Penyakit A-Z

Tuberkulosis; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

tuberkulosis

Berdasarkan data dari WHO, terdapat satu orang yang terinfeksi tuberkulosis atau TBC setiap detiknya. Indonesia menempati negara kedua dengan kasus penyakit tuberkulosis terbanyak di dunia. Selain itu, TBC juga menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Meski begitu, masih banyak yang tidak menyadari tentang bahayanya penyakit ini.

Baca Juga:

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis (MTB). Bakteri ini dapat menular melalui saluran udara. Organ tubuh yang paling sering diserang TBC adalah paru-paru. Jika semakin parah, kuman TBC bisa menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung dan organ lainnya.

Penyakit TBC dapat ditularkan melalui percikan ludah yang keluar dari penderita pada saat berbicara, batuk ataupun saat bersin. Apalagi ketika kekebalan tubuh seseorang sedang rendah, penyakit TBC akan mudah menyerangkan. Penderita HIV, kanker atau pasien yang sedang menjalani kemoterapi pun rentan terkena penyakit ini.

Gejala Penyakit TBC yang Perlu Diketahui

tuberkulosis

Setelah periode waktu tertentu, bakteri TBC akan aktif dan mulai menunjukkan gejala. Adapun gejala-gejala TBC yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut.

1. Demam

Penderita tuberkulosis biasanya akan mengalami demam. Namun, demam merupakan penyakit umum dan belum tentu bahwa kamu mengidap TBC jika mengalami demam. Sehingga, ada baiknya segera periksa ke dokter jika kamu mengalami demam.

2. Lemas

Penyakit TBC membuat tubuh kita selalu merasa lemas. Akibatnya, kita mudah lemas dan tidak kuat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh menjadi rendah dan sangat lemah. Sebaiknya, kamu waspada jika mengalami tanda ini.

3. Berat badan menurun

TBC juga membuat penderitanya mengalami penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan adanya bakteri MTB yang berkembang di dalam tubuh. Memang, tuberkulosis bukan satu–satunya penyebab menurunnya berat badan. Sehingga, periksakan segera ke dokter jika mengalami penurunan badan secara drastis.

4. Merasa nyeri di paru-paru

Karena TBC biasanya menyerang paru-paru, penderita penyakit ini akan mengalami nyeri tajam di bagian paru-paru. Bahkan ketika kamu merasa kesakitan ketika mengembuskan napas, artinya paru-paru sudah mengalami infeksi yang sangat parah.

5. Batuk terus-menerus hingga mengeluarkan darah

Gejala ini yang paling sering dialami oleh penderita TBC. Penderita akan mengalami batuk secara terus-menerus selama dua minggu. Batuk ini juga terasa sangat menyakitkan. Parahnya, penderita juga mengeluarkan darah pada saat batuk. Sehingga, kamu harus waspada ketika keluar noda darah pada saat batuk.

6. Sering menggigil pada saat malam hari

Gejala lain yang dialami penderita TBC adalah sering mengigil pada saat malam hari. Padahal, udara saat itu tidak sedang dingin. Hal ini diakibatkan karena infeksi dari bakteri TBC yang telah menyebar di dalam tubuh.

7. Mengalami infeksi yang tidak kunjung sembuh

Selain menyebabkan infeksi pada paru-paru, penyakit TBC juga membuat organ tubuh lainnya terinfeksi. Seperti perut, hati hingga otak. Biasanya infeksi ini akan bertahan selama tiga minggu. Jika selama tiga minggu tidak kunjung sembuh, bisa jadi itu adalah gejala TBC dan segeralah periksakan ke dokter.

Penyebab Penyakit TBC

tuberkulosis

Umumnya, penyakit TBC disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis (MTB) melalui udara. Sehingga, kemungkinan besar penderita tertular penyakit TBC karena orang-orang di sekelilingnya, bukan karena orang asing. Namun, orang yang terkena TBC aktif dan telah mengalami pengobatan selama dua minggu biasanya sudah tidak menular.

Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri MTB tidak langsung aktif. Periode ini disebut sebagai masa inkubasi. Sehingga, penderita yang mengikuti tes bakteri MTB hasilnya akan positif meskipun belum mengalami gejala apa pun. Lalu, ketika bakteri mulai aktif, bakteri akan berkembang di dalam paru-paru dan pembuluh darah, hingga menyebar ke bagian anggota tubuh lainnya.

Setiap orang berisiko tertular penyakit TBC. Namun, ada beberapa orang yang harus melakukan tes bakteri MTB sejak dini untuk mencegah penyakit ini menjadi lebih parah. Orang-orang tersebut yaitu:

  • Orang yang telah menghabiskan waktu dengan seseorang yang mengalami penyakit TBC
  • Orang-orang dari negara yang sering terkena penyakit TBC seperti negara-negara di Amerika Latin, Karibia, Afrika, Asia, Eropa Timur dan Rusia
  • Orang yang tinggal di lingkungan yang berisiko tinggi terkena penyakit TBC. Misalnya panti jompo, penampungan tunawisma dan sebagainya
  • Petugas kesehatan yang merawat penderita TBC
  • Bayi dan anak-anak yang terpapar orang dewasa penderita TBC

Jika kamu masuk dalam kriteria tersebut, ada baiknya kamu melakukan tes bakteri MTB dari sekarang. Dengan begitu, risiko TBC dapat dikurangi secara signifikan jika terdeteksi pada saat periode inkubasi. Karena periode inkubasi ini bisa berbeda pada masing-masing orang.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit TBC. Beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut.

  • Orang yang terkena HIV/AIDS
  • Orang yang menderita diabetes
  • Orang dengan penyakit ginjal stadium akhir
  • Penderita kanker atau yang sedang menjalani kemoterapi
  • Penderita malnutrisi
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati penyakit autoimun

Hal tersebutlah yang membuat seseorang terkena penyakit TBC. Karena bakteri MTB mudah menular ketika sistem kekebalan tubuh melemah. Namun, bukan berarti jika kamu tidak memiliki penyakit tersebut, tidak berisiko terkena penyakit tuberkulosis.

Pengobatan untuk Penderita Penyakit TBC

tuberkulosis

Mengobati penyakit TBC tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, tidak ada salahnya jika melakukan usaha agar penyakit tersebut tidak semakin parah. Penderita biasanya diharuskan mengonsumsi obat-obatan selama enam bulan atau bahkan lebih. Selain itu, jika terkena TB aktif, penderita juga harus mengonsumsi beberapa obat sekaligus.

Biasanya obat yang harus dikonsumsi penderita TBC meliputi 3 sampai 4 antibiotik harian. Biasanya setelah mengonsumsi obat tersebut, penderita akan merasa lebih baik. Namun, penderita tetap harus menyelesaikan tahapan pengobatan berikutnya karena bakteri MTB belum hilang. Jika pengobatan tidak diselesaikan, bakteri MTB dapat tersisa di dalam tubuh.

Adapun obat-obatan yang paling umum digunakan untuk menyembuhkan penyakit TBC adalah berikut:

  • Isoniazid
  • Rifampicin
  • Pyrazinamide
  • Ethambutol

Empat obat itulah yang biasanya digunakan untuk menangani penderita TBC di tahap awal. Kemudian dalam waktu 6 sampai 8 minggu, dokter akan mengevaluasi hasilnya dan mengganti obat yang tidak bekerja dengan efektif. Obat-obat tersebut dapat bekerja dengan baik dan mencapai hasil maksimal jika penderita telah mengonsumsinya selama 6 sampai 12 bulan. Namun, seluruh obat yang digunakan untuk mengobati TBC terdapat efek samping. Obat tersebut dapat menimbulkan efek samping hepatitis atau penyakit kuning.

Selain menjalani pengobatan tersebut, tentunya penderita penyakit TBC harus mengimbangi dengan gaya hidup yang ada. Misalnya penderita harus minum obat sesuai anjuran dokter dan sesuai jadwal. Penderita juga harus memastikan efek samping apa saja yang akan didapatkan dari obat tersebut dan apa yang harus dilakukan ketika mengalaminya. Lakukan pemeriksaan secara rutin dan ikuti instruksi dokter tentang kebersihan diri dan lingkungan.

Selain itu, penderita pun harus waspada terhadap penularan penyakit kepada orang lain. Sebaiknya tutup mulut pada saat batuk dan gunakan masker atau sapu tangan. Karena jika hanya menggunakan telapak tangan, bakteri MTB lebih mudah menular pada saat bersentuhan dengan orang lain.

Itu tadi gejala, penyebab dan cara pengobatan penyakit TBC yang perlu kamu ketahui. Tentunya semua penyakit, termasuk TBC bisa ditangani jika dengan bantuan dokter. Sehingga, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Related posts
Penyakit A-Z

Penyakit Paru-Paru Obstruktif: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Stroke: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Sakit Kepala Belakang, Ketahui Penyebabnya!

Penyakit A-Z

Diabetes: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati