. Dengan mengetahui kondisi lambung pasien, dokter bisa melakukan penanganan lanjutan.

6. Tes infeksi bakteri

Keberadaan bakteri H. pylori dalam tubuh pasien bisa diperiksa dengan menggunakan beberapa metode pengujian, seperti tes nafas, tes feses, dan tes darah. Tes ini akan membantu dokter mengetahui penyebab pasti sakit maag yang dialami pasien.

Related posts
Penyakit A-Z

Hepatitis B: Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyakit A-Z

Pembunuh Mematikan Bernama Kanker Paru-Paru

Penyakit A-Z

Varises; Gejala, Faktor Resiko, dan Cara Pengobatannya

Penyakit A-Z

Kanker Serviks: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan