KesehatanPenyakit A-Z

Warna Urine dan Artinya Bagi Kesehatan Kamu

Warna Urine dan Artinya Bagi Kesehatan Kamu

Sebagai materi yang dihasilkan tubuh, warna urine ternyata dapat memberikan gambaran bagaimana kondisi tubuh kamu, lho! Oleh karenanya, urine sering dijadikan indikator penilaian kesehatan seseorang.

Dalam check up sekalipun biasanya dokter akan melakukan tes urine untuk mengetahui masalah kesehatan yang mungkin tengah dihadapi orang tersebut.

Baca Juga:

Nah kali ini Okadoc akan ajak kamu membahas mengenai urine dan juga kesehatan. Mulai dari warna urine dan artinya untuk kesehatan, serta frekuensi buang air kecil dan juga kemungkinan masalah kesehatan yang dihadapi. Yuk

Warna Urine dan Artinya

warna urine

Informasi bahwa kesehatan dapat dinilai dari warna urine sudah banyak diketahui. Jika kamu belum begitu paham, cobalah untuk mulai lebih memperhatikannya agar mengetahui kondisi kesehatan tubuh sendiri.

Tapi jangan terlalu cepat berasumsi kamu memiliki penyakit serius ketika melihat warna urine sendiri karena warna urine dapat dipengaruhi oleh makanan dan itu belum tentu berbahaya. Misalnya saat kamu konsumsi buah naga merah yang akan buat urine berwarna kemerahan.

Nah, berikut ini ada 7 warna urine dan artinya bagi kesehatan yang harus kamu ketahui.

1. Bening, Kuning Pucat, dan Kuning

Ketiga warna ini menunjukan bahwa kamu masih sehat. Warna terbaik adalah bening yang artinya tubuhmu terhidrasi dengan baik. Begitu juga dengan kuning pucat dan kuning yang masih menunjukan kondisi tubuhmu normal. Semakin terang warna urine yang kamu keluarkan, maka semakin sehat tubuhmu.

2. Kuning Tua

Dari sini, kamu harus mulai menaruh perhatian pada tubuhmu. Urine berwarna kuning tua sebenarnya masih cukup baik. Tapi menunjukan bahwa kandungan air dalam tubuhmu sudah mulai berkurang. Kondisinya sudah di ambang batas, kalau tidak ditingkatkan tubuhmu akan cepat terhidrasi.

3. Kecokelatan

Warna urine keruh kecokelatan mulai memberikan pertanda yang mengkhawatirkan. Warna urine yang semakin gelap ini menunjukkan kondisi tubuhmu sudah mengalami dehidrasi. Namun dapat segera diatasi denga konsumsi air yang cukup.

4. Cokelat

Dehidrasi yang tidak segera di atasi akan semakin memperburuk keadaan. Kesehatan semakin menurun karena dehidrasi berdampak pada hati. Jika ini terjadi padamu, coba atasi dengan mengkonsumsi banyak air.

Kalau tidak ada perubahan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Hal ini karena urine berwarna cokelat memberikan petunjuk bahwa kamu ada potensi menderita penyakit hati (liver).

5. Oranye

Urine berwarna oranye menandakan kondisi kesehatan yang lebih buruk dari warna cokelat. Selain kemungkinan kamu mengalami masalah pada liver, bisa jadi saluran empedu juga terganggu dalam menjalani fungsinya.

Warna oranye juga dapat dipengaruhi oleh makanan yang kamu konsumsi. Jika ini terjadi, lebih baik memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah ada zat pewarna berbahaya dalam makanan yang kamu makan sebelumnya.

6. Hijau atau Biru

Hijau atau biru sudah jauh dari warna urine yang normal. Kemungkinan pertama, warna ini disebabkan oleh pewarna makanan yang kuat. Kemungkinan lain, urine mengalami perubahan warna akibat reaksi tubuhmu dengan obat-obatan.

Tapi bisa juga karena kamu memiliki penyakit genetik atau infeksi bakteri. Daripada kebingungan sendiri, minta lah bantuan pada dokter agar segera mendapatkan penanganan khusus jika diperlukan.

7. Pink Kemerahan

Jika urine kamu seperti ini, mungkin karena kamu baru saja memakan makanan dengan pewarna merah atau buah naga dan blueberry. Tapi warna kemerahan bisa muncul karena campuran darah dari dalam tubuhmu.

Mungkin ada masalah pada prostat, ginjal, atau kamu sedang mengalami infeksi. Sekali lagi, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter jika urine kamu berwarna ini.

Masalah Kesehatan dari Frekuensi Buang Air Kecil

warna air seni

Kondisi tubuh yang normal dan sehat ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang standar, tidak terlalu sering dan juga tidak terlalu jarang. Tubuh yang terhidrasi dengan baik tentu akan membuat frekuensi buang air kecil normal-normal saja.

Namun jika kamu merasa terlalu sering buang air kecil dalam jangka waktu sehari, ada kemungkinan kamu memiliki masalah kesehatan yang harus segera diperiksa ke dokter. Selain itu karakteristik urine yang berbusa juga harus jadi perhatian ekstra, ya!

Berikut ada beberapa masalah kesehatan yang bisa dikaitkan dengan frekuensi kamu buang air kecil dan apakah urine berbusa atau tidak.

1. Infeksi Ginjal

Sering buang air kecil bisa jadi pertanda adanya infeksi ginjal. Selain frekuensi buang air yang terlalu sering, biasanya akan diikuti dengan sakit di bagian pangkal paha, punggung hingga disertai mual, muntah, diare dan demam.

2. Infeksi Saluran Kemih

Sayangnya, kemungkinan lain ketika kamu terlalu sering mengeluarkan urine adalah kondisi tubuh yang kurang sehat. Kamu bisa saja sedang mengalami infeksi saluran kemih, ketika disertai dengan rasa sakit.

Kandung kemih merupakan bagian tubuh yang memiliki kapasitas. Ketika saluran kemih terinfeksi, tubuhmu sulit menampung urine yang terus diproduksi dalam jumlah banyak. Maka kamu akan semakin sering pergi ke toilet untuk buang air kecil.

3. Kandung Kemih Overaktif

Kandung kemih overaktif atau overactive bladder adalah salah satu kondisi yang menunjukan tubuh sedang dalam keadaan kurang sehat. Kandungan kemih bekerja di luar kapasitasnya atau tidak berkontraksi dengan normal. Keadaan ini mendesak tubuh untuk mengeluarkan urine, dan sering kali tiba-tiba.

4. Pembengkakan Kelenjar Prostat

Frekuensi produksi urine yang tinggi juga dapat disebabkan oleh gangguan kelenjar prostat. Tapi kondisi di sini agak berbeda. Kamu akan sering merasakan ingin buang air kecil, tapi kesulitan untuk mengeluarkannya.

Hal ini dikarenakan ada pembengkakan pada kelenjar prostat yang kemudian menekan uretra. Keadaan ini selanjutnya mengganggu atau menutup aliran urine.

5. Diabetes

Ada kemungkinan yang lebih rumit lagi, kamu bisa saja termasuk penderita diabetes. Salah satu tanda seseorang menderita diabetes adalah seringkali membuang air kecil.

Kandungan gula yang tinggi dalam tubuh mendorong keinginan untuk minum yang lebih sering daripada biasanya. Walaupun dalam beberapa kondisi, gula dalam tubuh ikut menarik air dalam proses penyaringan darah saat memproduksi urine.

Mengapa Urine Berbusa?

warna urine dan kesehatan

Urine yang normal umumnya tidak menghasilkan busa atau buih. Hal ini juga perlu kamu perhatikan, dengan menimbang ciri-ciri urine lainnya untuk menilai kesehatanmu. Urine dapat berbusa karena kamu menahan kencing terlalu lama.

Kecepatannya saat dikeluarkan lebih cepat sehingga busa itu muncul. Tapi ada potensi kesehatanmu sedang menurun. Berikut beberapa alasan yang bisa menyebabkan urine berbusa.

1. Masalah Ginjal

Penyakit ginjal adalah penyakit yang mudah dideteksi dengan memperhatikan proses produksi urine di dalam tubuhmu. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan protein. Jika fungsinya terganggu, protein bisa ikut keluar bersama urine.

Protein dalam jumlah besar selanjutnya dapat menghasilkan busa pada urine. Kamu bisa membuat dugaan sementara untuk menilai kondisi ginjalmu jika beberapa hal ini terjadi.

  • Ada kemungkinan kamu sedang mengalami infeksi ginjal jika urine-mu berbusa disertai dengan nyeri pinggang dan demam.
  • Jika ginjalmu sudah mengalami kerusakan yang cukup serius, urine berbusa disertai dengan tubuh yang membengkak, terutama di bagian wajah dan tungkai.
  • Jika ginjalmu sedang sakit dan terjadi komplikasi akibat batu ginjal dan diabetes, sangat mungkin urine-mu berbusa saat dikeluarkan.

2. Semen dalam Urine

Beberapa dari kamu mungkin menemukan urine berbusa setelah berhubungan seksual dengan pasanganmu. Busa ini dapat dihasilkan karena semen dalam jumlah banyak tertahan di uretra, lalu ikut keluar bersama urine. Kondisi ini sering disebut ejakulasi retrograde dan diperlukan penangangan yang tepat dari dokter untuk mengembalikan kesehatanmu.

3. Fistula Vesicocolic

Fistula Vesicocolic adalah kondisi di mana ada saluran tidak normal yang berkembang di antara usus besar dan kandung kemih. Kondisi ini memungkinkan urin berbusa bahkan disertai dengan kotoran dan bau tidak sedap. Jika ini terjadi, kamu harus segera mengkonsultasikannya dengan dokter karena bisa jadi ini pertanda kamu mengalami penyakit tumor atau Crohn.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuhmu. Walaupun urine adalah cairan yang dibuang dari tubuh, cairan ini dapat membantu mengetahui masalah yang mengganggu kesehatanmu lho!

Jika sudah mengetahuinya, segera lakukan penanganan yang tepat agar kamu dapat menjalani aktifitas sehari-hari dengan baik. Semoga bermanfaat!

Related posts
Penyakit A-Z

Demam Tifoid; Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Bayi & Anak-AnakIbu & BayiKesehatan

7 Teether Alami untuk Bayi yang Tumbuh Gigi

Kesehatan

Perbedaan Cardiac Arrest dan Serangan Jantung yang Harus Kamu Tahu

Penyakit A-Z

Penyakit Paru-Paru Obstruktif: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati