Penyakit A-Z

Virus Corona: Gejala, Pencegahan dan Perkembangan Terkini

virus corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan virus corona jenis novel coronavirus (2019-nCoV) sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dalam pertemuan yang dilakukan pada 30 Januari 2020 lalu di Jenewa, Swiss.

Baca Juga:

Status terbaru virus corona dari WHO ini merupakan dukungan terhadap China sebagai negara terdepan yang memerangi virus ini sekaligus tanda untuk meningkatkan kesiapsiagaan negara-negara lain di dunia untuk melawan virus ini.

Mari cari tahu lebih banyak mengenai virus ini melalui artikel berikut!

Apa itu Virus Corona?

virus corona

Virus corona adalah virus dari famili Coronaviridae yang dapat menginfeksi sistem pernapasan hewan maupun manusia. Diberi nama corona karena strukturnya yang menyerupai mahkota (crown-like virus).

Dilansir dari laman CDC, virus corona secara umum terdiri dari 4 subtipe, yaitu alpha, beta, gamma dan delta yang dibagi lagi dalam 7 jenis virus corona yang sejauh ini sudah teridentifikasi, yaitu:

  • 229E
  • NL63
  • OC43
  • HKU1
  • MERS-CoV (Penyebab penyakit MERS)
  • SARS-CoV (Penyebab penyakit SARS)
  • 2019-nCoV

2019-nCoV merupakan jenis virus corona yang saat ini tengah menjadi perhatian di seluruh dunia. Kasus virus corona 2019-nCoV pertama kali terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei di China pada akhir Desember 2019. Virus ini dapat menular dari manusia ke manusia.

Hingga 1 Februari 2020 dilaporkan lebih dari 305 penderita meninggal dunia dikarenakan virus ini dengan lebih dari 14.380 kasus di seluruh dunia berdasarkan data dari China dan WHO. Sebagian besar kasus suspect corona ini berada di China, dan sekitar 100 penderita corona yang confirm di 23 negara di dunia.

Filipina baru-baru ini melaporkan kematian pertama penderita virus corona di negaranya pada 2 Februari 2020, menjadikannya sebagai kasus kematian pertama akibat Corona yang bukan berada di Wuhan.

Cara Penularan Virus Corona

virus corona

Virus corona umumnya lebih banyak ditemukan di hewan. Awal penularan virus corona disebutkan terjadi dari hewan ke manusia. Namun kemudian diketahui jika virus corona juga dapat menular dari manusia ke manusia.

Virus ini dapat menginfeksi siapa saja, namun orang tua / lansia, orang yang sedang sakit / daya tubuh lemah dan anak-anak lebih beresiko terinfeksi penyakit ini. Dampak dari infeksi virus ini ada yang bersifat ringan, seperti flu, hingga berat seperti pneumonia dan dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

Penyebab seseorang terinfeksi virus corona dapat melalui berbagai cara, seperti:

  • Kontak fisik dalam jarak dekat dengan penderita, seperti berjabat tangan atau bersentuhan
  • Memegang mulut atau hidung setelah menyentuh/kontak dengan penderita, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
  • Secara tidak sengaja terkena percikan ludah dari bersih maupun batuk penderita coronavirus

Gejala Virus Corona

Menurut penelitian, gejala infeksi virus corona pada seseorang baru akan muncul dalam 2 sampai 14 hari setelah terpapar virus corona.

Secara umum, gejala klinis yang menandakan seseorang terinfeksi virus corona adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas

Komplikasi Virus Corona

Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, infeksi virus corona dapat menyebabkan beberapa komplikasi penyakit serius, seperti:

  • Pneumonia
  • Gagal ginjal
  • Infeksi sekunder pada organ lain
  • Acute cardiac injury
  • Acute respiratory distress syndrome
  • Kematian

Diagnosis Virus Corona

Jika kamu memiliki riwayat bepergian ke wilayah endemik virus corona selama virus corona mulai terdeteksi pada Desember 2019 lalu dan menunjukkan gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat.

Untuk menentukan apakah kamu positif terinfeksi virus corona, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Uji sampel darah
  • Rontgen dada untuk mendeteksi cairan di paru-paru
  • Tes usap tenggorokan

Pengobatan Infeksi Virus Corona 2019-nCoV

virus corona

Hingga saat ini vaksin virus corona masih diteliti dan dikembangkan oleh ilmuwan di berbagai negara. Belum ada vaksin yang secara spesifik dapat melawan penyakit ini mengingat kemunculannya yang masih baru.

Meski demikian, ada berbagai langkah yang akan dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, seperti:

  • Pemberian obat-obatan khusus flu, demam dan nyeri (aspirin, ibuprofen, acetaminophen, dsb.)
  • Perbanyak asupan cairan ke dalam tubuh
  • Menggunakan humidifier untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk
  • Menganjurkan penderita untuk istirahat yang cukup
  • Mengharuskan penderita banyak minum air putih untuk tetap terhidrasi

Untuk menghindari penyebaran lebih luas, dokter bisa saja menyarankan isolasi pasien di ruangan khusus selama masa pengobatan, seperti yang dilakukan hampir semua rumah sakit di negara-negara yang sudah terpapar virus ini.

Cara Pencegahan Infeksi Virus Corona

Meski per tanggal 2 Februari 2020 belum ada kasus positif corona di Indonesia, namun pencegahan agar tidak terkena virus ini sangat penting dilakukan. Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mencegah diri terkena virus corona adalah sebagai berikut:

  • Hindari bepergian ke China maupun negara lain yang telah melaporkan temuan penularan virus corona di negaranya.
  • Gunakan masker saat ke luar rumah, terutama jika beraktivitas di tempat umum
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu jika bersin atau batuk, kemudian buang tisu segera
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi, segera cuci tangan setelahnya
  • Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan
  • Hindari konsumsi daging yang tidak matang dengan sempurna
  • Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit
  • Jaga imunitas tubuh tetap baik dengan konsumsi makanan gizi seimbang dan olahraga

Perkembangan Terkini Virus Corona di Indonesia (Per 2 Februari 2020)

Hingga 2 Februari 2020, belum ada penderita virus corona yang positif ditemukan di Indonesia, meski banyak suspect yang sedang diperiksa secara intensif di berbagai rumah sakit di Indonesia.

Pencegahan masuknya virus corona ke Indonesia juga sudah mulai dilakukan pemerintah dengan pemasangan kamera thermal di berbagai bandara dan pelabuhan, terutama yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Pemerintah Indonesia juga telah melakukan penjemputan terhadap 245 WNI dan 5 orang tim aju yang sudah terlebih dahulu datang ke Wuhan, China menggunakan pesawat komersil dan telah mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim, Batam pada Minggu, 2 Februari 2020 sekitar pukul 8.45 pagi.

Sebelumnya, melalui Instagram Kemenkes mengumumkan jika Tim Penjemputan WNI di Wuhan terdiri dari 42 oranda dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, TNI dan kru maskapai Batik Air.

Setibanya di Batam, seluruh WNI tersebut langsung berpindah ke pesawat militer untuk melanjutkan perjalanan ke Natuna, Kepulauan Riau guna mendapatkan tindakan pengecekan (screening) lanjutan. Pemerintah menggunakan pesawat militer karena bandara di Natuna masih belum dapat didarati pesawat komersil. Seluruh WNI dari Wuhan akan menjalani observasi sesuai pedoman WHO selama kurang lebih 14 hari di Natuna.

Dikutip dari laman CNN, Minggu (2/2/20), Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan jika proses screening terhadap seluruh WNI meliputi suhu tubuh, dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Proses observasi menyeluruh sesuai dengan protokol medis terhadap WNI dari Wuhan dilakukan untuk memastikan semua WNI tersebut dalam keadaan sehat dan bebas dari virus corona.

Kemenkes telah menyediakan hotline virus corona di nomor 021-5210411 dan 081212123119 bagi masyarakat yang ingin mengetahui kabar mengenai virus corona dari sumber yang terpercaya mengingat akhir-akhir ini banyak hoax yang beredar seputar virus ini.

Semoga informasi ini bermanfaat dan yuk jaga diri dari infeksi virus corona!

Related posts
Penyakit A-Z

Penyakit Lyme: Faktor Risiko, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit A-Z

Leptospirosis; Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Rematik: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit A-Z

Vertigo: Gejala, Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengobati